Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Bahtiar 10:33 pm on February 21, 2019 Permalink | Balas  

    Korban NII awaL 2019 

    [18/2 09.33] pak, perkenalkan saya nisa pak, mohon info pak, apa bapak mengetahui seluk beluk NII ? saudara saya ada yg terjerumus disitu, bagamana supaya bisa kembali pulih seperti sedia kala ya pak ? sudah hampir 10 tahun dan dilakukan pengobatan belum bisa pulih.

    [18/2 09.40] Saudara nya yg terjerumus NII umur berapa ? Pria atau wanita ? Sudah berkeluarga atau belum ? Tinggal di kabupaten/kota mana ?

    [18/2 09.42] 35 tahun pak, pria, belum berkeluarga, di kabupaten kecil di Jawa tengah pak

    [18/2 09.47] saat ini dia kerja sebagai apa ? Apakah masih minta-minta uang ke orang tua ?

    [18/2 09.48] tidak kerja pak, hanya mengurung dirumah saja, sholat pun tidak mau, setaun sekali pasti kambuh mengamuknya, dan dibawa ke rs jiwa dan dari situ pun belum sembuh juga

    [18/2 09.51] Oh, itu kepercayaan terhadap agama sudah luntur akibat doktrin sesat NII. Coba dikonsultasikan dg ustadz atau kyai pesantren terdekat, agar dinasehati, diluruskan dan diyakinkan kembali agamanya. Pendidikan terakhir dimana ? Apakah perguruan tinggi ? SMA / SMK ? Atau SMP ?

    [18/2 09.53] hanya SMP pak, apakah bisa pulih seperti sedia kala pak ? soalnya baiatnya kalau ga mati ya gila,

    [18/2 09.57] Bisa sembuh seperti sedia kala, tapi sabar karena doktrinnya sudah meresap. Selain dinasehati ustadz atau kyai terdekat juga pertemukan kembali dengan teman-teman saat SMP dan SD, agar memori otak saat sehat belum kena doktrin pulih kembali

    [18/2 09.58] itu untuk ruqyah nya dilakukan dalam jangka waktu berpa lama ya pak ? sebulan sekali atau bagaimana ?

    [18/2 10.00] Ruqyah sekali saja di awal agar dia cerita jujur apa adanya

    [18/2 10.02] bapak ada saran ruqyah yg manjur ga pak, yg kasusnya seperti ini ikut NII ?

    [18/2 10.03] tempat ruqyah semua sama manjur, coba cari terdekat, terutama di lingkungan pesantren

    [18/2 10.05] baik pak, coba kami cari dlu pak ? apa yg pernah ikut ini dan keluar bisa seperti sedia kala lagi pak, pengalaman pengalaman bapak ?

    [18/2 10.06] Bisa pulih seperti sedia kala, tapi butuh waktu dan proses

    [18/2 10.07] baik pak, kami coba lakukan saran bapak, terima kasih.

    Iklan
     
  • Bahtiar 12:00 pm on October 9, 2018 Permalink | Balas  

    NII Panji Gumilang Oktober 2018 

    [7/10 19.24] : Assalamualaikum

    [7/10 21.41] : Waalaikum salaam

    [7/10 22.21] : Apakah benar ini kontak rehabilitas korban NII. ?

    [8/10 05.47] : Bukan, ini kontak sesama mantan NII yg telah sadar & keluar dari NII. Rehabilitasi bisa dilakukan secara mandiri

    [8/10 06.57] : Oh iya Alhmdulillah. Kalo boleh minta saran nya. Gimana pa caranya bisa keluar dari ikatan mereka. Sya sdah terlanjur jadi anggota namun stelah di amati banyak “kejanggalan” nya. Sya sudah mencoba bicara baik-baik untuk tidak ikut lagi kegiatan mereka tp mereka selalu mengkaitkan dengan alquran membuat sya merasa bersalah kalo keluar dari mereka.

    [8/10 09.06] : Mereka memang menggunakan ayat utk menakut-nakuti anggota nya. Padahal ayat tsb ditafsirkan menurut kehendak mereka sendiri. Utk bisa menilai tafsiran ayat lebih objektif saudara dpt membaca tulisan-tulisan mantan NII yg byk beredar di internet.

    [8/10 10.49] : Ohh sperti itu. 🤦‍♂ Oke nanti sya pelajari lagi pa. Bsok tgl 1hijriah pa. Biasanya ska ada yg dtang mau ambil infaq. Sbaiknya sya temui atau hindari pa.
    Kdang sya dilema kalo berinfaq pada sesuatu yang meragukan, khawatir yg sya infaq an ga jadi pahala. Tolong solusinya pa.

    [9/10 09.27] : Byk pilihan;

    ✓ bila mental kuat disertai bacaan & referensi internet yg byk, bisa ditemui, dihadapi, dan nyatakan keluar dari ajaran sesat NII. Ketawain aja kalo mereka pake ayat nuduh antum kafir, fasik, munafik dll

    ✓ mental msh setengah-setengah : temui dan beri infaq lebih sedikit dari biasanya, katakan saja sdg tdk ada uang

    ✓ mental msh ciut : jgn temui, hindari mereka. Sementara cari & ngungsi ke tempat aman

    [9/10 11.17] Zk : Siap Trimakasih atas sarannya.

     
    • Anonim 10:39 am on Oktober 24, 2018 Permalink | Balas

      Tidak bermutu sama skali..

  • Bahtiar 2:10 pm on July 11, 2018 Permalink | Balas  

    Adakah NII Putih ? 

    Tanya :

    Assalamu’alaikum, Pak Bahtiar..

    Saya ada sedikit pengalaman yg mau didiskusikan terkait dengan NII. Ada beberapa hal yg mau saya tanyakan juga.

    Jawab :

    Waalaikum salaam

    Silahkan bila ada yang ingin disampaikan

    T :

    Saya mahasiswa di salah satu perguruan di Jawa. Sebelumnya baru baru ini dibaiat. Namun mereka claim bahwa mereka adalah si putih, yg mana mereka bilang bahwa mereka yg benar dan yg merah lah yg sesat. Tapi saya ragu dan tidak meyakini sepenuhnya. Makanya saya berusaha mencari penjelasan. Mungkin dari Bapak tau sesuatu tentang merah atau putih ini..

    J :

    Membedakan NII putih dengan NII merah dapat diketahui dengan mengamati selama proses berjalan di NII

    NII merah :

    ✓ mengkafirkan orang lain bahkan orang tua kandung sendiri

    ✓ meninggalkan sholat

    ✓ kegiatan melulu cari & rekrutmen anggota baru

    ✓ terlalu fokus hanya mengumpulkan dana

    ✓ mendukung Syekh Panji Gumilang Mahad Al Zaytun Indramayu

    NII putih :

    ✓ berlawanan dg points di atas

    ✓ sudah punah bersamaan dg wasiat terakhir Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, bahwa semua tentara DI/TII beserta keluarga menyerah, sadar dan kembali ke pangkuan ibu Pertiwi NKRI. Beliau sendiri maju menebus kesalahan di depan regu tembak.

    ✓ wasiat tersebut dapat dibaca di museum tentara Siliwangi Bandung Jawa barat

    ✓ jadi kalo ada yg ngaku NII putih itu sebenarnya jadi-jadian utk mengelabui generasi muda awam sejarah

    T :

    Saya pribadi baru di permukaan belum benar benar masuk kedalamnya, memang ada infaq yg mereka wajibkan 2,5% dari penghasilan yg mereka bilang untuk dakwah fisabilillah. Saya sendiri belum pernah membayarkan itu. Mereka juga menentang pemerintahan dan politik berpartai. Lalu apabila ternyata memang benar ada merah dan putih. Sedang putih tidak seperti merah, apakah putih ini pantas untuk diikuti?

    J :

    Silahkan, tapi harus tetap kritis, waspada dan perbanyak membaca testimoni para mantan NII

     
  • Bahtiar 10:58 pm on June 8, 2018 Permalink | Balas  

    Neo NII 2018 

    Assalamualaikum pa.

    Sebelumnya perkenalkan nama saya X. 21 tahun. Tinggal di kota Y.

    Maksud saya mengirimkan surel ini tidak lain yaitu ingin sharing mengenai pengalaman saya satu tahun belakangan ini.

    Saya mendapat alamat email bapa ini dari salah satu tulisan bapa di internet.

    Singkat nya seperti ini cerita nya pa.

    Yaitu tepatnya tahun lalu di bulan agustus. Saya kembali bertemu dengan teman lama saya ketika di SD. Awalnya kita cuma main biasa. Main Playstation. Pertemuan itu terjadi 3x dalam 1 bulan. Minggu pertama kita bermain ber 3.

    Minggu ke 2 ber 4.

    Minggu ke 3 saya kembali diajak bermain playstation. Sebelumnya saya kira akan bermain sama seperti minggu kemarin yaitu minimal ber 3 dengan teman lain nya. Tetapi ternyata tidak. Saat itu saya hanya bermain dengan satu teman.

    Permainan selesai sekitar pukul 22.00

    Diperjalanan pulang saya diajak mampir di warung untuk sekedar minum kopi lalu dilanjutkan dengan obrolan ngalor ngidul sampai obrolan tertuju pada satu bahasan yaitu tujuan kita hidup di dunia.

    Kala itu obrolan menjurus memberikan pengetahuan kepada saya bahwa tujuan kitu hidup yaitu untuk beribadah. Lalu ibadah harus pada tempatnya yaitu di islam.

    Teman sy lalu bertanya islam yang mana yang benar. Kala itu dia menceritakan tentang hadits umat islam akan terbagi menjadi 73 golongan.

    Saat saya tanya islam yang mana yang akan selamat. Dia suruh saya membaca alquran al baqarah ayat 208. Bahwa islam yang benar itu yaitu islam yang kaffah. Dia mengatakan jika ibadah kita ingin diterima maka kita harus berada di islam yang benar pula.

    Diajak lah saya untuk keesokan hari nya untuk bertemu dengan seorang yang sanggup membimbing hidup kita. Sama sama mengharap ridho nya allah. Saya mengiyakan ajakan itu.

    Besok nya dipertemukanlah saya dengan beliau di antar oleh teman tsb di sebuah rumah.

    Pertemuan tersebut diawali dengan saya mengutarakan kedatangan saya ke tempat itu untuk apa.

    Lalu dilanjutkan dengan saya mengucap syahadat di hadapan beliau. Lepas itu beliau mendoakan saya.

    Sehabis itu sampai saat ini saya belum lagi bertemu dengan bapak yang menyaksisakan syahadat saya itu.

    Saya diminta untuk berkomitmen untuk siap dibimbing. Siap mengikuti kajian kajian yg diadakan.

    Saya hampir selalu mendatangi kajian kajian yg dijadwalkan untuk saya. Biasanya terjadwal 1x dalam satu minggu.

    Materi yang di dapat yaitu tentang kesadaran kehidupan. Iman kepada Allah. Rasul. Quran dan Islam (ARQI)

    Lalu tentang Hijrah.

    Setelah mendapat materi tentang hijrah

    Saya kembali diminta berkomitmen untuk bersyariah. Disebutnya BN (baitunnisa) saya diminta untuk membaca sumpah yang ada di surat al mumtahanah ayat 12. juga ada materi tentang infaq.

    Kira kira di bulan januari materi infaq ini saya terima. Di bulan januari itu lah saya mulai per bulan nya menyerahkan infaq sebesar 2,5% dari penghasilan perbulan saya.

    Berikutnya saya mendapat materi tentang dakwah. Jadi kita diharuskan untuk mendakwahi orang lain atau mengajak seseorang yang belum bergabung dengan kita.

    Saya mendapat materi tentang bagaimana cara kita mendakwahi calon member kita.

    Yaitu dengan cara pengkondisian, pengisian, ajakan dan taftis.

    Pengkondisian yaitu kita diharuskan untuk mendata calon member kita dimulai dari nama. Alamat. Pekerjaan. Usia. Pekerjaan orang tua.

    Data tersebut diwajibkan sebelum kita melanjutkan ke tahap berikutnya.

    Oh iya sebelumnya saya jelaskan dulu. Kajian yg saya ikuti biasa nya diselenggarakan tertutup. Tak jarang juga saat kita dibentrokan dengan jadwal lain kita diminta untuk memprioritaskan jadwal kajian ini. Bahkan membolehkan kita bersiasat kepada orang tua untuk memudahkan kita mendatangi undangan kajian tersebut.

    Hingga kita berdakwah juga kita menyiasati setiap bahasa yang dipakai.

    Berdakwah kita biasa menyebutnya marketing.

    Dai istilah nya sales.

    Mad’u istilahnya klien.

    Taftis istilahnya belanja.

    Infaq istilahnya japrem.

    Semuanya dilakukan semata karena untuk meyiasati agar dakwah kita berjalan aman. Karena akan menyampaikan hal yg sangat sensitif. Begitu tuturnya.

    Bahkan untuk klien nya saja dipilih pilih. Karena diusahakan untuk tidak mendakwahi polisi. Tni atau seseorang yang orang tua nya bekerja di intansi tersebut.

    Selain daripada dakwah tersebut ada juga yang disebutkan program keuangan.

    Dimana kita harus membatu program islam dalam hal keuangan juga. Untuk yg terakhir ini contohnya sebelum ramadhan ini saya membantu berjualan kue kue kering.

    Di program dakwah saya sudah mengajak 2 orang. 1 teman perempuan saya. Dan 1 adik laki laki saya.

    Diawal ramadhan saya mendapat keraguan tentang apa yang sedang saya jalani ini.

    Saya selalu merasakan ketidaknyamanan saat melakukan dakwah.

    Karena saya mempunyai fikiran saya berdakwah untuk menyalamatkan orang yang saya dakwahi.

    Sebelum mereka bergabung bersama kita. Masuk kedalam sistem islam yg kaffah ini. Itu artinya mereka tidak akan selamat. Semua ibadah yang mereka lakukan sia sia. Karena melakukan ibadah tidak pada tempatnya.

    Bahkan zakat yang saya keluarkan harus kepada amilin di sistem ini. Jika tidak hanya akan sia sia.

    Begitulah fikiran saya kala itu.

    Sampai satu waktu saya tak sengaja mendengar tausyiah salah satu ustadz di channel youtube. Tentang mengkafirkan orang islam lainnya.

    Barulah saya mulai membuka mata untuk kembali mengkaji apa yg sedang saya jalani.

    Istiqarah saya jalani. Referensi referensi dari sumber sumber lain saya baca baca di internet. Dan sampai saat ini saya belum menemukan referensi yang membenarkan tindakan saya sebelumnya.

    Sampai saat ini saya lebih condong untuk meninggalkan sistem yang sedang saya jalani.

    Saat ini saya meminta nasihat dari pa bahtiar untuk saya.

    Saya merasa sudah masuk sangat dalam.

    Mohon pencerahnya pa.

    Apakah ini termasuk NII? Karena tak ada satupun pemateri saya yang menyinggung tentang NII.

    Terima kasih sebelumnya.

    Wassalamualaikum

    ########

    Waalaikum salam sdr. X

    Dari yg sdr jelaskan itu jelas ajaran Islam menyimpang, walau mereka tdk menyebut NII tapi cara merekrut anggota sama persis dg NII.

    Agama hanya sebagai kedok, tujuan utama memeras uang, harta, tenaga, pikiran dan orang-orang di sekitar kehidupan sodara.

    Sebaiknya segera jaga jarak dg mereka, teman dan adik yg sdh diajak masuk dinasehati agar juga menjaga jarak.

    Tetap perbanyak membaca referensi-referensi ajaran Islam menyimpang.

    Yg sdr. alami byk jg dialami anak-anak muda yg lain, tapi setelah masuk, merasakan keanehan ajaran dan byk baca referensi, akhirnya sadar dan keluar.

    Demikian saran & masukan dari saya, bila ada yg ditanyakan lg, silahkan dibalas email ini

    Salam
    Bahtiar
    Mantan NII KW9
    Tangerang Selatan Banten

     
  • Bahtiar 7:52 am on May 21, 2018 Permalink | Balas  

    Teroris Surabaya, Riau, Remaja, Pemuda dan Kajian Keagamaan nya 

    Setelah Kejadian2 Teroris Surabaya & Riau, Remaja & Pemuda Meng-Evaluasi Kegiatan Kajian Keagamaan nya . . .

    Berikut salah satu testimoni nya :

    Mahasiswa (M) : Assalamualaikum

    Saya (S) : Waalaikum salam

    (M) : Ini dgn pak bahtiar ? Maaf pak sbelumnya. Saya dpat nmor bpak dri internet. Ada hal yg mau saya sharing dan mnta solusi sma bapak

    (S) : iya silahkan

    (M) : Saat ini saya sdg ikut kajian pak. Cma mereka gk nyebutin diri mereka NII. Tapi ciri2 dri blog yg bpk tulis udah jelas bget itu mereka pak. Awalnya saya di ajak kajian sma tetangga kontrakan/kost, karena saya blm trllu dalam sama agama, saya ikut aja, krena saya pikir itu kajian biasa. Materi2 awal kajian masih umum, mengenai kewajiban menuntut ilmu, sampai ada materi mengenai jamaah, baiah, dan tentang salahnya sistem yg dipakai di indonesia yg menggp bahwa indonesia memakai sistem orang kafir. Dimana yg di pakai adalah pancasila yg di yakini thogut. Smpek ada materi syahadah. Dan saya bsrta bbrpa teman disuruh sahadah ulang . Disini saya berpikir gk ada slahnya kali ya syahadat doang kan. Kemudian setelah saya syahadat, tempat kajian kita pindah2, tdinya cma 1 tmpat. Kita dpet materi beda2 dri msing2 tmpt. Smpek ke pembaiatan. Sblum baiat kita di beri materi mengenai sejarah islam, sejarah mengenai bapak karotsuwryo pendiri. Stlah saya cati, ternyta beliau pendiri NII/DI/TII. Dari situ saya nyimpulin sndri kalau mereka ini NII, walaupun mereka tdk bilang. Tapi smpek skrng mereka merahasiakan imamnya. Kemudian smpai ke pembaiatan. Saya sendiri wktu dibaiat bener2 gk paham tujuannya, saya mau dibaiat krena rekan2 yg lain pada mau. Dri semua rekan yg ada, cma saya sndiri yg masih bujangan pak dan sttus msih mahasiswa smpek skrng, yg lain sudah berkeluarga. Setelah pembaiatan, saya blm naruh curiga. Karena bner2 awam. Setelah pembaiatan, kami msih sering ikut kajian mngguan dgn materi yg beda2. Sampai saya di pisah dri rekan2 yg sblmnya dan ditarik ke liqo yg seluruh anggotanya mahasiswa. Byak trnyata yg ikut, saya smkin gk naruh curiga krena kegiatan2 kita di situ positif, sprti motivasi, hafalan quran, infaq bulanan yg ktnya untuk jalan Allah. Saya udah ckup lama ikut, dri bulan september 2017, smpek skrng. Dipindah ke liqo mahasiswa sekitar januari. Udah ckup byak kenalan disana pak. Saya juga udah ckup dikenal dri pihak mereka. Bbrpa mnggu trkhir ini saya galau, bener apa enggk kelompok yg saya ikutin ini. Karena kita kajian selalu sembunyi2. Selalu bilang jgan smpek ketauan msyrkat umum dan aparat. Kren dmpknya buruk ktanga. Saya disuruh nyari anggota yg mereka sebut dengan rintisan. Tpi alhamdulillah saya blm pernah dpet. Smpai 1 hal yg buat saya sadar. Bulan ramadhan ini, mereka menagih infaq bulanan sama zakat. Saya bilang ke mereka, klok zakat saya biasa bayar bareng orang tua di kampung, kbtulan saya skrng kuliah di kota X . Trus setelah saya bilang begitu melalui WA. Mereka ngajak ketemuan. Dan mereka bilang kalok skrng kan kita punya imam, jdi zakat harus disini. Zakat yg ikut orang tua itu bukan zakat, itu cma sedekah. Jdi mereka ngnggep orang tua saya itu gk zakat, krena blm masuk keklompok mereka. Mereka juga bilang klok suruh narik orang tua saya masuk keklompok kita. Masa mau masuk surga sndrian. Saya mikir, jdi mereka ngnggep orng tua saya itu bukan orang islam. Tega bnget mereka ini, saya bener2 yakin kalok mereka ini orng yg menganut paham takfiri. Skrng saya mau keluar dri mereka, tpi saya bgung gmna cara2nya. Soalnya saya udah ckup dikenal, dan mereka pun udah tau kos2an saya. Blum lagi bbrpa orang2 yg awal2 ngjak kajian ini kontrakannya deket sma saya pak. Kira2 saya harua gmna ya pak. Karena kalok menghindar pun saya sulit. Mereka ada di sekeliling saya pak. Maksih pak sbelumnya udah nympetin wktunya ya

    (S) : Tanggapan pertama, walau tdk menyebut NII tp jelas itu NII krn nyebut2 Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, mengkafirkan orang tua kandung sendiri, menyalahkan sistem yg dibangun alim ulama Indonesia sejak berdirinya, menyalahkan Pancasila yg merupakan kesempatan bersama antar agama, suku dan ras di Indonesia sbg thogut.

    Kedua, walau isi kegiatan positif tapi UUD, ujung-ujungnya duit.

    Klo kedua hal tsb msh belum sadar juga, siap-siap tanpa sadar direkrut kelompok yg lbh radikal, ekstrim & doktrin bom bunuh diri !!!

    (M) : Iya pak, bahkan saya yg masih mahasiswa, blum kerja, msih di kirimin orng tua ttep di tagihin. Yg ktnya infaq bulanan . . . dll

    (S) : utk menghindari nya cukup mudah, karena mereka kelompok kajian agama tapi ” UUD “, ujung-ujungnya duit. Mereka hy brani mengancam, tp klo dilawan balik digertak mrk ngacir, pindah lokasi. Ada baiknya dilaporkan RT, RW, petugas atau aparat setempat. Agar keberadaan mereka terbatasi ruang gerak nya dan tidak byk anggota atau korban baru anak muda.

    (M) : terima kasih Pak, nanti sy tanya lg bila ada perkembangan atau msh bingung

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal