Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Bahtiar 4:30 pm on November 5, 2015 Permalink | Balas  

    Pengalaman Pahit 5 Tahun Hidup di NII 

    Pengalaman Pahit 5 Tahun Hidup di NII

    Afwan baru buka email lagi .. sedang sibuk tingkat akhir soalnya .. mohon doanya pak supaya saya segera lulus ..

    Tentang NII itu sebetulnya saya hanya baru menduga dari ciri2 ada infaq dluar kwajaran, doktrin yg dipaksakan dan ya materi kajian yg ganjil. Kalau benar2 mengaji kan ahsan nya akhwat dgn akhwat lagi .. tapi ini bisa dicampur ikhwan akhwat.

    Mereka teroganisir rapi pak setiap kali mau iedul adha ada uang qurban yg dipaksakan, karena mreka semua jual hewan qurban. Kalau iedul fitri mereka berjualan kue2 kering uangnya bukan untuk mereka melainkan untuk “negara” mereka sering sebut dienul islam. Untuk kajian mereka sering menipu, sampai2 di depan rumah kontrakan yg mereka sering pakai kajian itu ditulis pt.javora agar masyarakat sekitar tdk curiga.

    Mereka berpindah2 dari mulai kontrakan yg ckup jauh dari warga sampai sekolah mereka gunakan untuk kajian. Tapi mereka memanipulasi semuanya memalsukan semuanya seolah2 tdk ada kgiatan yg mencurigakan hanya menyampaikan materi seminar padahal di dalamnya mereka mencuci ratusan atau puluhan calon korban.

    Ada yg merwka sebut bai’at juga saya sempat juga dibawa ke sebuah kontrakan kecil bersama 2 teman saya kita disana didoakan katanya supaya hati teguh tapi bukan saya makin teguh saya malah makin curiga, isinya berupa syahadat tp ada doa tambahan meskipun saya dipaksa mengucap hati saya berontak ini tidak benar.

    Selama 5 tahun itu hidup penuh tekanan karena saya terus dipaksa membawa teman tapi saya tidak pernah membawa 1 temanpun. Saya fkir kalau ini salah bagaimana saya nanti menjeumuskan teman sendiri. Sampai2 mereka memaksa menyebutkan teman saya semuanya di sebuah kertas, terpaksa saya tulis saja namanya walau fiktif. Tidak ada 1 namapun yg benar teman saya, namanya saya palsukan saja.

    Ada celetukan dari salah satu pimpinan mungkin ckup tinggi jabatan dia di NII soalnya dia itu pandai bicara memutar balik fakta, dia bilang “mau infaq ga?” tapi infaq yg besar buat dienul islam..saya bilang saja saya jg masih uang org tua mana ada buat infaq bgtu apalagi jumlah besar, bukannya berdosa kalau infaq tnpa keikhlasan dan apalagi dia bilang kan org tua sudah memberinya k kamu jd itu sudah hak kamu.. Tapi saya timpali lagi ya hak saya tapi ada kewajiban untuk saya mempergunakan uang org tua sebijak mgkin, mngingat cari uang tu susah.

    Ada pengalaman yg ckup buruk juga dgn slh seorg akhwat, saking saya dipaksanya untuk berinfaq saya dipaksa bekerja paruh waktu di sebuah tempat outbond dengan bayaran 50 ribu sehari.. Tetapi ada yg ganjil disana kan saya harus pakai celana sedangkan posisi saya akhwat berhijab dgn gamis dan saya gamau memakai celana. Si akhwat itu malah bilang gapapa posisinya lagi darurat pakai aja celana lagian pkai rok nanti kotor2an gimana, saya tetap dgn pendirian saya memakai gamis kotor2an sehari itu dan akhirnya saya bilang, kalau memang ada infaq kenapa uang infaq itu tdk diberikan saja untuk saya yg posisinya saya sbetulnya yg membutuhkan, karena saya tdk mampu membayar infaq. Saya tdk mau lagi dipaksa bekerja bgtu lebih baik saya tinggalkan NII yg begini saya tegaskan lagi saya bilang , kenapa untuk berislam begitu sulit.

    Dlu aja rasululloh tdk memaksa umatnya untuk berinfak apalagi dgn menghalalkan sgala cara. Eh akhwat teman saya itu dia marah, malah sempat dia mengadu sama pimpinan nya lagi yg entahlah siapa itu yg jelas bapak2 katanya mau ktemu saya karena saya berontak terus gamau diatur. Pas ketemu orgnya biasa aja ga kliatan kaya ustadz tp dia ceramahin saya pas tiba waktu dzuhur saya kan mau shalat dia bilang nanti saja ini lbh penting . Saya tetap maksa shalat saya biarkan aja saya pergi k mesjid terdekat saya nangis disitu ngadu sama alloh.. Masa buat beribadah aja dipersulit. Pas saya balik lagi karena saya gatau itu tmpat nya dmna karena waktu datang itu saya dijemput sm akhwat itu mnuju tempat itu kalau saya tdk kmbali saya tdk akan tau jalan pulang nantinya. Dia kmbali ceramah tapi saya banyak menentang sampai wajah saya sudah tdk manis lagi saya menampakan ketidaksukaan dgn dia, dia emosi dgn saya dan saya meminta untuk pulang saja. Banyak lagi cerita sebetulnya hanya saya sampaikan begitu dulu.

     
  • Bahtiar 10:47 am on February 4, 2013 Permalink | Balas  

    GUNAWAN, MANTAN KARYAWAN AL ZAYTUN 

    silahkan mencantumkan no hp di kolom komentar di bawah ini

     
  • Bahtiar 11:53 am on November 26, 2012 Permalink | Balas  

    NASEHAT CARA MENGATASI TRAUMA NII KW 9 ZAYTUN 

    Reff : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/15/inilah-kisah-nyataku-bagaimana-cara-bangkit-dari-kematian-selama-3-tahun–503405.html

    udul Asli : Inilah Kisah Nyataku, Bagaimana Cara Bangkit dari Kematian Selama 3 Tahun ?

    15 November 2012

    Kawan, aku akan ceritakan padamu sebuah kisah rahasia. Cukup lama aku memendamnya dalam-dalam. Bahkan aku pernah bertekad, kisah ini adalah rahasia yang tak akan pernah kubagi. Biarlah tetap memprasasti dan menjadi rahasia seumur hidupku. Aku malu!

     

    Namun seiring berjalannya waktu, dan semakin luas pemahamanku tentang makna hidup, pun semakin bertambahnya keilmuan (agama) ku, aku memberanikan diri membuka kisah ini.

     

    Dulu, sekitar tahun 1998, tepatnya di sebuah kota industri di timur Jakarta, cerita ini bermula.
    Sepulang kerja aku mampir di sebuah masjid sebelah utara pasar dan bertemulah aku dengan seorang yang menjadi sebab petualangan gilaku. Diajaknya aku diskusi tentang keislaman. Pada saat itu minatku mempelajari ilmu-ilmu keislaman sedang menanjak, karena itulah aku sangat tertarik. Selayaknya ABG galau yang kehausan ilmu, aku bagai terhipnotis oleh alur percakapan yang mengalir diselingi perdebatan-perdebatan kecil. Diskusi berlanjut di sebuah rumah kontrakan. Dihadapkanlah aku dengan materi tetang dua jalan kehidupan. Wow.. menantang sekali.

     

    Waktu berlalu, dan dalam hitungan pekan aku bersedia untuk dibaiat dengan menyertakan setoran dana dari uang tabungan yang kuniatkan untuk melanjutkan kuliah. Maka resmilah aku menjadi anggota sebuah gerakan dakwah bawah tanah yang mengklaim sebagai penerus perjuangan Kartosuwiryo menegakkan dinullah di bumi Indonesia. Satu-satunya jalan keselamatan hanyalah dengan berhijrah dari RI ke kelompok ini. Ya. Karena negara RI adalah negara thoghut dan sesat dengan jaminan neraka, maka tidak ada pilihan lain selain berhijrah.

     

    Enam bulan berjalan, ada perang batin yang begitu meresahkan. Mana sesungguhnya yang benar?

     

    Namun karena kegigihan mereka me-’mepet’ ku, (inilah diantara kelebihan mereka) akhirnya aku menyerah dan ‘menghambakan diri’ ku sepenuhnya dalam kelompok ini, kaffah!

     

    Kawan, kau pasti tahu siapa aku dulu. Karena kelompok ini sering diberitakan semenjak banyak orangtua yag kehilangan jejak anaknya pun terjadi banyak keresahan di mana-mana. Betul, kawan. Aku dulu berada di dalam jaringan kelompok NII KW9.

     

    Kelompok sesat dan menyesatkan yang mengatasnamakan perjuangan Islam. Kini, aku sungguh menyesal, kawan…

     

    Tahukah kau, lebih dari 3 tahun aku ‘berjihad’ mengumpulkan anwal (pendanaan) dan anfus (rekrutmen) dengan niat perjuangan meninggikan kalimatillah. Betapa teramat bodoh dan dangkalnya keilmuanku dulu, ya kawan?

     

    Dan, pergolakan batin itu kembali terjadi. Besarnya target pengumpulan dana maupun perekrutan, ditambah keringnya kreatifitas, membuat hatiku resah lagi dan otakku bergolak hebat.

     

    Oh, kawan. Betapa dalam kesendirian (di tengah keramaian) aku seumpama cacing kecil yang dipanggang di atas matahari tengah siang. Itulah awal dimulainya pengembaraanku yang panjang.

     

    Kereta demi kereta,
    Kota demi kota,
    Kujelajahi selama ‘pelarian’.
    Aku mengalami peperangan jiwa lagi. Anehnya, kegalauan itu berlangsung kurang lebih enam bulan pula. Hah…

     

    Untuk kembali pulang, apa aku punya keberanian?
    Telah lama aku menganggap semua orang yang di luar KW9 adalah sesat, ahli neraka.
    (Sebentar kawan, biar kuhapus dulu air mataku yang menderas ini. Ah, aku kembali malu….)
    Terus, Bagaimana Caranya ?

     

    Akhirnya aku tahu caranya. Kuadukan saja hanya pada Allah, bukan kepada sipapaun. Terus terang pada saat itu, kepercayan pada manusia mulai tidak ada lagi. Itulah satu-satunya alasanku saat itu hanya mengadu padaNya.

     

    Ya, bukankah Allah Maha segalanya?
    Bukankah atas ijinNya semua yang menimpaku bisa terjadi?
    Semua ketetapan Allah adalah baik,
    tak ada secuilpun kesalahan.
    mutlak benar.

     

    Sholat 5 waktu mulai kurutinkan mengiringi aktifitasku mencari rejeki. Tahajud, dhuha, puasa, satu dua kubiasakan. (Sebagian warga KW9 menganggap ibadah sholat belum wajid dikarenakan Madinah (NII KW9) belum tegak. Begitulah salah satu prinsip nyeleneh mereka. Aneh ya?

     

    Dan itulah momen kepasrahan totalku pada Allah, Tuhanku.
    “Oh, Allah… Tuhanku.
    Maha dari segala Maha.
    Sumber dari segala sumber.
    Hanya padaMU lah aku mengadu.
    Tolong, seret aku kepada jalan hidayahMU dengan caraMU, Allah… “

     

    Kawan, sesederhana itu doaku.
    Sesimpel itu caraku.

     

    Akhirnya, memang benar bahwa semua akan indah pada waktunya. Pertolongan Allah tiba-tiba datang tak terduga dari arah yang tak disangka-sangka. Allohu rabbuna.

     

    Kawan, aku bisa pulang kampung. Menemui kekasih hati yang lama kutinggal pergi; ibu bapakku.
    Bapak yang menggeletak di rumah sakit dengan infus berseliweran kusalami dan kucium tangannya.
    Ibu merengkuhku dalam pelukan panjang yang penuh airvmata rindu.
    Ah, lega kawan. Kelegaan yang membuat malaikat pun cemburu.

     

    Aku bisa bangkit dari ‘kematian’ panjang yang pasti ada hikmah dibaliknya.

    Subhanallohi walhamdulillahi wala illaha illallahu wallohu akbar.

    Inilah kisahku, kawan. Apa kisahmu??

    (Sugar Rolays)

     

    Reff : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/15/inilah-kisah-nyataku-bagaimana-cara-bangkit-dari-kematian-selama-3-tahun–503405.html

     
    • Sugar Rolays 8:29 am on November 29, 2012 Permalink | Balas

    • corporation offshore 9:04 pm on November 27, 2012 Permalink | Balas

      Namun ada suatu fenomena unik yang lahir seiring dengan jatuhnya rezimOrba. Fenomena unik ini adalah peristiwa munculnya kekuatan ekstremis agamayang kian hari mulai berani menunjukkan taringnya. Kekuatan ekstremis agamamungkin lebih dikenal oleh publik sebagai kekuatan ekstrim kanan, gerakanfundamentalis, atau kelompok garis keras. Kekuatan ekstrim kanan yangdulunya berusaha ditekan dan ditumpas habis oleh rezim Orba kini telahmenjelma menjadi kekuatan yang menakutkan, yang memunculkan trauma akanperistiwa kelam dalam sejarah seperti pemberontakan DI/TII yang bertekadmenjadikan Indonesia sebagai negara Darul Islam. Bahaya laten sebenarnyayang ditudingkan terhadap wajah komunis oleh rezim Orba rupanya salahsasaran, kini kita melihat bahwa sebenarnya bahaya laten yang dihadapi olehbangsa kita adalah bahaya laten fundamentalis.

  • Bahtiar 11:39 am on November 26, 2012 Permalink | Balas  

    NASEHAT CARA MENGATASI TRAUMA NII KW 9 ZAYTUN 

    Judul Asli : Inilah Kisah Nyataku, Bagaimana Cara Bangkit dari Kematian Selama 3 Tahun ?

    15 November 2012

    Kawan, aku akan ceritakan padamu sebuah kisah rahasia. Cukup lama aku memendamnya dalam-dalam. Bahkan aku pernah bertekad, kisah ini adalah rahasia yang tak akan pernah kubagi. Biarlah tetap memprasasti dan menjadi rahasia seumur hidupku. Aku malu!

    Namun seiring berjalannya waktu, dan semakin luas pemahamanku tentang makna hidup, pun semakin bertambahnya keilmuan (agama) ku, aku memberanikan diri membuka kisah ini.

    Dulu, sekitar tahun 1998, tepatnya di sebuah kota industri di timur Jakarta, cerita ini bermula.
    Sepulang kerja aku mampir di sebuah masjid sebelah utara pasar dan bertemulah aku dengan seorang yang menjadi sebab petualangan gilaku. Diajaknya aku diskusi tentang keislaman. Pada saat itu minatku mempelajari ilmu-ilmu keislaman sedang menanjak, karena itulah aku sangat tertarik. Selayaknya ABG galau yang kehausan ilmu, aku bagai terhipnotis oleh alur percakapan yang mengalir diselingi perdebatan-perdebatan kecil. Diskusi berlanjut di sebuah rumah kontrakan. Dihadapkanlah aku dengan materi tetang dua jalan kehidupan. Wow.. menantang sekali.

    Waktu berlalu, dan dalam hitungan pekan aku bersedia untuk dibaiat dengan menyertakan setoran dana dari uang tabungan yang kuniatkan untuk melanjutkan kuliah. Maka resmilah aku menjadi anggota sebuah gerakan dakwah bawah tanah yang mengklaim sebagai penerus perjuangan Kartosuwiryo menegakkan dinullah di bumi Indonesia. Satu-satunya jalan keselamatan hanyalah dengan berhijrah dari RI ke kelompok ini. Ya. Karena negara RI adalah negara thoghut dan sesat dengan jaminan neraka, maka tidak ada pilihan lain selain berhijrah.

    Enam bulan berjalan, ada perang batin yang begitu meresahkan. Mana sesungguhnya yang benar?
    Namun karena kegigihan mereka me-’mepet’ ku, (inilah diantara kelebihan mereka) akhirnya aku menyerah dan ‘menghambakan diri’ ku sepenuhnya dalam kelompok ini, kaffah!

    Kawan, kau pasti tahu siapa aku dulu. Karena kelompok ini sering diberitakan semenjak banyak orangtua yag kehilangan jejak anaknya pun terjadi banyak keresahan di mana-mana. Betul, kawan. Aku dulu berada di dalam jaringan kelompok NII KW9.

    Kelompok sesat dan menyesatkan yang mengatasnamakan perjuangan Islam. Kini, aku sungguh menyesal, kawan…

    Tahukah kau, lebih dari 3 tahun aku ‘berjihad’ mengumpulkan anwal (pendanaan) dan anfus (rekrutmen) dengan niat perjuangan meninggikan kalimatillah. Betapa teramat bodoh dan dangkalnya keilmuanku dulu, ya kawan?

    Dan, pergolakan batin itu kembali terjadi. Besarnya target pengumpulan dana maupun perekrutan, ditambah keringnya kreatifitas, membuat hatiku resah lagi dan otakku bergolak hebat.

    Oh, kawan. Betapa dalam kesendirian (di tengah keramaian) aku seumpama cacing kecil yang dipanggang di atas matahari tengah siang. Itulah awal dimulainya pengembaraanku yang panjang.

    Kereta demi kereta,
    Kota demi kota,
    Kujelajahi selama ‘pelarian’.
    Aku mengalami peperangan jiwa lagi. Anehnya, kegalauan itu berlangsung kurang lebih enam bulan pula. Hah…

    Untuk kembali pulang, apa aku punya keberanian?
    Telah lama aku menganggap semua orang yang di luar KW9 adalah sesat, ahli neraka.
    (Sebentar kawan, biar kuhapus dulu air mataku yang menderas ini. Ah, aku kembali malu….)
    Terus, Bagaimana Caranya ?

    Akhirnya aku tahu caranya. Kuadukan saja hanya pada Allah, bukan kepada sipapaun. Terus terang pada saat itu, kepercayan pada manusia mulai tidak ada lagi. Itulah satu-satunya alasanku saat itu hanya mengadu padaNya.

    Ya, bukankah Allah Maha segalanya?
    Bukankah atas ijinNya semua yang menimpaku bisa terjadi?
    Semua ketetapan Allah adalah baik,
    tak ada secuilpun kesalahan.
    mutlak benar.

    Sholat 5 waktu mulai kurutinkan mengiringi aktifitasku mencari rejeki. Tahajud, dhuha, puasa, satu dua kubiasakan. (Sebagian warga KW9 menganggap ibadah sholat belum wajid dikarenakan Madinah (NII KW9) belum tegak. Begitulah salah satu prinsip nyeleneh mereka. Aneh ya?

    Dan itulah momen kepasrahan totalku pada Allah, Tuhanku.
    “Oh, Allah… Tuhanku.
    Maha dari segala Maha.
    Sumber dari segala sumber.
    Hanya padaMU lah aku mengadu.
    Tolong, seret aku kepada jalan hidayahMU dengan caraMU, Allah… “
    Kawan, sesederhana itu doaku.
    Sesimpel itu caraku.

    Akhirnya, memang benar bahwa semua akan indah pada waktunya. Pertolongan Allah tiba-tiba datang tak terduga dari arah yang tak disangka-sangka. Allohu rabbuna.

    Kawan, aku bisa pulang kampung. Menemui kekasih hati yang lama kutinggal pergi; ibu bapakku.
    Bapak yang menggeletak di rumah sakit dengan infus berseliweran kusalami dan kucium tangannya.
    Ibu merengkuhku dalam pelukan panjang yang penuh airvmata rindu.
    Ah, lega kawan. Kelegaan yang membuat malaikat pun cemburu.
    Aku bisa bangkit dari ‘kematian’ panjang yang pasti ada hikmah dibaliknya.

    Subhanallohi walhamdulillahi wala illaha illallahu wallohu akbar.

    Inilah kisahku, kawan. Apa kisahmu??
    (Sugar Rolays)

     
  • Bahtiar 10:03 am on October 1, 2012 Permalink | Balas  

    DIANCAM, ANAK AKAN DICULIK OLEH NII 

    Pak,

    Saya seorang suami, saya ingin menanyakan tentang sifat orang setelah keluar dari Nii, karena istri saya pernah jadi korban yang saya tau kata istri saya ikut sejak tahun 2006 dan saya ketahui sejak 2009, dan saya sendiri yang mengetahuinya setalah kami seperti orang misikin dan setelah istri saya banyak hutang baru dia saya tanya knapa tapi dgn berbagai cara saya baik keras maupun halus singkatnya dengan cra lembut dia mengaku diancam anak kami akan di culik jika tidak membayar sejumlah uang, yang ingin saya tanyakan apakah istri saya sudah benar2 bertaobat karena secara keuangan dia tdk seperti waktu itu, namun istri saya tidak pernah cerita secara detail waktu ikut Nii ini ke saya, apakah dampak nya setelah keluar karena istri saya sepertinya sangat keras seperti begitu berani ke saya sebagai suaminya mohon info

    Salam

    ===

    jawab :

    Bapak / Suami yang baik,
    selama istri tidak berterus terang, bercerita panjang lebar pada suami
    maka si istri masih mengikuti kegiatan ajaran nii tersebut.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya