TAKUT BICARA PADA ORANG TUA
08XXX XXXX XXX : Assalaamu’alaikum, apa betul ini dengan Mas Bahtiar ? Maaf mengganggu malam-malam.
08132 8484 289 : Wa’alaikum salam, betul, ada apa ?
08XXX XXXX XXX : Saya lagi bingung Mas, saya sudah tiga bulan ini masuk NII. Tapi perasaan saya selama ini tidak tenang Mas, saya pengen banget keluar dari masalah ini tapi saya takut. Ketika itu salah seorang dari NII pernah bercerita bahwa Kakaknya Mantan NII dan sekarang kehidupan Kakaknya itu memprihatinkan, padahal dia sarjana dibandingkan Kakaknya satu lagi yang hanya lulusan SMA, kehidupannya lebih baik dari Kakaknya yang keluar dari NII. Saya takut dengan cerita tersebut, tapi saya sudah tidak nyaman, saya sudah capek selalu membohongi orang tua melulu. Menurut Mas, gimana yaa ?
08132 8484 289 : H A T D O O O H …. ! Hare gene takut dengan NII
…. Tapi tenang Saudara/i, apa yang saudara/i takutkan juga saya rasakan dulu waktu keluar dari NII dan juga dirasakan teman-teman lain yang keluar dari NII. Jalan keluarnya mudah ! perbanyak baca koran, majalah, internet, dan nonton TV tentang berita-berita / kisah-kisah Mantan NII. Orang-orang NII sengaja menakut-nakuti seperti itu, agar Anda tidak keluar dari NII, sehingga tenaga Anda, pikiran Anda, waktu Anda, teman-teman Anda, dan duit Anda bisa terus diperas oleh orang-orang NII itu. Hanya gertak sambal ! Buktinya saya dan teman-teman lain yang keluar dari NII, kehidupannya normal, bisa kuliah, bisa bekerja, bisa berkeluarga, dan tetap bisa berteman satu dengan lainnya.
08XXX XXXX XXX : Truzz Mas, bagaimana yaa caranya saya untuk keluar dari NII ? Saya bingung menjelaskan ke orang tua dan Kakak saya. Apalagi saya masih ada sangkutan hutang ke Kakak saya untuk memenuhi target duit yang mereka minta. Tapi kalau saya tidak bilang, orang-orang itu selalu saja datang ke rumah. Dan saya sudah coba matikan HP tapi mereka terus mencari nomer saya yang lain ke teman-teman saya. Dan akhirnya dapat nomer telpon rumah saya. Saya bingung Mas, saya tidak tahu harus ngapain ?
08132 8484 289 : Tenaaang …. tidak perlu stress
Kuncinya hanya satu : JUJUR PADA ORANG TUA. Karena hanya orang tua yang bisa melindungi Anda dari gangguan orang-orang NII itu.
08XXX XXXX XXX : Tapi saya takut … bingung cara ngomongnya pada Bapak Ibu … takut dimarahi ….
08132 8484 289 : Waduh … semarah-marahnya orang tua tidak akan menelan anaknya sendiri. Tapi kalau dimarahi orang-orang NII, bisa habis Anda tinggal AMPAS-nya saja, betul tidak
Ceritakan saja jujur dari awal pada orang tua, bahwa Anda ditipu oleh orang yang menjanjikan ber-AGAMA lebih baik tapi Ujung-Ujungnya Penipuan. Mereka mengatas namakan Islam / NII. Insya Allah, Orang Tua bisa mengerti kebetulan saat ini banyak media yang mengupas kejahatan yang dilakukan NII Gadungan tersebut. Setelah mendengar cerita Anda, orang tua pasti melindungi dan membela Anaknya. Dan sebaliknya, semakin lama Anda di NII Gadungan, makin tidak nyaman hidup Anda, dan semakin sering berbohong pada Bapak Ibu dan Kakak-Kakak Anda …
08XXX XXXX XXX : Baik Mas Bahtiar, terima kasih telah bersedia berbagi masalah saya. Malam ini juga saya akan bicara pada Ibu saya.
08132 8484 289 : Sama-sama Saudara/i. Prioritas jihad atau perjuangan utama Anda saat ini adalah cerita jujur pada keluarga, kemudian bersama-sama keluarga melawan NII Gadungan tersebut
Ksatria 9:50 pm pada Januari 19, 2012 Permalink |
pernah, nyaris digiring dengan motif yang sama. NKRI… pertemuan dgn saudara yg lain, dlsb. Tapi beruntung juga jadi anak bandel, dikejar2 masih ae bisa ngelesss…. diajak ikut acara, ditelepon, disms, semua ditolak dengan sukses. Lama2 mereka capek dan hilang dari hidup gw.
Keblondrok Asmara 11:34 pm pada November 5, 2011 Permalink |
anjriit… dulu saya pernah dibawa ke jakarta dari jogja turun di senen, ganti naik bus turun di lebak bulus… ditutup mata sampai dengan kalo ga salah emlewati univ terbuka… saya belum sempat di bai’at… mulai disana setelah shalat saya menjadi jujur setengah ling lung… berawal dari situ.. saya mulai berontak… ketika mau dibawa ke rumah lain dan alhamdulillah macet saya kabur dan dikejar 5 orang… mulai berontak 2 hari saya debat disana ga dikasi makan… anjing!!! nyampe jogja lagi saya di culik lagi”katanya mau diantar” tapi dibawa ke kontrakan kosong… dari situ kita debat panjang… dari pagi jam 9 nyampai jam 7malam… dikroyok dengan 23 orang.. debat agama… semakin sengit dan lapar… pengen tak pukul, tidak diantar pulang tapi saya ukul pintu dan saya tendang akhirnya di antar juga….orang tua bingung 3 hari tak ada kabar dihubungi ga bisa… itu yg mmbuat orang tua saya manangis… kalo ketemu pengen tak penggal kepalanya!!!!!!!! anjink memang orang2 kelaparan penista agama!!!!!!!!!!!!
Sandra 11:29 am pada November 1, 2011 Permalink |
Assalamualaykum Wr.Wb.
Kisaran thn 96,saya dpt kabar bahwa beberapa tmn saya masuk dlm jaringan NII (waktu itu lbh dikenal N11 “N-sebelas”).Salah satu temen yg terlibat dtg ke taklim saya dan menceritakan semuanya kpd guru ngaji kami,ia bingung setengah mati harus bgaimana, maklum waktu itu temen saya msh kuliah smester pertama (saya sendiri msh SMA), dia bingung karena permasalahan uang yg diminta di N11.Jujur karena saya msh SMA, saya ga terlalu ngerasa bahwa N11 itu adalah sbuah ancaman yg berbahaya,tp sangat kesal dgn N11 karena mendengar pengakuan teman saya.
stelah kejadian itu guru kami lgsg membeberkan mslh DI/TII – NII.yg saya tahu, bahwa DI/TII itu adalah sbuah gerakan pemberontakan pd thn 1949 yg dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo (dlm tubuh N11 sering disebut dgn SMK/SEMANGKA utk mengaburkan).mendengar pembeberan guru saya,saya tertarik ingin tahu lbh dlm mslh N11,yah…bgitulah anak muda klo giroh Islamnya lg muncak,tp ilmunya msh sdikit.
akhirnya secara diam2 saya dan beberapa teman saya mencoba mencari tahu tentang N11 dgn cara tetap menyuruh teman saya tadi terus berkutat di N11,mslh uang kami patungan utk membantu dia (dan kbetulan ada salah satu teman yg cukup tajir diantara kami..hehehe). Dari teman saya itu, kami smua mendapat informasi tentang N11,dri cara perekrutan sampai kegiatan2-nya. Karena msh mengandalkan informasi dri seorang teman, pengetahuan saya tentang N11 sgt lambat,karena teman saya yg berada di N11 itu jarang pulang,dalam 1 bln mungkin hanya bsa bertemu dengannya 2 sampai 3 kali saja,itu pun tdk terlalu lama,paling2 hanya skitar 2 jam. Teman saya beberapa kali mengeluh untuk berhenti melakukan hal ini, ia sudah sgt lelah,dan batin-nya sangat terganggu, tp kami berhasil meyakinkannya agar tetap bertahan sampai kami rasa cukup informasi tentang N11.
Pd thn 1998,saya lulus SMA dan mulai kuliah, kegiatan kami mencari informasi N11 pun menurun. Hal ini dikarenakan teman saya sudah keluar dari N11 karena sudah tidak kuat lgi secara batin, dia akhirnya pulang ke Malang, dan kuliahnya pun tidak selesai di Jakarta. Selain itu, kita smua tahu kejadian negara kita pd tahun 1998, teman2 yg kuliah angkatan 98 kebawah juga pasti merasakan kuliah dijalanan utk menuntut keadilan bagi rakyat. Bisa dikatakan akhir tahun 98 kami sudah berhenti sama sekali dri mencari informasi tentang N11 karena kesibukan kuliah di jalanan tadi.
Ktika liburan smester pd pertengahan thn 99, salah satu teman baik saya membicarakan lgi tentang N11. Kami pun membuka kembali lembaran2 yg tercatat dri hasil informasi yg sdh kita dpt dulu. Bberapa catatan itu sperti ini:
PEREKRUTAN N11
1. Cara perekrutan mereka dgn cara pendekatan personal, mereka akan mencoba berdiskusi dgn kita, bahan diskusi itu bsa apa saja, yg penting kita (calon korban) menyukai tema diskusi itu.
2. mereka akan membawa kita ke tmpt seorang teman mereka yg katanya lbh paham mslh diskusi td.
3. Sampai disana (di rumah tmn mereka), topik diskusi akan berubah menjadi sebuah pendoktrinan masalah negara. Akan ada perbandingan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia dgn NKA (Negara Karunia Allah). NKRI akan disamakan dgn Mekah Jahiliyah dan NKA akan disamakan dgn Madinah.
4. Diskusi akan berlangsung 3x, diskusi ini berfungsi utk meyakini kita untuk berhijrah ke Madinah, yg dalam hal ini adalh berhijrah ke NKA.
5. Setelah kita yakin, kita akan ditanyakan brp infaq yg akan diberikan kpd NKA, infaq ini jg berfungsi sbgai sbg penebus dosa kita di NKRI yg Jahilliyah. Jumlah infaq bebas, bsa 300rb,500rb,1jt,3jt, smua tergantung keyakinan kita dgn nominal berapa kita merasa yakin menghilangkan dosa kita di NKRI.
6. Setelah kita yakin akan ber-Hijrah, kita akan dibawa kesatu tempat (pindah rumah).
7. Dari rumah kedua itu, kita akan diantar oleh sesorang menuju satu tempat lagi, di tempat itu kita akan dijemput oleh orang lain lagi. Dalam perjalanan ini kita akan disuruh memejamkan mata sampai ke tmpt tujuan.
8. Di rumah yg lokasinya tdk diketahui ini, proses hijrah dilaksanakan. Disini akan dikenalkan dgn Proklamsi NII, kita akan di baiat utk menjadi warga NII.
KEGIATAN N11
1. Berusaha merekrut anggota baru
2. Memenuhi kewajiban keuangan bulanan
3. Mengikuti kegiatan yg diadakan N11 (klo ga salah namanya Tasqiah)
4. Mampu memberikan tilawah (biasa disebut TL) kpd calon anggota baru
5. Siap menjadi pemimpin kabilah
6. Mampu menyembunyikan jati diri N11 dan melindungi anggota lainnya
note: bisanya para perekrut adalah teman kita sendiri yg tidak kita ketahui bahwa mereka telah masuk duluan menjadi anggota N11. (ini hal yg paling berbahaya)
Itulah bbrapa catatan yg bisa kita kumpulkan dri teman saya yg pernah terlibat N11. Sebenarnya msh bnyk lagi, tp saya rasa poin2 diatas adalah poin2 yg paling penting.
Catatan ini masih terasa kurang oleh kami, akhirnya kami memutuskan utk nyemplung langsung ke tubuh N11 klo ada kesempatan, dgn catatan masing2 harus saling menguatkan. Kira2 sebulan kemudian, tanpa disangka, salah seorang teman saya (seorang wanita) tiba2 berdiskusi dgn saya, dia menanyakan mslh agama dan ke galauannya tentang Indonesia, dia mengatakan klo ibadah itu harus khafah (mengacu pd Qur’an Al Baqarah : 208). Saya meladeni diskusinya, sampai akhirnya dia mengajak ke rumah temanya di bilangan bogor, dia bilang kakak temanya itu pintar dan mempunyai konsep yg baik utk beribadah.
Ajakan ini langsung membawa ingatan saya kpd N11, tanpa pikir panjang lagi saya lgsg mengiyakan, wajah teman saya pun terlihat sangat senang, dia bilang besok kita akan kesana. Teman2 saya yg berkomitmen utk mencari tahu N11-pun lgsg saya kabari, mereka dgn antusias mendukung saya.
Akhirnya terjadilah pertemuan saya dgn anggota N11, saya lgsg mengetahuinya berbekal pengalaman dri teman saya dahulu. Betul apa yg disampaikan teman saya dulu, smua alur dan prosesi yg dilakukan sama dgn catatan yg saya punya. Saya pun memberanikan diri utk dibaiat ke N11, tapi sebelumnya saya minta kepastian kepada teman2 saya utk mendukung dan menjaga saya, jujur saja pd saat itu saya cukup takut jga masalah keamanan saya. Akhirnya dgn mengucap Bismillah saya masuk ke tubuh N11.
Ternyata semua anggota N11 tmpt saya bergabung ini smuanya mahasiswa. saya mulai berkenalan satu-persatu, mereka sangat menyenangkan, yah karena memang usia kami hmpir sama. Satu bulan pertama saya diisi dgn tasqiyah2 dri mereka utk menguatkan saya. Pada awal bergabung saya dianggap ahli kitab karena saya adalah anggota rohis dan aktif di bidang2 keagamaan. Ahli kitab yg dimaksud disini bukanlah sorang yg hafiz Quran, melainkan orang yg dianggap sudah mengetahui Islam dri majlis2 taklim yg ada (ga buta fiqh).
Seorang Rizal (sbutan utk laki2 di N11) memiliki tanggung jawab utk menjadi pemimpin. Walhasil, smua rizal di N11 mendapat gemblengan ilmu yg cukup utk bekal menjadi pemimpin. Akhirnya saya bisa mengerti struktur N11, dri Imam (presiden) yg tertinggi sampai Qoim yg terendah. Dari Imam sampai Qoim terdiri dri 7 lapis, ini diibaratkan langit yg berlapis 7, tp maaf saya lupa susunannya apa saja, karena memang jarang dibicarakan demi keamanan mereka. Yang saya ingat bahwa kami punya alamat berdasarkan angka, contohnya sperti 93228 => 9 mewakili wilayah (KW9), 3 merepresentasikan kabupaten, 2 merepresentasikan kotamadya, 2 merepresentasikan kecamatan, dan 8 merepresentasikan kelurahan yg dipimpin seorang qoim. Dibawah Qoim ada kabilah2 yg merepresentasikan RW.
Setelah dianggap cukup matang, seorang Rizal akan melaksanakan Irsyadah, Irsyadah adalah salah satu syarat utk seorang Rizal agar bsa menjadi Qoim. Saya menjalani hari2 saya di N11 awalnya tanpa beban, toh ini hanya sebuah investigasi, pikir saya. Tapi lama kelamaan beban itu datang juga, karena saya adalah anggota mereka, maka saya harus menunjukkan kewajiban saya. Kuliah saya mulai terbengkalai, sayapun terpaksa mengajak beberapa teman untuk menjadi anggota N11, tpi saya tidak mengajak teman2 yg mengetahui misi saya, karena takut ketauan. Saya mengajak teman2 kuliah saya yg lainnya, sialnya semua teman yg saya ajak mau menjadi Anggota N11. Ada 6 orang yang saya ajak dan sukses menjadi anggota N11 (sory guys).
Setelah Irsyadah, biasanya seorang Rizal siap dinikahkan (dlm hukum N11 tentunya), setelah nikah di N11, mereka harus segera melaksanakan pernikahan di wilayah hukum NKRI. Jabatan terakhir saya di N11 memang tidak tinggi, saya hanya menjabat sbgai kepala kabilah, menurut saya ini lebih baik dri pada makin tinggi makin susah keluar, dan Alhamdulilah saya blm smpt dinikahkan di N11. Skitar akhir thn 1999, susunan 7 lapis pemerintahan berubah menjadi 5 lapis, dgn sistim odos atau sering juga mereka menyebutnya dgn sisitim distrik. Qoim saya menjelaskan bahwa perubahan ini mepresentasikan bahwa futuh smakin dekat, bagaikan matahari smakin dekat dgn bumi (maksudnya yg paling atas makin mendekat ke yg bawah). Pada tahun ini pula sebuah televisi melansir berita persmian Mahad Al Zaytun oleh presiden Habibie. Waktu itu kita smua berusaha menonton tayangan itu, karena ingin tahu seperti apa bentuk Mahad yg digadang-gadang sbagai tempat lahirnya Negara Islam itu. Setelah selesai menonton berita itu, Qoim saya menunjukan beberapa foto Mahad Al Zaytun yg terletak di Heurgeulis, Indramayu. Dari mulai tanah merah kosong, pondasi Masjid Rahmatan Lil Alamin, pondasi pesantren, dan beberapa plang bertuliskan YPI (yayasan pesantren indonesia)
Skitar akhir tahun 2002, akhirnya saya memberanikan diri utk tidak aktif lgi di N11. Ketika saya mulai jarang dtng lagi ke Malja (rumah tmpt mereka berkumpul/sering jga disebut mal), hampir tiap hari telp saya berdering utk menanyakan komitmen saya dgn N11, bahkan beberapa diantara mereka pun mendatangi rumah saya, yah saya sih menyambut mereka sebagai teman, tapi mereka terus-menerus menanyai komitmen saya, yang akhirnya membuat saya kesal juga lama kelamaan. Namun Alhamdulilah saya bisa melewati itu smua sampai saat ini.
Beberapa hal yg saya tangkap di N11 :
Saat ini kondisi N11 dlm keadaan perang, sehingga dlm kondisi seperti ini sholat tidak wajib hukumnya.
Mereka semua berbicara berdasarkan Quran, tpi dalam terjemahan, bukan dalam penafsiran. Sehingga mereka melakukan penafsiran dri kosa kata bahasa Indonesia, bukan kosa kata bahasa arab.
Orang tua kita, kakak adik, saudara, teman2 kita bukan lagi saudara seiman, mereka adalah orang2 kafir atau mereka sering menyebutnya dengan BT (binatang ternak)
Mereka menyamakan diri mereka sbagai Rasul.
Berbohong pd keluarga untuk meminta duit infaq/sodaqoh bukanlah suatu yang haram, dan mereka mengatakan ini bukan berbohong, tapi menyiasati. Banyak diantara mereka yang menjual harta benda milik keluarganya untuk memenuhi kewajiban keuangan. Mereka selalu mengatakan ini berjuang dengan cara harta dan jiwa (maliyah dan uluhiyah).
Mereka yg tidak hijrah ke N11 berarti kafir. Dasar mereka adlh Al Baqarah : 218.
Mereka meyakini bahwa akan terjadi futuh pd tahun 2000…well now 2010 guys.
Presiden Soekarno, Soeharto, dan Habibie, disamakan dgn Abu Jahal, Abu Lahab dan Abu Sofyan. Setelah kepemimpinan Abu Sofyan terjadi futuh mekah, maka setelah Presiden Habibie seharusnya terjadi futuh…Indonesia???
N11 mengajarkan bahwa ada yg ghoib dan nyata. Sholat adalah sbuah ritual yg ghoib, sedangkan sholat yg nyata adalah berperang menuju futuh, makannya sholat ga wajib bgi mereka karena dlm keadaan berperang…pertanyaanya perang sama siapa??? berjihad dgn cara mencuri/berbohong utk membayar infaq/sodaqoh???
Allah adalah Tuhan yg ghoib, maka Tuhan yg nyata adalah negara (NII), jd smua perintah negara adalah perintah Tuhan…wew???
Para anggotanya mencari nafkah di NKRI, karena N11 blm ada lapangan pekerjaan. Bahkan mereka makan di wilayah NKRI, karena N11 blm punya toko. Sedangkan NKRI dianggap haram, lalu kenapa mereka membangun Masjid dan Mahad melalui duit haram, makan pun makanan haram, karena mereka tidak mengakui doa Bismillahi Allhuakbar -nya versi NKRI ktika memotong hewan, dikarenakan orang NKRI adalah orang kafir.
Sebagai catatan, NII itu bukan sekedar AL Zaytun, tpi menyebar di Indonesia, maka kita wajib waspada. AL Zaytun hasil dri sumbangan para anggotanya yang entah itu duit haram atau halal, karena smua diambil dri NKRI yg katanya haram, bahkan seperti yg saya alami sendiri dan saya lihat dgn mata kepala saya sendiri, bahwa mereka meminta uang kpd orang tuanya/keluarganya dgn alasan utk bayar kuliah/beli buku, tpi nyatanya disetorkan ke N11. Malah beberapa anggota sering memberitahu saya, kalo minta duit itu jgn pake perasaan, karena mereka adalah orang kafir, walaupun itu orang tua kita sendiri. Mereka selalu mengatakan kita adalah orang kiri, sedangkan mereka adalah orang kanan. Hal ini diambil dari materi tilawah mereka yg membagi bahwa NKRI ada di sebelah kiri dan tmpt yg buruk, sedangkan NKA (NII) ada di sebelah kanan dan tmpt yg baik.
Semoga uraian saya ini dapat membantu kita semua utk mewaspadai gerakan NII, saya sadar masih banyak yg terlewat dari uraian saya diatas, karena pergerakan NII yg sudah sangat luas, tpi stidaknya saya ingin sedikit berbagi pengalaman dan berharap dpt menjadi bahan renungan atau pertimbangan teman2 smua…amin. Jika ingin mengetahui lebih banyak apa itu NII, teman2 bisa mencari buku2 karangan Al Chaidar, beliau banyak mengungkap tentang jaringan NII KW 9, dan disertai dokumen2 yg lbh akurat, tidak seperti tulisan saya ini yang hanya mengandalkan memoar belaka.
Mari kita berjuang bersama….ALLAHUAKBAR!!!
ciri-ciri nii menyimpang 9:19 am pada Juli 9, 2011 Permalink |
Mereka sholat, tapi di-qasar tanpa sebab / udzur yang jelas
Calon korban dengan agama kuat didekati oleh pengajak yang beragama kuat pula
Bisa juga didekati oleh lawan jenis, dengan menampakkan keindahan tubuhnya sebagai
daya tarik pada lawan jenis tersebut
Seseorang benar-benar sudah keluar dari NII, bila berani jujur apa
adanya. Berani lapang dada mengakui kesalahan-kesalahan selama ikut
NII dan menghubungi teman-teman yang dulu pernah dipengaruhinya.
Ancaman NII, hanya kamuflase saja, tidak ada efek samping atau akibatnya
Anonymous 9:36 am pada Mei 20, 2011 Permalink |
Mungkin akan lebih baik kalau ada yang mendampingi teman ini beretemu orang tuanya dan meyakinkan orang tuanya bahwa anaknya kena tipu sama orang2 NII. Kalau tidak bisa mendampingi langsung, bisa dengan telpon. Syukur ada yang mulai sadar dan mau kembali ke jalan yang benar.