Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Bahtiar 8:49 pm on December 12, 2017 Permalink | Balas  

    Lagi-lagi NII 

    Dua belas tahun yang lalu, seorang karib mengajak saya menemui seseorang yang dia sebut sebagai Abi Rahman. Abi merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Mulai dari masalah modal usaha, pembukuan, utang piutang dan yang paling menonjol adalah kehidupan spiritualnya. Boleh dikata, semua kegiatannya dibawah pengawasan si Abi. Tak terkecuali dalam menentukan siapa jodohnya kelak. Dia pernah bilang begitu suatu saat.

    Atas dasar inilah, dia mengajak saya menemui si Abi. Katanya, ini adalah sarat mutlak bagi saya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dia tidak mau menjelaskan mengapa saya harus menemuinya, mengapa hal ini menjadi penting.
    “Jalani saja, kau akan tahu dengan sendirinya. Ini adalah pembekalan yang tidak hanya penting untukmu, juga diriku. Percayalah, kau akan menjadi orang yang baru setelahnya.”
    Begitu, dia selalu beralasan.

    Baiklah. Saya tak punya pilihan lain.

    Bertempat di sebuah rumah persis di samping komplek perumahan militer di bilangan Jakarta Timur, saya menjalani pembekalan selama dua hari penuh. Di kemudian hari, saya baru tahu bahwa pembekalan hari itu merupakan sebuah proses yang menurut kabar disebut tilawah.

    Tilawah berasal dari bahasa arab, yang kira-kira berarti kajian. Istilah ini juga digunakan untuk merujuk sebuah pembekalan awal, sebuah introduksi mengenai suatu gerakan yang bernama Negara Islam Indonesia khususnya Komandemen Wilayah IX (NII KW IX). Bagi anda yang sudah pernah bersinggungan dengan Multi Level Marketing, tentu akrab dengan istilah prospek. Meski tidak sama, kira-kira seperti itulah proses tilawah. Sebuah presentasi tentang pentingnya suatu hal.

    Rumah itu besar. Bergaya kebanyakan, bercat putih, berpagar tembok setinggi pinggang orang dewasa. Di dalamnya terdapat tiga buah kamar berukuran cukup besar dan sebuah dapur di belakang. Ruang tamunya juga cukup besar, berisi satu set kursi tamu dan sebuah televisi menghadap ke dalam. Di halamannya terparkir tiga buah sepeda motor. Beberapa orang yang kelihatannya penguni rumah itu langsung menyambut kedatangan karib saya dan saya dengan hangat. Sepertinya mereka sudah lama saling mengenal. Segera mereka terlibat pembicaraan dan canda tawa di dapur.

    Sesaat kemudian Abi Rahman muncul. Semua menyalami si Abi dengan takdzim dan menawarkan minuman. Dia memilih kopi, saya teh panas.

    Setelah minuman habis, saya dan karib saya diajak Abi masuk ke dalam sebuah ruangan.

    Ruangan itu kira-kira berukuran 4X5 meter. Bercat putih pula. Didalamnya, sebuah meja dan beberapa kursi plastik tersusun rapi. Di dinding dekat pintu, tertempel sebuah white board besar yang kelihatannya sering digunakan, lengkap dengan peralatannya. Di pojok, terlihat setumpuk Al-Quran dan terjemahannya versi Departemen Agama.

    Pintu ditutup dan tilawah pun dimulai.

    Tilawah diawali dengan sitiran sebuah ayat:
    “Dan tidaklah diciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah (kepadaku)”.
    Bahwa hidup manusia harus didedikasikan untuk ibadah, tidak gratis begitu saja. Ibadah harus dibuktikan dengan jihad. Jihad harus di buktikan dengan harta dan jiwa. Jihad dengan jiwa diwujudkan dengan iman yang tak bisa ditawar terhadap kebenaran agama. Jihad dengan harta diwujudkan dalam bentuk infak untuk membantu terwujudnya peradaban yang berbasis agama. Umumnya sebuah perintah, tentu mengenal kaidah Hadiah dan Hukuman. Untuk itulah Allah membentuk Surga dan Neraka. Surga sebagai hadiah bagi yang berprestasi, dan neraka untuk yang sebaliknya. Kata kunci hari itu adalah ibadah, jihad, infak, surga dan neraka. Dan seterusnya.

    Hari kedua diisi dengan konsep negara dan hukum.

    Lazimnya, sebuah negara dapat berdiri jika paling tidak memenuhi tiga unsur:
    1. adanya wilayah
    2. adanya penduduk yang mendiami wilayah tersebut; dan
    3. hukum yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan negara.

    Mengacu pada ayat pembukaan pada hari pertama, negara juga harus memiliki tujuan ibadah. Singkatnya, negara juga harus bisa membawa manusianya ke surga. Kesimpulannya, hidup yang benar (yang akan membawa ke surga) akan dapat dipenuhi jika:
    1. tinggal di wilayah islam
    2. tinggal bersama penduduk yang juga muslim; dan
    3. wilayah tersebut secara resmi menggunakan hukum islam.

    “Maka, barangsiapa yang tidak bertahkim (menggunakan hukum) kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur’an), maka mereka itu temasuk golongan orang kafir.”
    Dalam rangkaian ayat selanjutnya disebut sebagai orang yang munafik, dzalim, fasiq.

    Abi menekankan, kewajiban bertahkim adalah kewajiban kolektif, bukan individual. Bagaimana mungkin menerapkan hukum secara individual? Hal ini diperkuat dengan sebuah ayat:

    “Masuklah kalian ke dalam agama islam secara menyeluruh, dan jangan kalian berpecah belah.”

    Menurutnya, perintah “udkhuluu” dan “wa laa tafarraquu” itu menggunakan kata perintah jamak. Jadi, jelaslah bahwa kewajiban mendirikan negara islam adalah jelas dan tegas dalam Al Qur’an. Dia menyayangkan terjemahan versi Departemen Agama yang cenderung mereduksinya. Pendeknya, negara harus berdasarkan pada Al-Quran.

    Dikarenakan negara RI belum bisa memenuhi kriteria ketiga, maka negara kita dikategorikan sebagai negara kafir. Negara yang akan membawa kepada kesesatan, dan itu berarti neraka. Untuk itulah kita wajib melakukan hijrah menuju negara impian. Abi menyebutnya sebagai Negara Karunia Allah, Negara Islam Indonesia. Ketika saya desak, Abi tidak bersedia merinci tentang negara ini. Alasannya, saya orang luar yang belum boleh banyak tahu.

    Di akhir tilawah, saya diberi dua pilihan: memilih tetap menjadi warga negara RI dengan resiko masuk neraka atau memilih surga yang itu berarti masuk NII. Untuk itu, saya harus menjalani Bai’at (sumpah setia).

    Dengan sedikit geli, saya menolak.

    Jawaban yang membuat calon simboknya anak-anak menangis berderai.

    Duh! Maafkan aku, Cah Ayu…

     

    https://m.facebook.com/photo.php?fbid=10214595869029981&id=1219551407&set=gm.1808616425837031&refid=18&__tn__=EH-R

    Iklan
     
  • Bahtiar 11:34 pm on July 10, 2017 Permalink | Balas  

    Jejak Kesuksesan Zaytun . . . 

    1. 1200 sapi new zealand (ratusan milyar)
    2. Tanam duren,(milyaran)
    3. P3T (sdm hancur)
    4. Road to Beijing (kelas olah raga)
    5. Jahe (milyaran)
    6. Pesantren Udang(milyaran)
    7. Kasyafa (pemenang ngga dapat hadiah)
    8. UAZ (milyaran,sdm hancur)
    9. Padi basmati
    10.sorgum
    11.pulau rupat
    12. Universitas terbuka
    13. Bio etanol
    14. Mindanou state (kuliah jarak jauh)
    15.windu kencana
    16. ASSA
    17. Majalah Al Zaytun (dah berapa smester tak cetak)
    18. Rumah sehat (sdm hancur)
    19. sawah padi ikan
    20. Sekolah di 324 kota/kabupaten
    21. P2T2
    22. PLT Angin
    23. Program Biofiki
    24. Program KTT
    25. perumahan civitas
    26. Program kuliah s2 upi
    27. Ikut partai Republikan
    Gagal.. Sampai hancur.
    27. Partai Golkar… Sonplak di ujungnya.
    28. Partai PPP gagal semua calon anaknya.
    29. Berteman dg ketua partai Demokrat.. Hasil Dipenjara.
    30. Berteman dg Ketua Partai PPP .. Hasil Dipenjara ..
    31. Dg Partai Hanura.. Gagal total..
    32. MIM se Indonesia
    33.padi Simisuda
    34. Tanam pohon nyamplung
    35. Bumi perkemahan
    36. Investasi pertanian dr koordinator
    37. Amanat tali kasih setiap angkatan santri
    38. Lab Bahasa
    39. Kolam renang santri
    40. Kopi
    41. Pepaya (tekor)
    42. Tebu….??
    Dan akan datang program manis berikutnya….silahkan berhayal dengan milyaran uang umat terbuang…..

    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=329697454131670&id=100012742535943&refid=17&ref=m_notif&notif_t=like&_ft_=top_level_post_id.278459559287757:tl_objid.278459559287757:throwback_story_fbid.1454171951293004:thid.100001006389251:306061129499414:75:0:1501570799:6940056298363107027&__tn__=%2As

     

     
  • Bahtiar 11:05 pm on July 10, 2017 Permalink | Balas  

    Adakah Progran ASPG yg tercapai . . . 

    Surat Terbuka Untuk
    YAB Panji Gumilang
    Yang konon Katanya kepengen disebut dengan Panggilan Syakh

    Alhamdulillah…
    Saya berhasil masuk kedalam Ma’had tanpa pengawalan ketat dari Anjing Herder Anda yang sedang memeletkan lidahnya di gerbang Gate.

    Dan hari ini tepatnya tadi pagi saat acara pembukaan pembelajaran bersama seluruh civitas akademika Ma’had Al-Zaytun saya bisa menyaksikan anda berdiri sambil berpidato di depan audiens dengan Angkuh ,Congkak, Sombong serta Pongahnya di depan para Pengurus Yayasan, Majelis Guru, Asatidz Wal Asatidzah dan juga seluruh para Santri.

    Anda itu sudah tua bahkan sudah Batu tanah
    Dan waktu anda hidup di dunia ini sudah tidak lama

    Sudah lebih baik anda hentikan provokasi sana sini yang tiada henti memfitnah serta menjelekkan 116 guru di depan Civitas Akademika Ponpes Ma’had Al-Zaytun.
    Terutama khususnya para santri.

    Seakan-akan anda ini mengajarkan bahwa orang-orang yang sudah anda tendang (termasuk 116 guru) ingin menghancurkan Ma’had.

    Mana buktinya…???
    Mana datanya…???
    Valid atau tidak…..????

    Anda mengatakan kalau ada masalah wajib kita hadapi dan jangan lari
    (Lah wong 116 guru mengajak duduk bersama saja anda malah tidak mau menemui bahkan menutup pintu gerbang)

    Anda itu seharusnya sudah memikirkan untuk bekal kematian…
    Harta yang anda tumpuk dari hasil mengeruk dana Umat tidak akan bisa anda bawa ke liang Lahat.
    Anda itu semakin tua semakin ke kanak-kanakan.

    Sudah…
    Mumpung hari ini masih di berikan nafas serta umur yang manfaat lebih baik anda gunakan untuk bertaubat.
    Jangan lagi membuat kegaduhan..
    Jangan lagi membuat perpecahan dan jangan lagi membuat provokasi sana sini tiada henti.

    Saya sudah berbicara panjang lebar dengan salah satu Ulama sepuh yang kenal dengan anda dan tau bagaimana karakter anda..

    Kepada saya beliau menitipkan pesan untuk diri anda

    ” anda di minta untuk banyak2 beristighfar mohon ampun kepada Allah Swt serta memperbanyak shalat sunnah taubat sebelum ajal menjemput anda , belajar menerima masukan walaupun yang memberi masukan usianya lebih muda dari anda,
    tanpa didikan seorang guru anda tidak akan bisa seperti ini
    sayang saja dulu anda tidak menghormati guru tempat dimana anda menimba ilmu agama. ”

    Ttd
    20050096

    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1459085077468358&id=100001006389251&refid=7&ref=m_notif&notif_t=like&__tn__=%2As

     

     
  • Bahtiar 10:53 pm on July 10, 2017 Permalink | Balas  

    ASPG Hancur . . . 

    19875517_1427992790621017_5099958586215762814_n

     
  • Bahtiar 6:38 am on June 5, 2017 Permalink | Balas  

    Bapak Wali Santri 

    Surat dari Bapak yg anaknya disandera:
    Saya Nama : PB, mulai bekerja di Mahad Al Zaytun dari tahun 2006 dan Saya dikelurkan secara sepihak Desember 2016, dikaitkan dengan guru yang116, sejak itu menemui anak saja susah, tidak boleh, masuk hanya menunggu di gate, lalu dipanggilkan anaknya, menunggu 2jam tapi bertemu anak dikasih waktu 15menit, anak jg tidak dikasih makan makan, saya harus mengirim makanan & memberi uang makan.
    Tgl 25 mei 2017 istri sy mengajukan permohonan rekomendasi di masyikhoh, dan dari 9 wali santri yg hadir 8 walisantri bisa mengikuti acara dgn imam prawoto. Sedangkan istri sy tidak boleh ikut acara, dibilangin oleh ustzh Wn yg mendampingi acara tsb : “anak ibu harus keduanya lunas dulu, baru bisa pulang, nanti di telp”. Namun sampai 3 hari tidak ada yg menelp.

    Saat itu jg teman2 anak saya sudah pada pulang, jadi anak saya tinggal sendiri di kamar. Khususnya yg nisa menangis minta pulang, namun apa daya istri sy hanya bs menangis karna pulang dg tangan hampa, karna harus melunasi tagihanya, kira2 43jt untuk2 anak saya.
    Ada 3 anak sy yang sekolah di mahad
    1.IFF kelas12
    2.PR kelas 9
    3.RS kelas 7.
    Selama ini pembayaran Sekolah anak saya dipotong dr gaji, sehingga saya tiap bulan tidak bembawa pulang gaji.
    Istri saya berusaha meminta uang koprasi yg kira2 sebesar 7jt untuk dialihkan untuk biaya pendidikan, tapi tidak semudah itu, hrs memenuhi 4 syarat :
    1. Membuat pernyataan telah keluar dari yayasan
    2. Membuat pernyataan keluar dari koprasi
    3. Membawa slip setoran koprasi
    4. Menyerahkan kartu koprasi. Akhirnya istri sy mengurungkan untuk mengurusnya, karna hrs mengikuti birokrasi yg rumit.
    Saya masih berusaha mengurus ke instansi2 terkait bersama sama guru yg dikeluarkan mahad agar bisa membantu menyelesaikan masalah saya ini
    Tertanda PB

    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=134616547100721&id=100016571280001&refid=17&ref=m_notif&notif_t=like&_ft_=top_level_post_id.1416318905078309:tl_objid.1416318905078309:throwback_story_fbid.1416318905078309:thid.100001006389251:306061129499414:2:0:1498892399:-2689199537077491063&__tn__=%2As

     

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal