Updates from Februari, 2009 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Bahtiar 4:04 pm on February 23, 2009 Permalink | Balas  

    CARA KELUAR NII KW 9 

    Konsultasi melalui telpon :

    Kak, saya mahasiswi semester 6 jurusan pertanian pts di malang jawa timur. Saya telah ikut NII KW 9 selama 11 bulan dan saya makin muak dengan segala strategi tipu muslihatnya. Saya ingin keluar, tapi bagaimana caranya ? (identitas dirahasiakan)

    Jawab

    Syukurlah, adik telah melihat dengan mata, pikiran, hati tentang isi dalam NII KW 9 dan kemudian berniat untuk keluar. Caranya, pertama : biarin dan cuekin pimpinan adik di NII KW 9, jangan pernah menghubungi mereka. Kalo mereka menghubungi adik, jawablah dengan tegas, bahwa adik keluar dari NII KW 9, tapi bila belum berani jawablah dengan malas-malasan. Kalo diajak ketemuan, persulit dengan alasan keluarga, alasan teman, alasan acara kampus, dan lain sebagainya. Bila mereka mulai memaksa dan mengganggu kehidupan adik, laporkan pada polisi, atau orang yang adik percaya bisa melindungi diri adik. Di kampus bisa juga dilaporkan ke bagian kerohanian islam di tiap jurusan.

    Berbagi ceritalah dengan temen-temen kepercayaan adik, untuk mengurangi trauma karena ikut NII KW 9. Demikian semoga berguna.

    Ditulis ulang oleh
    Bahtiar
    Mantan NII KW 9
    HP. 08132 8484 289
    Email : bahtiar@gmail.com

    Note :

    1. Buat temen2 mantan NII KW 9 di sekitar Malang, mohon tambahan informasinya untuk menguatkan adik korban tersebut.
    2. Foto ilustrasi diambil dari sini
    Iklan
     
    • laporan warga 1:27 pm on Oktober 1, 2011 Permalink | Balas

      Salah satu markas MIM NII 93333 Zaytun, di Lenteng
      Agung Jl. Jagakarsa Gang Hidayah II No. 29 B.

    • hadian 11:03 am on Mei 15, 2011 Permalink | Balas

      suhanallah…….
      emang dunia ini sdah dpenuhi dengan orang2 yamg munafik,kekafiran seperti(NKRI)…..

      maka dari itu kita ( NII ) yang harus bisa memperjuangkan trus negara islam di indonesia,jangan sampai mundur……….
      walau harus mati skalipun……….
      @apalagi yang harus kta lakukan selain mempejuangkan (DINULLISLAM)…………

      .hidup didunia-pun akan,makmur,tentram&sejahtera DAN ktika kita matipun akan SAHID…dan allah pun akan mnempat kan kita disurga………..
      SUBHANALLOH…………………………
      apakah kalian para thogut tdak ter giyr atas janjinya alloh kepada insannya yang tlah mempejuankan AGAMAnya…………….
      kalau anda tergiur marilah kita sama2 menjunjun tinggi DINULISLAM……….
      ALLAHUAKBAR
      ALLAHUAKBAR
      ALLAHUAKBAR

    • bahtiar 5:08 am on Juni 4, 2010 Permalink | Balas

      Terima kasih Bapak Setiyadiagung, atas komentarnya, semoga menambah masukan pada masyarakat bagaimana cara menghadapi NII KW 9.

      Salam,
      https://niikw9.wordpress.com/2010/06/02/anak-anak-korban-nii-kw-9/

    • setiyadiagung 10:26 pm on Juni 2, 2010 Permalink | Balas

      tautan no 2 tuhkan google image…tinggal tulis telepon aja kok susah…

    • caktopik 10:02 pm on Juni 2, 2009 Permalink | Balas

      Waduh,dimalang ada juga y?
      Kalo boleh tau dimana tempat kumpulnya?

  • Bahtiar 9:48 am on February 17, 2009 Permalink | Balas  

    SAYA TAKUT DIBILANG KAFIR & KASLAN 



    Pertanyaan :
    Saya baru saja keluar dari NII KW 9. 
    Sejak masuk NII KW 9 saya tertekan, dikit2 dimintain duit, bohong sama orang tua.
    Saya ngerasa dosa, tapi kata orang NII KW 9 setiap saya tanya kenapa harus bohong mereka bilang itu emang cara berstrategi. 
    Jujur saja, untuk masalah agama saya memang belum terlalu paham. Masih awam lah istilahnya. Tapi sampai sekarang saya takut kalo dibilang kafir, dibilang kaslan, saya bingung, takut.
    Sekarang saya dimarahin orang tua saya gara2 duit 5juta di tabungan udah habis.
    Tolong kasih saya penjelasan, terimakasih.

    (Identitas disamarkan)
    Jawaban :

    Assalaamu’alaikum

    Salam kenal Mas/Mbak ….,

    Selamat, anda telah menentukan pilihan keluar.

    Mereka memang menggunakan segala cara baik itu dengan mempengaruhi jalan pikiran, menekan sedikit2, berbohong, membungkus dengan kata2 strategi perang, menuduh kafir, kaslan, musryik, munafiq, diancam bunuh, halal darahnya, diancam akan ditabrak di jalan raya, dan lain sebagainya, yang pada intinya meminta uang dan menambah anggota dari temen2 anda. 


    Tapi percayalah itu hanya gertak sambal, anda masih punya orang tua yang terbukti melindungi, merawat,dan menyayangi anda sejak bayi, apakah NII KW 9 melakukan itu – kecuali anda setor duit :).

    Anda juga punya temen2 yang masih memperhatikan anda dan menolong anda, jangan takut. Ketakutan itu malah dimanfaatkan oleh NII KW 9 untuk memeras uang, rasa percaya diri, dan kemerdekaan dari anda.

    Tentang uang 5 juta, sebaiknya anda jujur pada orang tua, selepas mereka berdua marah, tentu akan memahami dan kembali menyayangi anda. Tapi kalo anda menghilangkan setoran NII KW 9, belum tentu NII KW 9 akan tetep baik pada anda. 


    Anda boleh menelpon saya 08132 8484 289 di hadapan orang tua anda, saya akan membantu menjelaskan keadaan anda pada orang tua, agar orang tua mafhum dan melindungi anda.

    Demikian tanggapan dan penjelasan dari saya, semoga membantu. Bila ada yang kurang, silahkan kirim email kembali.

    Wassalaamu’alaikum,

    Bahtiar Rifai
    Mantan NII KW 9
    Email : bahtiar@gmail.com
    HP. 08132 8484 289, sebelum nelpon sms dulu yaa, kadang saya lagi berkendara atau lagi kerja 🙂

    Note : 
    1. Buat temen2 pembaca lain yang pernah punya pengalaman yang sama, mari kita berbagi, agar lebih banyak yang bisa kita dampingi dan kita tolong. 
    2. Buat warga NII KW 9 yang tertekan dan butuh pendampingan, silahkan sms ke 08132 8484 289 atau email ke bahtiar@gmail.com, data diri akan dijaga kerahasiaannya.
    3. Buat orang tua yang mendapati anaknya ikut NII KW 9, silahkan menghubungi nomer dan email di atas, saya akan membantu mengembalikan.
    4. Foto ilustrasi diambil dari sini … 🙂
     
    • ustadz penyembuh nii zaytun 1:25 pm on Oktober 1, 2011 Permalink | Balas

      Pa ,

      Ponpesnya darul tauhid di ledeng bandung yang dipimpin oleh KH abdulah gimnasiar (aa Gim) kebetulan disana dapat mentor ex NII juga beliau sudah meng NII kan puluhan orang aktip di NII 8 tahun juga.

      .

      Wasalam

    • jk 2:09 am on Juni 19, 2011 Permalink | Balas

      marilah bersatu

    • +966565984470 11:38 am on Mei 27, 2011 Permalink | Balas

      Kami tidak percaya Alzaytun sesat ! sampai detik ini kami selalu menginfakkan penghasilan kami pada Alzaytun ! Salam jihad ! Dari Front TKW / TKI Timur Tengah +966565984470

    • Junianto Bara 11:01 am on Mei 15, 2011 Permalink | Balas

      sudahlah jangan pada berantem gitu kita mesti jadi pribadi yang baik pribadi yang penuh toleransi, menurut saya NKRI itu benar pancasila juga benar, pancasila juga itu adalah hukum allah juga, NII juga benar semuanya benar, hanya tinggal di mix saja, yang ngarasa orang NII mari bertoleransi, yang merasa NKRI mari terus membangun negeri, hingga pada suatu masa kita akan menjadi bangsa yang baik dan di hargai oleh bangsa lain dan bisa duduk sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia… ” oya gue orang NII lo, kalo mau join ke NII tinggal hubungi gue aja bisa lewat facebook. jun_algifari@yahoo.co.id

    • Bahtiar Baihaqi 3:14 pm on Februari 20, 2009 Permalink | Balas

      Mangkane Mas Bah kerso berbagi tuk mengurangi keruwetan, Mas Ipoel. Ayo dukung Mas Bah.

    • Ipoul Bangsari 9:42 am on Februari 19, 2009 Permalink | Balas

      dunyane wis tambah ruwet, NII melu nambah ruwet.

  • Bahtiar 7:46 pm on February 13, 2009 Permalink | Balas  

    PENGALAMANKU DI NII KW9 

    Awalnya, pada akhir tahun 1994 M, saya selalu didekati kakak angkatan waktu kuliah (Abdullah Arief, Teknik Sipil UGM 1992 akhirnya D.O). Saya kuliah di Jurusan Teknik Nuklir angkatan 1993. Saya sering bincang-bincang dengan dia karena waktu itu saya udah cukup percaya dengannya, yang dulu juga kakak kelas saya waktu di SMA. Pertamanya dia sering mengajak bicara tentang kondisi sosial, agama, dan politik pada masa itu. Kemudian pembicaraan mulai intensif ke masalah agama.
    Dia mulai menjelaskan agama sebagai suatu sistem, yang dikongkritkan dalam bentuk negara. Dia menjelaskan dengan berbagai sumber ayat Al-Qur’an. Waktu saya masih sangat kurang pemahaman tentang makna ayat-ayat, sehingga saya nggak berani melakukan bantahan, atau tanya sedikitpun. Saya cuma mengiyakan, walau dalam hati banyak keraguan. Lagi pula kekuatan mental saya waktu itu masih muda atau ciut.
    Tahap berikutnya saya mulai ditemukan temennya. Sang teman (Syaiful Khoheri asal Kebumen, mahasiswa MIPA UGM 1987 – akhirnya D.O) menanyai tema-tema atau materi-materi yang sama seperti yang telah disampaikan kakak angkatanku. Bahkan seperti menguji dengan ayat-ayat tentang jihad, berkorban, atau perniagaan. Kemudian diakhiri dengan materi “hijrah”.
    Tahap berikutnya, saya diajak keluar kota Yogyakarta, yaitu ke kota Kebumen, kecamatan Prembun. Di sana, diulang lagi materi-materi di atas kemudian dijelaskan yang di maksud sistem Islam adalah …. NII/DI/TII. Walaupun dalam hati masih ragu-ragu juga, karena sejak awal sepertinya saya dikondisikan untuk tidak dapat mengelak atau mengatakan tidak. Akhirnya saya iyakan saja apa yang mereka inginkan, yaitu agar saya hijrah dari RI ke NII. Nggak ada salahnya kucoba, sambil cari pengalaman atau petualangan di dunia ektrim kanan… kataku menghibur hati.
    Beberapa hari setelah itu, saya dijelaskan waktu untuk hijrah. Yaitu di Kulon Progo, tanggal 24 November 1994. Saya hijrah dengan sodaqoh Rp. 250.000,00. Saya juga diberi nama baru, yaitu : Ja’far Rabbani. Menurut mereka saya resmi masuk menjadi warga Negara Islam Indonesia, propinsi Jawa Bagian Selatan. Sayang sekali saya lupa nama pimpinan-pimpinana yang menghijrahkan dan menyaksikan saya hijrah waktu itu. Yang saya ingat cuman Sugi (Mahasiswa Teknik Kimia UGM 1988 – akhirnya D.O)
    Setelah itu, saya masuk dalam dunia atau suasana baru dalam pribadi kehidupan saya. Saya kaget karena, saya mulai difahamkan bahwa dalam masa perang antara NII dengan RI, boleh tidak melakukan “sholat wajib”. Sholatnya yaa diganti dengan tilawah atau mencari anggota baru. Boleh melakukan fai’ atau mencuri, karena semua harta yang ada di dunia ini diperuntukkan bagi manusia yang sholeh, yaitu warga NII. Boleh melakukan tipu muslihat, atau makar yang dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan sekitar. Karena nota bene itu adalah kehidupan RI, jahiliyah mereka bilang. Saya juga disarankan untuk meninggalkan kuliah, dengan alasan itu didikan jahiliyah. Alhamdulillah itu tidak saya lakukan, walaupun senior-senior (mereka menyebut: bapak-bapak) banyak yang udah Drop Out dari kampusnya masing-masing. Saya juga diwajibkan untuk menyetor infak tiap bulan yang jumlahnya tidak boleh sama atau kurang dari bulan yang lalu. Kalau ini terjadi mereka akan mengacam dengan hadis… “barang siapa yang hari ini sama atau lebih jelek dari kemaren … maka …dst”. Saya harus bagaimana lagi …. ???? Selain itu saya juga diwajibkan mencari kader-kader baru, dengan jalan mencari kenalan, menemui teman-teman lama, untuk kemudian ditilawah dan ditaftis. Untuk mempermudah pekerjaan ini saya digabungkan dengan anggota lain yang bernama : Nur Hidayat (Mahasiswa Teknik Kimia UGM 1989, ini akhirnya lulus). 
    Dalam setahun saya hidup, dalam suasana batin sebagai warga NII, saya mendapatkan anak (kader) sebanyak tiga orang (1 cowok, 2 cewek). Saya renungi kembali makna hidup saya di NII …. sepertinya saya ini jadi aneh yaa … Saya makin dijauhi temen-temen dekat saya, karena sebagian mereka ada yang menolak saat saya tilawah, kemudian bilang pada teman yang lain, bahwa saya telah “berubah”. Nilai kuliah saya amburadul karena jarang kuliah…. kata senior saya, “nggak apa-apa demi tugas negara”. Hubungan saya dengan orang tua kandung jadi “dingin” karena saya menganggap mereka kafir, tapi hidup saya secara materi masih tergantung pada mereka berdua. Rasa percaya diriku juga makin luntur, hidup rasanya penuh pesimistik, dan lain-lain. Pernah saya terkejut saat diberi materi oleh senior saya tentang pernikahan. Bahwa perjodohan yang telah ditentukan pimpinan harus dilaksanakan, apapun rintangannya termasuk halangan dari orang tua kandung masing-masing. Yang penting pimpinan udah menikahkan, kemudian dihamili, pasti ortu kandung mereka nggak kuasa untuk menolak, Astagfirullah. 
    Bulan Oktober 1995 M, saya membaca artikel di Tempo, bahwa ada NII putih, ada pula NII merah. Kata senior saya, bahwa NII saya emang yang merah tapi tetep satu komando dengan yang dipusat (kata mereka pimpinan pusat dipegang Adah Jaelani). Saya yang baru dengar nama Adah Jaelani, yaa nurut aja apa kata mereka ….. Tapi makin lama, kegalauan, kegelisahan, dan kebingungan menyelimuti hidupku di NII. Akhirnya aku mulai mencari-cari alasan bagaimana bisa keluar dari kebingungan ini, kalau perlu keluar dari NII. Saya sampai bilang dalam hati; lebih baik kafir dari pada hidup pesimis. Umat nabi dulu optimis, aku kok pesimis … apanya yang salah yaa : diriku sendiri atau NII ?
    Puncaknya di bulan Desember 1995. Temen satu timku harus pulang ke Semarang (orang tua) karena lulus kuliah, hubunganku dengan senior yang di Jogja juga mulai nggak harmonis, temen-temen NII yang selevel dengan aku juga mulai banyak yang keluar. Akhirnya pada tanggal 18 Desember 1995 kuputuskan keluar dari NII, dengan bilang pada seniorku, yang bernama Abdan Syakuro (atau Syaiful Khoheri) lewat telpon bahwa saya sudah keluar, tidak percaya lagi dengan apa yang ia katakan. Amin. Aku juga bilang pada yunior-yuniorku apa yang telah kuputuskan. Anehnya kok mereka juga ikut keluar sama sepertiku …. yang nggak beres itu aku sendiri, yuniorku, seniorku, atau NII ?????
    Setelah keluar, aku kucing-kucingan dengan senior-seniorku, karena mereka mengancam akan membunuku, darah orang murtad itu halal kata mereka. Tapi kalau pas ketemu kok mereka malah yang ngacir nggak karuan … yang salah itu : aku, RI, atau NII sih ????? Kalau NII benar, aku juga merasa sangat berdosa, karena meninggalkan kebenaran, tapi kok begitu ???? aku nggak merasa menyesal meninggalkan NII …. aneh sekali lagi. 
    Masa-masa berikutnya kuisi dengan pemulihan baik jasmani yang kurus kering karena dulu kurang gizi (duit habis untuk infak / shodaqoh / tabungan / dll). Juga rohani yang kehilangan rasa percaya diri. Kedua bidang itu berupa, menjalin kembali persahabatan dengan temen-temen lama, rajin kuliah, bakti dengan orang tua, dan lain sebagainya.
    ============
    Update 2009 : Saya dah berkeluarga tinggal di Tangerang kerja di Jakarta Selatan, saya terbuka buat temen2 untuk berbagi cerita, silahkan sms di 08132 8484 289 atau berkirim imel di bahtiar@gmail.com
     
    • hamba allah 3:14 pm on Februari 14, 2016 Permalink | Balas

      punten pak, ada tmen saya punya paman anggota nii, trus dia ngajak saya dan temen temen saya. yang jadi masalahnya saya dan temen temen udh di baiat. nah pertanyaanara saya, cara menasehati temen saya agar tidak ikut ikutan sama pamannya itu gimana?? saya gak tega sama temen saya klo dilaporkan kepihak yang berwajib.

    • Jumlah Santri 3:26 pm on April 23, 2012 Permalink | Balas

      Fakta Angka yang Fantastis, dari jumlah santri 6000, setelah diadakan sosialisasi meluas dan masyartakat menjadi waspada dan sekarang total santri alzaytun total hanya tinggal 386, mayoritas santri berasal dari anak yg orang tuanya adalah NII, sedangkan santri yang NON NII ( korban promosi alzaytun ) hanya sekitar 30 orang…bagi masyarakat yang mau menyekolahkan anaknya di alzaytun silahkan pikir 2 kali sebelum terjebak kedalam propaganda kebusukan alzyatun

    • alif 4:25 pm on Januari 6, 2011 Permalink | Balas

      Jadi penasaran pingin masuk NII,…. Kaya apa sih Kayaknya Seru….

    • Mantan Nii Kw 9 6:41 am on Januari 5, 2011 Permalink | Balas

      Tdk smua yg mintak sumbangan adlh NII, tp klo proposalnya tyt piktip belaka, nah . . . pantas dislikidi itu 🙂

    • A 10:11 am on Januari 4, 2011 Permalink | Balas

      kalo ada yg minta2 sumbangan, apa termasuk jobdesk NII..?

    • aaa 5:09 pm on Desember 31, 2010 Permalink | Balas

      saya ingin bertanya, apakah semua jenis NII yg ada di Indonesia itu semuanya salah atau ada NII yg benar??

    • Pusat Rehabilitasi Korban Teroris NII NKA KW9 Mahad Az Zayton Nir Rojim 4:53 pm on Agustus 23, 2010 Permalink | Balas

      Sama-sama Sahabat Rizal

      Semoga tanggapan Anda tersebut akan menyemangati korban-korban NII yang masih minder untuk lebih berani menentukan sikap tegas pada Kesesatan Ajaran Teroris NII NKA KW9.

      Salam jabat erat,
      Bahtiar
      Mantan NII
      08132 8484 289
      mantanii@yahoo.co.id
      https://niikw9.wordpress.com
      Koordinator Pusat Rehabilitasi Korban Ajaran Teroris Sesat NII NKA KW9 PEMUDA KAHFI MAHAD Az ZAYTON Nir Rojim

    • Rizal 7:19 am on Agustus 22, 2010 Permalink | Balas

      mas bahtiar, terima kasih sudah membuat blog ini. Sangat berguna bagi orang2 yang didekati orang orang opportunis itu. Saya dulu pernah didekati dengan kawan sejak kecil sekali untuk ikut2an N11 di bandung, sempet mau dibawa ke Mall, tapi alhamdulillah mahasiswa itb yang katanya mau memberi nasihat tak bisa datang, sempat mau dibawa ke jakarta katanya buat dibaiat, tapi gak tau gak jadi, mungkin karena dia melihat saya juga cuek padhal dulu sempet goyah karena ayat2 alqur’an yang dia doktrinkan berkali kali. tapi itu tahun 98 saya masih SMA, sampai sekarang gak pernah sekalipun ketemu teman masa kecil saya, masih belum ridho rasanya sama dia, yang bawa2 saya ke N11 itu tanpa menjelaskan akibat dan konsekuensi ke depannya. Durhaka kepada ibu bapak, dan tidak shalat dan Puasa, membaca cerita cerita teman teman semua saya sungguh bersyukur saya tidak terjerumus dahulu. terima kasih sekali lagi mas bahtiar, semoga selalu dirahmati Allah SWT

    • bahtiar 4:46 pm on Juli 29, 2010 Permalink | Balas

      Terima kasih Mas Heru

      Telah berbagi pengalaman didekati gerombolan NII (pencuri).

      Semoga tulisan tersebut menjadikan kehati-hatian dan kewaspdaan masyarakat banyak.

      Salam,
      081328484289
      bahtiar@gmail.com
      https://niikw9.wordpress.com/2010/07/18/nii-hidup-jadi-hampa/

    • Heru 4:10 pm on Juli 29, 2010 Permalink | Balas

      di tahun 1997an saya pernah diajak pengajian di cirendeu oleh teman pembantu paman saya (karena dulu saya tinggal bersama paman).
      karena pengetahuan agama saya dulu yang boleh dibilang pas-pasan akhirnya saya ikut aja. sampai dirumahnya ternyata sudah ada 2 orang yang menunggu, setelah dimulai gak taunya pengajiannya semacam doktrin yang mengambil dan memotong2 ayat alqur’an dan di sambung2kan (ayat nya di gatuk-gatuke) dengan dalih ayat itu nantinya sebagai pengganti pancasila.
      pada pertemuan pengajian kedua saya membawa teman saya (yang dulu sudah pernah terjebak dan mencoba mengingatkan saya bahwa itu sesat)
      setibanya disana hampir terjadi percekcokan dengan teman saya tersebut.
      ugh… meskipun tidak banyak ada juga uang saya yang saya berikan(infaq katanya).
      sudah hampir berbulan2 saya tidak pernah maulagi memberi infak dan ikut pengajiannya lagi, tapi sering dihubungi tapi saya tidak pernah mau.
      terakhir Artin(nama teman pembantu paman saya itu) datang kerumah paman kebetulan saya sedang tidak dirumah,
      sesampai saya dirumah sore hari istri paman saya bari menyadari kalu dompet beserta isinya yang kebetulan habis gajian hilang padahal barusan di letakan diatas meja.
      ternya benar di NII mencuri yang bukan kelompoknya dianggap halal.
      nauzubillahimin dzalik.
      terima kasih kawan telah memperingatkan ku
      (dedicated to Adhi (wong plembang, ntah dimana kini)

    • bahtiar 9:41 am on Juli 19, 2010 Permalink | Balas

      Terima kasih Sahabat Arif dan Patur,

      Semoga tulisan NII ini, dapat menambah kewaspadaan sahabat-sahabat kita yang lain dari pengaruh kesesatannya.

      Salam jabat erat,
      https://niikw9.wordpress.com/2010/07/18/nii-hidup-jadi-hampa/

    • patur 11:49 am on Juli 16, 2010 Permalink | Balas

      untung bah….sampeyan gak ngajak aku kemarin….

    • arif MESSItaghfirin 1:45 pm on Juli 13, 2010 Permalink | Balas

      selamat bos..

      bahtiar adalah teman sekampus dengan aku selama di IAIN SUKIJO thn 1998… berarti dia sudah tidak NII krn keluar tahun 1995 dr NII…

      ok brur sukses dg kehidupan baruu…

    • bahtiar 10:14 pm on Juni 16, 2010 Permalink | Balas

      Terima kasih Mas Wahyu atas doa dan dukungannya.

      Mari berbagi cerita dan pengalaman, agar tidak banyak jatuh korban karena NII KW 9, terutama sahabat-sahabat muda muslim yang sedang giat-giatnya mencari jati diri.

      Salam,
      https://niikw9.wordpress.com/2010/04/23/terlepas-dari-nii-berkat-ncc-di-internet/

    • nothing 10:01 pm on Juni 16, 2010 Permalink | Balas

      Mas Bah, aku lagi ngerti cerito iki. tak kiro sampeyan mung sebel dengan NII karena ada keluarga atau kerabat sampeyan yang terjerat. jebule sampeyan dewe..
      mugi mugi ga ono cerito sedih neh koyo ngene…

    • bahtiar 9:25 am on Mei 15, 2010 Permalink | Balas

      Terima kasih Sdr. Abdul Qoyyum telah berbagi pengalaman hampir dibai’at / hijrah NII. Keteguhan dan ketegasan dapat menghindarkan Sdr. dari jurang kesesatan yang lebih dalam.

      Kalau boleh tahu, bagaimana kabar temen Sdr yang mengajak ikut NII tersebut ? apakah masih ikut NII ? Dia juga hanya korban dari NII yang patut untuk kita sadarkan, bila bertemu janganlah menghindar.

      Salam
      bahtiar
      https://niikw9.wordpress.com/2010/04/23/dunia-nii-ujung-ujungnya-duit/

    • Abdul Qoyyum 7:34 pm on Mei 12, 2010 Permalink | Balas

      Saya pernah ditawari NII juga oleh teman saya. untungnya saya sudah pernah dengar tentang NII sebelumnya. bahkan saya sudah pernah ketemu dengan korban NII yang sampai GILA (ketemu di sebuah pondok pesantren di JEPARA untuk berobat).

      Teman saya yang menawari tu bilang kalau menjalani islam itu harus secara keseluruhan. dan islam secara keseluruhan itu harus di negara Islam.
      saya bantah saja: “bertaqwalah dimana saja kamu berada. maaf saya tidak percaya dengan janji politik Anda.”

    • Odong 7:28 pm on Mei 12, 2010 Permalink | Balas

      Kalau ada orang NII ngajak-ngajak sambil maksa, gebukin aja rame- rame, laknat tu dia, sama dengan teroris.

    • bahtiar 7:16 am on April 22, 2010 Permalink | Balas

      Terima kasih Pak Andi, apakah Bapak juga punya pengalaman terjerat di NII KW 9 ? Insya Allah tulisan Bapak akan sangat berguna bagi siapapun yang membacanya, bahkan mereka yang belum tahu sama sekali apa itu NII KW 9.

      Salam,
      Bahtiar
      Mantan NII KW 9
      https://niikw9.wordpress.com
      Kumpulan Kisah Nyata korban-Korban NII KW 9

    • andi 4:44 pm on April 21, 2010 Permalink | Balas

      luar biasa pak, semoga diteguhkan untuk tetap berada di jalan yang benar. amiin

    • bahtiar 7:44 pm on November 2, 2009 Permalink | Balas

      Ibu Nur, terima kasih telah berbagi pengalaman. Semoga tidak banyak lagi jatuh korban karena NII KW 9 😦

    • nur abid 10:15 pm on Oktober 31, 2009 Permalink | Balas

      aku jg kenal bbrp mbak2 asrama yg ikut nii. tp aku lupa nama2nya.dan memang rata2 mengalami yg mas bah alami, tp ada yg keluar asrama jd aku ngga tahu selanjutnya. ada yg stlh kuluar nii (mba opik) merasa ada yg sll berusaha mencelakai dia, misal meneror, menabrak, dll

    • sochib 6:31 pm on April 29, 2009 Permalink | Balas

      Wah nggak nyangka Pak Bah punya cerita hidup seperti ini. Dulu waktu kuliah saya hanya mendengar dari cerita “orang luar” NII, sekarang saya membacanya langsung dari mantan “orang dalam”.

      Semoga selalu diberi kekuatan untuk membela kebenaran!

    • sochib 6:31 pm on April 29, 2009 Permalink | Balas

      Wah nggak nyangka Pak Bah punya cerita hidup seperti ini. Dulu waktu kuliah saya hanya mendengar dari cerita “orang luar” NII, sekarang saya membacanya langsung dari mantan “orang dalam”.

      Semoga selalu diberi kekuatan untuk membela kebenaran!

    • warm 7:34 am on Maret 8, 2009 Permalink | Balas

      sadis !

    • warm 7:34 am on Maret 8, 2009 Permalink | Balas

      sadis !

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal