DETIK-DETIK HIJRAH NII KW 9

Bersambung dari [MENYIBAK NII KW 9]

Minggu, 18 november 2007

Saya tiba di stasiun jakarta jam 8, yang jemput adalah umi S, dan abi Izat. Setelah itu saya pisah sama abi Izat dan ikut umi S naik angkot ke kalibata. Disana saya makan dulu, saat saya makan, umi S gak henti2nya ceramah tentang surga firdaus yg akan kita bangun.

Setelah itu saya di bawa ke mall kalibata untuk ketemu si pak K. Pak K melakukan pengecekan dll, setelah itu, dibawa lagi naik angkot entah ke daerah mana. dan disana udah ada mobil Hyundai nungguin kita. Saat itu saya akan melakukan pengecekan lagi, di tempat yang sama dengan yang dulu waktu saya pertama kali dicek. Di mobil itu, sambil nungguin yang lain saya duduk cuma berdua saja dengan seorang cewek, berjilbab, dengan wajah polos dan capek sedang duduk celingak-celinguk dengan tampang bingung. Namanya Dwi, anak baru diospek kemarin dan baru datang dari Semarang. Saat dia melihat tas saya penuh dengan pakaian, dia nanya ” Lho mbak? Emangnya hijrahnya dikasih tau yah? Kok udah persiapan? Saya aja baju melekat di badan. Niy baju satu2nya”. Saya ngeliat tampangnya yang keliatan banget habis perjalanan jauh menjadi sangat kasihan dengan anak ini, trus saya nanya2 ke dia yang ajakin hijrah siapa. Dia cerita dengan polosnya, bahwa dia sedang jalan2 di mall dengan temen2nya trus ketemu sama cewek yang kawannya temen2nya itu, diajak diskusi, dan hari itu juga langsung berangkat hijrah ke Jakarta, dengan menggadaikan HP nya dalam waktu singkat. Setelah itu, anak kedokteran UPN yang namanya Sarah datang dan kita pun dibawa ke daerah Cipadu Taman Asri. Setelah di tempat pengecekan, kami bertemu dengan sang abi. Setelah memperkenalkan diri satu per satu dan begitu tau si Sarah itu anak kedokteran, dia seperti dianakemaskan. Apalagi Sarah yang anak kedokteran bertampang lumayan, semakin menjadi2. Semakin yakin saya, kalo anak kedokteran emang punya nilai plus di mata NII KW 9.

Saat pengecekkan, banyak sekali pernyataan abi yang tidak masuk diakal, ketika saya kejar terus dengan rentetan pertanyaan, abi nya kewalahan dan cuma jawab seperti biasanya “ Memang sudah seperti itu.” Selesai pengecekan saya dibawa ke ITC fatmawati, tempat kantor salah satu Abi, namanya abi I, dia bercerita tentang dia yang 4 kali baru kenal ttg NII KW 9, padahal dia menolak mentah2. Dan akhirnya dia udah bertahan selama 7 tahun dan istrinya 8 tahun. Abi I juga cerita, 3 kali dia ngebatalin pernikahan, cewek yang ketiga2nya sudah lengkap dengan pernik2 mau acara nikahan, nggak jadi, diputusin sama abi I hanya karena mereka menolak masuk NII KW 9. Saat saya protes, dia bilang ” Emang sudah kayak gitu, yah sapa suruh nggak mau masuk, jadi mau gimana lagi donk”. Nggak heran Aldi jadi kayak gini.

Di tempat itu, saya istirahat sambil tazkiyah dan malamnya hujan-hujan dibawa ke daerah Tangerang. Di salah satu haltenya sudah menunggu beberapa cewek, dan ada dwi juga, kecuali si Sarah, katanya dia ada ujian jadi hijrahnya besok ( helloooowwww,,, andai dwi yang bilang dia ada ujian jadi nggak bisa berangkat, pasti dia disuruh cari berbagai alasan untuk bolos ujiannya, serius!). Kami berempat dibawa ke daerah entah apa namanya. Sampai disana, nggak ada satupun umi yang ada, yang ada malah abi, dan saya ngeliat wajahnya, lebih pantas di panggil “bapa” daripada Abi, karena dia lebih mirip dengan pendeta (Ini penilaian saya pribadi). Aneh ya? Apa lazim cewek2 yang masih perawan, serumah sama bapak2 tua yang bukan keluarga?

Malam itu udah jam 11 malam, kita disuruh menunggu petugas yang dateng mau ngecek. Tapi karena capek banget, dengan cueknya habis solat Isya saya langsung tidur di lantai, tepat depan si bapa yang punya rumah. Akhirnya bapaknya bilang ” Kamu udah ngantuk ya? Ya udah gelar karpetnya “. Ada 4 orang waktu itu, ada Dwi, Nia anak Jakarta asli, Fany anak bogor tapi asli banjar Negara yang sekampung dengan Dwi, dan saya sendiri. Jam 1 malam kita dibangunin. Petugas yang mau ngecek udah datang, karena saya sebel dibangunin, saya nggak peduli dia ada didepan saya (Orang itu duduk dikursi di belakang meja besar, dan kita melantai dibawahnya) . Temen2 saya udah pada bangun dan duduk, tapi saya dengan cueknya malah tidur lagi, setelah ditegur abinya baru saya mau bangun (ha-ha). Abi itu bilang, dia baru dari Pesantren (yang kita semua tau nama pesantrennya), habis ujian katanya. Disitu, dia nggak henti2nya menuding kita kafir,dzalimdsb. Dia juga bilang bahwa kami semua itu adalah domba jika belum hijrah.Pokoknya kita tuh dijelek2in banget, capek dengernya. Akhirnya karena saya muak dia nyebutin kita adalah binatang ternak untuk kesekian kalinya, saya langsung ambil bantal lagi dan cuek tidur di karpet tepat depan abinya yang duduk dikursi. Si Abi mengalah dan suruh kami untuk tidur.

Bersambung ke [TAFSIR AMAL DILIPAT GANDAKAN 700 KALI MODEL NII KW 9]

Ditulis ulang oleh :
Bahtiar Rifai
Mantan NII KW 9
HP. 08132 8484 289
Email : bahtiar@gmail.com
Ilustrasi diambil dari situs [ini]

Iklan