PENGALAMANKU DI NII KW9
Awalnya, pada akhir tahun 1994 M, saya selalu didekati kakak angkatan waktu kuliah (Abdullah Arief, Teknik Sipil UGM 1992 akhirnya D.O). Saya kuliah di Jurusan Teknik Nuklir angkatan 1993. Saya sering bincang-bincang dengan dia karena waktu itu saya udah cukup percaya dengannya, yang dulu juga kakak kelas saya waktu di SMA. Pertamanya dia sering mengajak bicara tentang kondisi sosial, agama, dan politik pada masa itu. Kemudian pembicaraan mulai intensif ke masalah agama.
Dia mulai menjelaskan agama sebagai suatu sistem, yang dikongkritkan dalam bentuk negara. Dia menjelaskan dengan berbagai sumber ayat Al-Qur’an. Waktu saya masih sangat kurang pemahaman tentang makna ayat-ayat, sehingga saya nggak berani melakukan bantahan, atau tanya sedikitpun. Saya cuma mengiyakan, walau dalam hati banyak keraguan. Lagi pula kekuatan mental saya waktu itu masih muda atau ciut.
Tahap berikutnya saya mulai ditemukan temennya. Sang teman (Syaiful Khoheri asal Kebumen, mahasiswa MIPA UGM 1987 – akhirnya D.O) menanyai tema-tema atau materi-materi yang sama seperti yang telah disampaikan kakak angkatanku. Bahkan seperti menguji dengan ayat-ayat tentang jihad, berkorban, atau perniagaan. Kemudian diakhiri dengan materi “hijrah”.
Tahap berikutnya, saya diajak keluar kota Yogyakarta, yaitu ke kota Kebumen, kecamatan Prembun. Di sana, diulang lagi materi-materi di atas kemudian dijelaskan yang di maksud sistem Islam adalah …. NII/DI/TII. Walaupun dalam hati masih ragu-ragu juga, karena sejak awal sepertinya saya dikondisikan untuk tidak dapat mengelak atau mengatakan tidak. Akhirnya saya iyakan saja apa yang mereka inginkan, yaitu agar saya hijrah dari RI ke NII. Nggak ada salahnya kucoba, sambil cari pengalaman atau petualangan di dunia ektrim kanan… kataku menghibur hati.
Beberapa hari setelah itu, saya dijelaskan waktu untuk hijrah. Yaitu di Kulon Progo, tanggal 24 November 1994. Saya hijrah dengan sodaqoh Rp. 250.000,00. Saya juga diberi nama baru, yaitu : Ja’far Rabbani. Menurut mereka saya resmi masuk menjadi warga Negara Islam Indonesia, propinsi Jawa Bagian Selatan. Sayang sekali saya lupa nama pimpinan-pimpinana yang menghijrahkan dan menyaksikan saya hijrah waktu itu. Yang saya ingat cuman Sugi (Mahasiswa Teknik Kimia UGM 1988 – akhirnya D.O)
Setelah itu, saya masuk dalam dunia atau suasana baru dalam pribadi kehidupan saya. Saya kaget karena, saya mulai difahamkan bahwa dalam masa perang antara NII dengan RI, boleh tidak melakukan “sholat wajib”. Sholatnya yaa diganti dengan tilawah atau mencari anggota baru. Boleh melakukan fai’ atau mencuri, karena semua harta yang ada di dunia ini diperuntukkan bagi manusia yang sholeh, yaitu warga NII. Boleh melakukan tipu muslihat, atau makar yang dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan sekitar. Karena nota bene itu adalah kehidupan RI, jahiliyah mereka bilang. Saya juga disarankan untuk meninggalkan kuliah, dengan alasan itu didikan jahiliyah. Alhamdulillah itu tidak saya lakukan, walaupun senior-senior (mereka menyebut: bapak-bapak) banyak yang udah Drop Out dari kampusnya masing-masing. Saya juga diwajibkan untuk menyetor infak tiap bulan yang jumlahnya tidak boleh sama atau kurang dari bulan yang lalu. Kalau ini terjadi mereka akan mengacam dengan hadis… “barang siapa yang hari ini sama atau lebih jelek dari kemaren … maka …dst”. Saya harus bagaimana lagi …. ???? Selain itu saya juga diwajibkan mencari kader-kader baru, dengan jalan mencari kenalan, menemui teman-teman lama, untuk kemudian ditilawah dan ditaftis. Untuk mempermudah pekerjaan ini saya digabungkan dengan anggota lain yang bernama : Nur Hidayat (Mahasiswa Teknik Kimia UGM 1989, ini akhirnya lulus).
Dalam setahun saya hidup, dalam suasana batin sebagai warga NII, saya mendapatkan anak (kader) sebanyak tiga orang (1 cowok, 2 cewek). Saya renungi kembali makna hidup saya di NII …. sepertinya saya ini jadi aneh yaa … Saya makin dijauhi temen-temen dekat saya, karena sebagian mereka ada yang menolak saat saya tilawah, kemudian bilang pada teman yang lain, bahwa saya telah “berubah”. Nilai kuliah saya amburadul karena jarang kuliah…. kata senior saya, “nggak apa-apa demi tugas negara”. Hubungan saya dengan orang tua kandung jadi “dingin” karena saya menganggap mereka kafir, tapi hidup saya secara materi masih tergantung pada mereka berdua. Rasa percaya diriku juga makin luntur, hidup rasanya penuh pesimistik, dan lain-lain. Pernah saya terkejut saat diberi materi oleh senior saya tentang pernikahan. Bahwa perjodohan yang telah ditentukan pimpinan harus dilaksanakan, apapun rintangannya termasuk halangan dari orang tua kandung masing-masing. Yang penting pimpinan udah menikahkan, kemudian dihamili, pasti ortu kandung mereka nggak kuasa untuk menolak, Astagfirullah.
Bulan Oktober 1995 M, saya membaca artikel di Tempo, bahwa ada NII putih, ada pula NII merah. Kata senior saya, bahwa NII saya emang yang merah tapi tetep satu komando dengan yang dipusat (kata mereka pimpinan pusat dipegang Adah Jaelani). Saya yang baru dengar nama Adah Jaelani, yaa nurut aja apa kata mereka ….. Tapi makin lama, kegalauan, kegelisahan, dan kebingungan menyelimuti hidupku di NII. Akhirnya aku mulai mencari-cari alasan bagaimana bisa keluar dari kebingungan ini, kalau perlu keluar dari NII. Saya sampai bilang dalam hati; lebih baik kafir dari pada hidup pesimis. Umat nabi dulu optimis, aku kok pesimis … apanya yang salah yaa : diriku sendiri atau NII ?
Puncaknya di bulan Desember 1995. Temen satu timku harus pulang ke Semarang (orang tua) karena lulus kuliah, hubunganku dengan senior yang di Jogja juga mulai nggak harmonis, temen-temen NII yang selevel dengan aku juga mulai banyak yang keluar. Akhirnya pada tanggal 18 Desember 1995 kuputuskan keluar dari NII, dengan bilang pada seniorku, yang bernama Abdan Syakuro (atau Syaiful Khoheri) lewat telpon bahwa saya sudah keluar, tidak percaya lagi dengan apa yang ia katakan. Amin. Aku juga bilang pada yunior-yuniorku apa yang telah kuputuskan. Anehnya kok mereka juga ikut keluar sama sepertiku …. yang nggak beres itu aku sendiri, yuniorku, seniorku, atau NII ?????
Setelah keluar, aku kucing-kucingan dengan senior-seniorku, karena mereka mengancam akan membunuku, darah orang murtad itu halal kata mereka. Tapi kalau pas ketemu kok mereka malah yang ngacir nggak karuan … yang salah itu : aku, RI, atau NII sih ????? Kalau NII benar, aku juga merasa sangat berdosa, karena meninggalkan kebenaran, tapi kok begitu ???? aku nggak merasa menyesal meninggalkan NII …. aneh sekali lagi.
Masa-masa berikutnya kuisi dengan pemulihan baik jasmani yang kurus kering karena dulu kurang gizi (duit habis untuk infak / shodaqoh / tabungan / dll). Juga rohani yang kehilangan rasa percaya diri. Kedua bidang itu berupa, menjalin kembali persahabatan dengan temen-temen lama, rajin kuliah, bakti dengan orang tua, dan lain sebagainya.
============
Update 2009 : Saya dah berkeluarga tinggal di Tangerang kerja di Jakarta Selatan, saya terbuka buat temen2 untuk berbagi cerita, silahkan sms di 08132 8484 289 atau berkirim imel di
bahtiar@gmail.com
Like this:
Be the first to like this post.
Jumlah Santri 3:26 pm pada April 23, 2012 Permalink |
Fakta Angka yang Fantastis, dari jumlah santri 6000, setelah diadakan sosialisasi meluas dan masyartakat menjadi waspada dan sekarang total santri alzaytun total hanya tinggal 386, mayoritas santri berasal dari anak yg orang tuanya adalah NII, sedangkan santri yang NON NII ( korban promosi alzaytun ) hanya sekitar 30 orang…bagi masyarakat yang mau menyekolahkan anaknya di alzaytun silahkan pikir 2 kali sebelum terjebak kedalam propaganda kebusukan alzyatun
alif 4:25 pm pada Januari 6, 2011 Permalink |
Jadi penasaran pingin masuk NII,…. Kaya apa sih Kayaknya Seru….
Mantan Nii Kw 9 6:41 am pada Januari 5, 2011 Permalink |
Tdk smua yg mintak sumbangan adlh NII, tp klo proposalnya tyt piktip belaka, nah . . . pantas dislikidi itu
A 10:11 am pada Januari 4, 2011 Permalink |
kalo ada yg minta2 sumbangan, apa termasuk jobdesk NII..?
aaa 5:09 pm pada Desember 31, 2010 Permalink |
saya ingin bertanya, apakah semua jenis NII yg ada di Indonesia itu semuanya salah atau ada NII yg benar??
PROTES DARI NII KW 9 ZAYTUN VERSI JOWO ? « WASPADA AJARAN NII NKA KW 9 ZAYTUN 7:03 am pada Desember 11, 2010 Permalink |
[...] aku lakoni ? opo kahanan seng kancaku lakoni ? Yen pengen ngerti lekakon ku cubo klik link iki : http://niikw9.wordpress.com/2009/02/13/pengalamanku-di-nii-kw9/ Terjemahannnya : Coba dibaca lagi dari atas sampai ke bawah, dengan cermat dan hati-hati, baris [...]
PROTES DARI NII KW 9 ZAYTUN VERSI JOWO ? « WASPADA AJARAN NII NKA KW 9 ZAYTUN 7:03 am pada Desember 11, 2010 Permalink |
[...] aku lakoni ? opo kahanan seng kancaku lakoni ? Yen pengen ngerti lekakon ku cubo klik link iki : http://niikw9.wordpress.com/2009/02/13/pengalamanku-di-nii-kw9/ Terjemahannnya : Coba dibaca lagi dari atas sampai ke bawah, dengan cermat dan hati-hati, baris [...]
Pusat Rehabilitasi Korban Teroris NII NKA KW9 Mahad Az Zayton Nir Rojim 4:53 pm pada Agustus 23, 2010 Permalink |
Sama-sama Sahabat Rizal
Semoga tanggapan Anda tersebut akan menyemangati korban-korban NII yang masih minder untuk lebih berani menentukan sikap tegas pada Kesesatan Ajaran Teroris NII NKA KW9.
Salam jabat erat,
Bahtiar
Mantan NII
08132 8484 289
mantanii@yahoo.co.id
http://niikw9.wordpress.com
Koordinator Pusat Rehabilitasi Korban Ajaran Teroris Sesat NII NKA KW9 PEMUDA KAHFI MAHAD Az ZAYTON Nir Rojim
Rizal 7:19 am pada Agustus 22, 2010 Permalink |
mas bahtiar, terima kasih sudah membuat blog ini. Sangat berguna bagi orang2 yang didekati orang orang opportunis itu. Saya dulu pernah didekati dengan kawan sejak kecil sekali untuk ikut2an N11 di bandung, sempet mau dibawa ke Mall, tapi alhamdulillah mahasiswa itb yang katanya mau memberi nasihat tak bisa datang, sempat mau dibawa ke jakarta katanya buat dibaiat, tapi gak tau gak jadi, mungkin karena dia melihat saya juga cuek padhal dulu sempet goyah karena ayat2 alqur’an yang dia doktrinkan berkali kali. tapi itu tahun 98 saya masih SMA, sampai sekarang gak pernah sekalipun ketemu teman masa kecil saya, masih belum ridho rasanya sama dia, yang bawa2 saya ke N11 itu tanpa menjelaskan akibat dan konsekuensi ke depannya. Durhaka kepada ibu bapak, dan tidak shalat dan Puasa, membaca cerita cerita teman teman semua saya sungguh bersyukur saya tidak terjerumus dahulu. terima kasih sekali lagi mas bahtiar, semoga selalu dirahmati Allah SWT
"bagaimana cara utk keluar dari NII…?" | PUSAT REHABILITASI KORBAN TERORIS NII NKA KW9 – Telp / SMS : 08132 8484 289 2:26 am pada Agustus 19, 2010 Permalink |
[...] Saya ikut NII selama 1,5 tahun, cerita lengkap mengapa saya ikut dan akhirnya keluar telah saya tulis lengkap di web : http://niikw9.wordpress.com/2009/02/13/pengalamanku-di-nii-kw9/ [...]
bahtiar 4:46 pm pada Juli 29, 2010 Permalink |
Terima kasih Mas Heru
Telah berbagi pengalaman didekati gerombolan NII (pencuri).
Semoga tulisan tersebut menjadikan kehati-hatian dan kewaspdaan masyarakat banyak.
Salam,
081328484289
bahtiar@gmail.com
http://niikw9.wordpress.com/2010/07/18/nii-hidup-jadi-hampa/
Heru 4:10 pm pada Juli 29, 2010 Permalink |
di tahun 1997an saya pernah diajak pengajian di cirendeu oleh teman pembantu paman saya (karena dulu saya tinggal bersama paman).
karena pengetahuan agama saya dulu yang boleh dibilang pas-pasan akhirnya saya ikut aja. sampai dirumahnya ternyata sudah ada 2 orang yang menunggu, setelah dimulai gak taunya pengajiannya semacam doktrin yang mengambil dan memotong2 ayat alqur’an dan di sambung2kan (ayat nya di gatuk-gatuke) dengan dalih ayat itu nantinya sebagai pengganti pancasila.
pada pertemuan pengajian kedua saya membawa teman saya (yang dulu sudah pernah terjebak dan mencoba mengingatkan saya bahwa itu sesat)
setibanya disana hampir terjadi percekcokan dengan teman saya tersebut.
ugh… meskipun tidak banyak ada juga uang saya yang saya berikan(infaq katanya).
sudah hampir berbulan2 saya tidak pernah maulagi memberi infak dan ikut pengajiannya lagi, tapi sering dihubungi tapi saya tidak pernah mau.
terakhir Artin(nama teman pembantu paman saya itu) datang kerumah paman kebetulan saya sedang tidak dirumah,
sesampai saya dirumah sore hari istri paman saya bari menyadari kalu dompet beserta isinya yang kebetulan habis gajian hilang padahal barusan di letakan diatas meja.
ternya benar di NII mencuri yang bukan kelompoknya dianggap halal.
nauzubillahimin dzalik.
terima kasih kawan telah memperingatkan ku
(dedicated to Adhi (wong plembang, ntah dimana kini)
bahtiar 9:41 am pada Juli 19, 2010 Permalink |
Terima kasih Sahabat Arif dan Patur,
Semoga tulisan NII ini, dapat menambah kewaspadaan sahabat-sahabat kita yang lain dari pengaruh kesesatannya.
Salam jabat erat,
http://niikw9.wordpress.com/2010/07/18/nii-hidup-jadi-hampa/
patur 11:49 am pada Juli 16, 2010 Permalink |
untung bah….sampeyan gak ngajak aku kemarin….
arif MESSItaghfirin 1:45 pm pada Juli 13, 2010 Permalink |
selamat bos..
bahtiar adalah teman sekampus dengan aku selama di IAIN SUKIJO thn 1998… berarti dia sudah tidak NII krn keluar tahun 1995 dr NII…
ok brur sukses dg kehidupan baruu…
bahtiar 10:14 pm pada Juni 16, 2010 Permalink |
Terima kasih Mas Wahyu atas doa dan dukungannya.
Mari berbagi cerita dan pengalaman, agar tidak banyak jatuh korban karena NII KW 9, terutama sahabat-sahabat muda muslim yang sedang giat-giatnya mencari jati diri.
Salam,
http://niikw9.wordpress.com/2010/04/23/terlepas-dari-nii-berkat-ncc-di-internet/
nothing 10:01 pm pada Juni 16, 2010 Permalink |
Mas Bah, aku lagi ngerti cerito iki. tak kiro sampeyan mung sebel dengan NII karena ada keluarga atau kerabat sampeyan yang terjerat. jebule sampeyan dewe..
mugi mugi ga ono cerito sedih neh koyo ngene…
bahtiar 9:25 am pada Mei 15, 2010 Permalink |
Terima kasih Sdr. Abdul Qoyyum telah berbagi pengalaman hampir dibai’at / hijrah NII. Keteguhan dan ketegasan dapat menghindarkan Sdr. dari jurang kesesatan yang lebih dalam.
Kalau boleh tahu, bagaimana kabar temen Sdr yang mengajak ikut NII tersebut ? apakah masih ikut NII ? Dia juga hanya korban dari NII yang patut untuk kita sadarkan, bila bertemu janganlah menghindar.
Salam
bahtiar
http://niikw9.wordpress.com/2010/04/23/dunia-nii-ujung-ujungnya-duit/
Abdul Qoyyum 7:34 pm pada Mei 12, 2010 Permalink |
Saya pernah ditawari NII juga oleh teman saya. untungnya saya sudah pernah dengar tentang NII sebelumnya. bahkan saya sudah pernah ketemu dengan korban NII yang sampai GILA (ketemu di sebuah pondok pesantren di JEPARA untuk berobat).
Teman saya yang menawari tu bilang kalau menjalani islam itu harus secara keseluruhan. dan islam secara keseluruhan itu harus di negara Islam.
saya bantah saja: “bertaqwalah dimana saja kamu berada. maaf saya tidak percaya dengan janji politik Anda.”
Odong 7:28 pm pada Mei 12, 2010 Permalink |
Kalau ada orang NII ngajak-ngajak sambil maksa, gebukin aja rame- rame, laknat tu dia, sama dengan teroris.
bahtiar 7:16 am pada April 22, 2010 Permalink |
Terima kasih Pak Andi, apakah Bapak juga punya pengalaman terjerat di NII KW 9 ? Insya Allah tulisan Bapak akan sangat berguna bagi siapapun yang membacanya, bahkan mereka yang belum tahu sama sekali apa itu NII KW 9.
Salam,
Bahtiar
Mantan NII KW 9
http://niikw9.wordpress.com
Kumpulan Kisah Nyata korban-Korban NII KW 9
andi 4:44 pm pada April 21, 2010 Permalink |
luar biasa pak, semoga diteguhkan untuk tetap berada di jalan yang benar. amiin
bahtiar 7:44 pm pada November 2, 2009 Permalink |
Ibu Nur, terima kasih telah berbagi pengalaman. Semoga tidak banyak lagi jatuh korban karena NII KW 9
nur abid 10:15 pm pada Oktober 31, 2009 Permalink |
aku jg kenal bbrp mbak2 asrama yg ikut nii. tp aku lupa nama2nya.dan memang rata2 mengalami yg mas bah alami, tp ada yg keluar asrama jd aku ngga tahu selanjutnya. ada yg stlh kuluar nii (mba opik) merasa ada yg sll berusaha mencelakai dia, misal meneror, menabrak, dll
sochib 6:31 pm pada April 29, 2009 Permalink |
Wah nggak nyangka Pak Bah punya cerita hidup seperti ini. Dulu waktu kuliah saya hanya mendengar dari cerita “orang luar” NII, sekarang saya membacanya langsung dari mantan “orang dalam”.
Semoga selalu diberi kekuatan untuk membela kebenaran!
sochib 6:31 pm pada April 29, 2009 Permalink |
Wah nggak nyangka Pak Bah punya cerita hidup seperti ini. Dulu waktu kuliah saya hanya mendengar dari cerita “orang luar” NII, sekarang saya membacanya langsung dari mantan “orang dalam”.
Semoga selalu diberi kekuatan untuk membela kebenaran!
warm 7:34 am pada Maret 8, 2009 Permalink |
sadis !
warm 7:34 am pada Maret 8, 2009 Permalink |
sadis !