SANTRIWAN, SANTRIWATI ATAU ALUMNI ZAYTUN DILARANG BACA INI

Judul Asli : BUNGLON-ISME SANG TUPAI

Oleh : Johnny ‘Kobra’ Tjahjono – PC : http://www.facebook.com/Johnny.Cobra – MB : http://m.facebook.com/Johnny.Cobra
- HP : 0813 8820 7555

Kemungkinan Besar Penyebab dialihkannya Deklarasi Gerakan Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) yg semula dipaksakan di GBK Senayan, lalu mendadak dipindahkan begitu saja lokasinya ke Gedung Stadion Palagan Alzaytun itu, ternyata telah terkuak sudah.! Hal ini dikarenakan telah hilangnya sebagian besar Sumber Dana Penyelengaraan acara akbar tsb, yang secara tak sengaja turut disita oleh Mabes POLRI dan POLDA Jateng kemarin atas tertangkapnya 6 orang Pentolan NIIKW2 Jateng, termasuk diantaranya adalah Gubernur NIIKW2 Jateng dan beberapa Kabag Gubernur dibawahnya yang lengkap dengan 9 buku tabungan BRItama yang ternyata rata2 isinya sebesar Rp.350juta tiap buku tabungannya!

Dana tsb sangat Penting artinya bagi Panji Gumilang, mengingat NIIKW2 sebulan terakhir ini telah berubah menjadi Tulang Punggung Alternatif Sumber Pendanaan NII Panji Gumilang,yg mengambil alih Tugas dan Fungsi NIIKW9 sebagai sumber pemasok dana terbesar Pergerakan Panji Gumilang selama ini , namun harus vacum tiba-tiba akibat efek luarbiasa Pemberitaan Media-massa atas kasus Pencucian Watak dan Otak dimulai dgn kasus “Lian” yang ditemukan kembali oleh keluarganya di Mesjid Ta’awud Puncak Kab Bogor Jawa Barat, ditambah lagi dengan kasus menghilangnya puluhan mahasiswa/i di berbagai tempat kampus termasuk belasan mahasiswa Universitas Muhammadyah Malang, untuk agenda acara yang tidak jelas, yang akhirnya terbukti untuk memenuhi Hajat Ritual Alih Warganegara , yaitu dari WNI menjadi warganegara NII Mabadi Tsalasah – Panji Gumilang!!

Nampaknya Panji Gumilang telah salah berhitung akibat upaya “pembongkarannya sendiri” dalam upaya pengelabuan kegiatan kriminalnya selama ini yang dihiasi dengan penuh kemuliaan nilai keIslaman seperti Hujummah Tabsyiriyah yang berakhir pada Musahadatun Hijrah, yang selama ini telah mengalami sukses besar sebagai hasil peminjaman dan kutak-kutik bongkar pasang tesis NII yang asli!

Pembongkaran terselubung ini adalah sebuah strategi CUCI TANGAN Panji Gumilang yang GAGAL setelah 15 tahun ini berhasil MENCURI JUBAH NII Kartosuwiryo sebagai ALASAN dan JUALAN Program-Programnya!

Kegagalan itu terindikasi jelas dengan akselerasi reaksi masyarakat luas di Indonesia yang mendadak cepat dan langsung tertuju kepada Ma’had AlZaytun yang ditenggarai telah bertindak Makar akbat peliputan kesaksian para Mantan NIIKW9 di media massa, yang selama beberapa tahun sebelumnya , para Mantan NIIKW9 itu selalu rajin menyuarakan jerit tangis penderitaan orang tua, korban kebengisan Panji Gumilang, yang selanjutnya hal tersebut mampu menambah amunisi nyali keberanian diri Mantan-Mantan NII lainnya untuk turut juga bersaksi , termasuk Mantan Petinggi NII – Mabadi Tsalasah setingkat Menteri yang bernama Imam Supriyanto.!

Perjudian Panji Gumilang kali ini telah berakibat FATAL, menyusul kegagalan demi kegagalan Panji Gumilang pada proyek2 ambisius prestisiusnya sebelumnya , yg harus segera Panji Gumilang “Kubur dan Lupakan” , dengan cara berspekulasi teoritis , bahwa akan sangat mudah dan mulus masa transisi transformasi pergerakan makar Panji Gumilang mengganti Jubah NII yang telah dikenakannya selama 15 tahun didalam pergerakan makar “bawah permukaan tanah” dengan Jubah lainnya yang kelak akan dikenakannya pada pergerakan “atas permukaan tanah”nya , yang tidak lain dan tidak bukan adalah JUBAH PANCASILA , bernama “Masyarakat Indonesia Membangun (MIM)”.

“Sepandai-pandainya Tupai meloncat toh akhirnya jatuh juga.!!”

Sangat tragis memang nasib NII itu, yang sudah menyerah kalah bahkan telah menderita lahir batin selama puluhan tahun itu, masih saja harus diperkosa nilai2 luhur NII oleh Panji Gumilang , sekedar utk memakmurkan pembangunan infrastruktur PonPes Alzaytun.!

Sesungguhnya , fungsi property megah yg ada di alzaytun itu adalah sebagai ALASAN KERDIL pertanggung jawaban Mas’ul/ Aparat NIIKW kepada umat desa/malja masing2, untuk kembali menekan paksa umat , menambah jumlah setoran perjuangannya , padahal, tidak sepenuhnya dana pembangunan properti alzaytun beserta isinya itu hanya berasal dari setoran perjuangan umat NII Mabadi Tsalasah Panji Gumilang.

Masalah tersebut sangat mudah dibuktikan terbalik , jika terlebih dahulu ditaksir nilai rupiah pembangunan properti ma’had alzaytun dengan jumlah dana perjuangan yang berhasil dikumpulkan selama ini , dan untuk itu diperkirakan seharusnya berjumlah lebih dari 10 juta orang WNI yang harus dipecundangi Panji Gumilang demi kepuasannya hidup mewah , terlindungi rakyatnya , sebagai pagar betis sentuhan masyarakat lokal di sekitar Haurgeulis Indramayu!

Lalu , jika jumlah warganegara NII mabadi tsalasah yang diakui Panji Gumilang itu hanyalah ratusan ribu orang saja, maka dari manakah sisa dana pembangunan property megah Alzaytun itu berasal??

Hal ini akan menjadi bahan penyelidikan Mabes Polri yang sangat menarik dikemudian hari , setelah Panji Gumilang DITANGKAP karena Tindak Pidana Makar!

Sumber data lain yang tidak kalah pentingnya, adalah doktrin produk Panji Gumilang itu sendiri yang bernama Mabadi Tsalasah, yang keberadaannya kitab ini kurang dimengerti oleh sebagian besar penduduk NEGERI Panji Gumilang (Ma’had Alzayttun) , terutama hal ini terjadi pada kaum setingkat santriwan/wati di Ma’had Alzaytun , sehingga wajarlah jika santriwan/wati itu selalu memberi komentar yang sifatnya membela , berupaya mati2an menjelas-tegaskan bahwa ainulyaqin tidak adanya keterkaitan NIIKW9 , ataupun NIIKW lainnya dgn civitas academica alzaytun,!

Tentu saja para santriwan/wati tidak tahu atau belum waktunya untuk mengerti tentang Mabadi Tsalasah oleh para muadhofnya!

Terbukti selama ini didalam pertarungan pemikiran didunia maya ini , Para Muadhof dengan nama-nama palsu , setengah mati bahu membahu berupaya keras membendung arus informasi yg dibangkitkan oleh para Mantan NII mabadi Tsalasah via dunia maya ini , karena jika sampai mereka mengetahui , maka akan sangat berbahaya dan berdampak langsung menyebabkan disorientasi santri besar2an , dan akan mampu membalik arah bangkitnya rasa kebencian para santriwan/wati Alzaytun yg amat sangat , kepada institusi pendidikan Alzaytun itu sendiri , termasuk kepada para muadhof , yang selama ini memiliki kedudukan sangat mulia dan dihormati oleh para santri Alzaytun namun ternyata malah bertindak membodohi dan menentang keingintahuan akal sehat para santrinya sendiri !

Muadhof akan menjadi sasaran empuk para santri alzaytun , karena dinilai memiliki andil menyembunyikan kebenaran , padahal pada setiap apapun laku lampah para santri itu selalu disodok dijejalin dgn ancaman kemuliaan , yang bersumber dari Kitabulloh AlQuran , sehingga bisa dibayangkan pemberontakan santri Alzaytun kepada fasilitas institusi pendidikannya ,yang selama ini sangat mereka bangga-banggakan atas kemegahan sarana dan pra sarana pendidikan di Ma’had Alzaytun , tetapi ternyata sangat tidak sebanding dengan besarnya nilai dosa keMUNAFIKan Alzaytun.!

Sebaliknya , yang terjadi pada golongan masyarakat Panji Gumilang yang lain , yang tidak semenara-gadingnya alzaytun, Kitab mabadi tsalasah malah lebih akrab di kalangan eksponen teritorial NIIKW , berapa pun kode angka akhirannya , termasuk warga umat NII bersistim KW, yang mana khusus untuk ini mereka harus mengertiMabadi Tsalasah karena mereka adalah “BURUH-BURUH IDEOLOGIS” penghasil pundi2 jarahan , yang bekerja untuk kepuasan ambisius Panji Gumilang.!

Pada kitab itu , sangat gamblang menemukan TITIK SINGGUNG yang menyatukan Alzaytun dengan NIIKW(x) , dan begitu juga sebaliknya , yaitu pada bagian ROMIYAH (target sasaran) TARBIYAH(Pendidikan)!

Pada KITAB MABADI TASALASAH terdapat 2 (dua) besaran ROMIYAH TARBIYAH yaitu :

1. ROMIYAH TARBIYAH FORMAL , bernama ALZAYTUN berbasis Pondok Pesantren ,
yang lengkap dengan segala fasilitas dan muatan pendidikannya , sebagai Pencetak Generasi Pemimpin Negara Islam (versi Panji Gumilang) di masa datang , dan satu- satuya , artinya hanya diselenggarakan di dalam wilayah kekuasaan Panji Gumilang , yang disebut Ma’had Alzaytun,

2.ROMIYAH TARBIYAH NON FORMAL , bernama BAROMIJ berbasis NIIKW / PANCASILA ,
yang kedudukannya selaku INDUK PENGENDALIAN dan PENGAWASAN semua program kegiatan Rukun Islam yang telah diterjemahkan-ulang isinya , sehingga sesuai dengan tahapan kemauan kebutuhan dana Panji Gumilang , yang harus dipatuhi dan WAJIB dilaksanakan oleh para pengikut Panji Gumilang diluar Ma’had Alzaytun , dalam kerangka Binnayatul.!

Intinya , Panji Gumilang telah memperkenalkan kepada kita , betapa massive sebuah akibat PERTEMPURAN MODERN GAYA BARU , tanpa perlu meledakkan bom terlebih dahulu , apalagi harus angkat senjata , sebagaimana “mujahid konvensional” lakukan selama ini!

Namun syaratnya , pertempuran ini hanya bisa terjadi , ketika suatu bangsa terkena wabah penyakit keduniawian / Hedonis , dimana salahsatu symptom-nya bernama KORUPSI , yang akut mendarah daging , akibat telah lunturnya nilai2 hakiki sikap keIslaman didalam menjawab persoalan sehari-hari!

Seruan alim ulama hanya sebatas pagar mesjid , bahkan tidak kurang Suryadarma Ali pun dgn mudah terbius HEDONIKAL ALZAYTUN , yang kontan memporak-porandakan istiqomah methodologi penelitiannya sebagai seorang ilmuwan mukmin , yang selayaknya sangat hati2 dan adil dalam testimoni.!

Namun!

Ini yg terpenting!

Apakah benar dan dibenarkan, untuk dan atas nama pemberantasan korupsi , maka menjadi SAH Panji Gumilang meminjam-busukkan jubah orang lain utk mengongkosi biaya perjuangannya dengan cara-cara mudhorot serta tidak bermartabat , dan tidak mengindahkan kaidah Halalan Thoyiban???

Apakah AKUNTABILITAS Panji Gumilang pribadi sudah benar-benar teruji selama ini secara syariah hukum Islam yang sedang gigih diperjuangkannya itu?

Apakah menjadi SAH pula Panji Gumilang , melalui mabadi tsalasah-nya itu mengajari orang agar sesat menyesatkan , mengajak orang lainnya berpindah kewarganegaraannya , dan apakah juga benar harus membuat NEGARA TANDINGAN didalam negara berdaulat , jika tujuannya hanya untuk pemberantasan korupsi?

Sedangkan yg diajak pindah itu justeru diajari tindak pidana korupsi, minimal merugikan dirinya sendiri dengan menyelewengkan dana SPP atau gaji untuk anak isteri , dan malah diajari kemunafikkan dengan berbagai macam bentuk ONANI PEMIKIRAN “keikhlasan bershodaqoh” jika Futuh lagi-lagi diundur?? Dan/atau jika terdapat program-program Panji Gumilang yang gagal??

Apakah artinya Futuh ,jika harus menjadi sangat jauh lagi berada “nun jauh” disana , setelah lenyapnya FATAMORGANA Negara Islam akibat transisi transformasi pergerakan bunglon “ganti jubah” Panji Gumilang yg terbaru , yaitu JUBAH PANCASILA bernama Masyarakat Indonesia Membangun!

Sebenarnya, apa manfaatnya Panji Gumilang bagi bangsa Indonesia , jika ternyata orang itu cuma memaksakan dirinya selaku guru bangsa , yg selalu melanggar sendiri nilai2 keindahan maknawiyah keguruannya sendiri , atau mungkin lebih pantas jika disebut “menjilat ludahnya sendiri”.?

Bukankah Proyek serta Program Panji Gumilang itu adalah karya nyata cir-ciri MUNAFIK MANIAK yg tampak jelas , tanpa perlu dibantah lagi , sehingga apakah sangat cocok dengan jargon propaganda alzaytun yg digadang-gadangkan ‘TALKLESS DO MORE itu.?

Lalu apa bedanya kalau begitu , antara Panji Gumilang dengan Koruptor di NKRI saat ini.??

Oleh : Johnny ‘Kobra’ Tjahjono – PC : http://www.facebook.com/Johnny.Cobra – MB : http://m.facebook.com/Johnny.Cobra
- HP : 0813 8820 7555