PASCA KELUAR DARI NII KW 9

Bersambung dari [AKHIR PENYUSUPAN DI NII KW 9]

Terkukung lumayan lama dengan masalah NII, membuat saya terbagi konsennya dengan kuliah, meskipun nilai saya Alhamdulillah nggak jatuh. Saat itu sore hari, sudah terhitung bulan saya nggak pernah nge net lagi buka situs NII. Mungkin sudah waktunya berbagi, tapi karena ingin konsen dengan kuliah dan skripsi, saya nggak mau buka situs NII lagi untuk sementara. Mungkin rasanya seperti merobek luka yang belum lama kering dan saya nggak mau konsentrasi studi saya buyar. Tetapi sore itu rasanya lain, entah angin apa yang membawa kaki saya, yang sudah berjalan pulang dan kembali lagi ke kampus, ke perpustakaan. Perpus sudah mau tutup, tapi saya bersikeras tetap didalam dan membuka situs NII untuk pertama kalinya sejak saya kabur dari mereka. Dan saya kaget, karena dari situ, ada satu tulisan, yang sepertinya mengeluarkan kata2nya dengan emosi, marah dengan NII. Karena gara2 NII dia banyak dibohongi dan menyakiti hati orang2 terdekatnya. Dan yang membuat saya benar2 terpaku, dibawah tulisan itu, ada no.HP Aldi, tetapi dia menggunakan nama cewek. Memang, khas Aldi, jika tidak mau diketahui idenstitasnya dia menyamarkan dirinya jadi cewek. Berikut ini adalah tulisan yang saya copy-pastekan dari situs NII itu .

“Informasi telah terbuka begitu lebar, bila kita mau membuka pikiran dan membuka hati, maka sebenarnya mudahlah bagi siapa saja untuk mengetahui kebusukan dan kebaikan. Hanya saja orang lebih suka bersembunyi di ruang-ruang tertutup dan Ekslusif, dengan di nina bobokan oleh jargon YANG PALING BENAR, maka terasa Bangga sekali dan dah pasti mewarisi Syurga, padahal hanya dibodohi.

Para perancang Jebakan tahu persis watak orang Indonesia, yang bangga bener kalau dah beda ame orang lain, apalagi diembel-embeli kata-kata “Paling”. Udah deh menikmati bener HALUSINASI yang diciptakan untuk membuat orang seperti KERBAU atau ROBOT, berbuat dan bertindak dengan melepaskan Rasionalitas dan Hati Nurani. Semuanya demi “Kelompok saya Yang Paling Benar”, padahal yang paling benar hanya Allah swt, lainya hanyalah menafsirkan sebagaimana pikiran manusia yang lain yang sangat terbatas.”

Vita – Alumni NII KW – 9
HP : 0852 815 85 190

Jadi, dengan kata lain, melihat tulisan dan no.HP, itu adalah Aldi. Senang sekali rasanya kalau memang itu Aldi. Saya mencoba buat komen dibawah tulisannya. Coment saya seperti ini:

• to mbak vita :

“saya setuju sekali dengan pendapat anda, sangat setuju sekali,,
saya juga merasakan seperti itu, saya menyakiti banyak orang, orang2 terdekat saya, saya sudah memaki2 mereka, saya lakukan apapun asal kedok saya tidak ketahuan, beberapa orang dekat mendekati saya untuk menjauhkan saya dari NII, tapi saya nggak peduli mereka, bahkan orang paling dekat denagn saya telah saya putuskan hubungan saya nggak mau ketemu dia lagi, kalo berpapasan saya pura2 menganggap dia tidak ada, saat itu saya merasa, “yah, emang harus seperti itu” dan saya telah memfitnah orang demi keeksisan saya di NII, lambat laun saya mengerti pemikiran mereka, jadi seperti itu lah, beberapa pemikiran mereka tidak sesuai dengan perkiraan saya, apa yang anda utarakan sama persis dengan yang saya rasakan..
saya butuh teman untuk berbagi, seperti mbak vita juga, maukah kita sama2 berbagi pengalaman dan mengayomi teman2 kita yang masih berada didalamnya? apakah anda sudah berhasil meminta maaf ke orang2 terdekat anda? saya, tidak punya keberanian untuk itu, saya terlalu tidak memilki hati nurani lagi saat menyakiti mereka..
saya telah menghubungi nomor anda,,tapi tidak aktif. saya harap kita bisa mendiskusikan ini semua. Saya tunggu dimana bisa menghubungi anda, saya sedikit mendapat pencerahan ada yang sependapat seperti saya, persis sekali dengan pemikiran saya, saya tunggu kabarnya. Terimakasih.”

Saya tidak menulis nama. Sengaja. Lagian yang saya tuliskan tidak benar2 terjadi cuma kedok doank karena sengaja memancing Aldi. Sebenarnya ada rasa sedih, kenapa kalau sudah keluar, tapi nggak coba mau berkomunikasi lagi sama saya. Apa dia masih berpikir bahwa saya masih orang kanan? Sehingga takut terjerumus lagi? Atau nggak mau tau sekali lagi segala hal yang berbau dengan NII. Kemudian saya mencoba miskol ke no. HP nya, tapi tidak aktif. Agak aneh sebenarnya, jika memang ingin berbagi, kenapa no.HP yang diberikan sudah tidak aktif. Mungkin nggak pengen identitasnya ketahuan, atau masih agak trauma dengan yang terjadi sehingga masih sulit membuka diri. Itu jelas dan bisa dimaklumi.

Dalam hitungan hari sampai minggu, saya mencoba tunggu balesan komen saya tapi nggak pernah dibalas. Saya berpikir, yang penting kalau itu memang benar Aldi, saya sangat bersyukur dia mau keluar. Meskipun bukan hasil jerih payah saya mengclearkan pikiran dia, membuka mata hati dan perasaan dia, tapi saya jadi merasa kunjungan saya hijrah di NII tidaklah sia-sia. Itu semuanya dari ALLAH. Kemudian dalam hitungan 1 bulan, ada sebuah tulisan di topik NII yang lain, tulisan itu seperti menceritakan sedikit apa yang terjadi, dan dari tulisan dia yang penuh dengan curhat-an, ada kalimat yang seperti mengcopy-paste-kan saja comment saya. Ini tulisannya :

“Saya setuju sekali dengan situs ini, sangat setuju ….
Demi ikut NII KW 9 saya menyakiti banyak orang, orang2 terdekat saya, saya sudah memaki2 mereka, saya memfitnah mereka, saya lakukan apapun asal kedok NII KW 9 saya tidak ketahuan. Beberapa orang dekat mendekati saya untuk menjauhkan saya dari NII, tapi saya nggak peduli mereka, bahkan orang paling dekat dengan saya (pacar) telah saya putuskan, saya nggak mau ketemu dia lagi, kalo berpapasan saya pura2 menganggap dia tidak ada.

Saat itu saya merasa, “yah, emang harus seperti itu” dan saya telah memfitnah orang demi ke-eksis-san saya di NII, walau hati saya juga merasa pedih, karena saya tidak mungkin mengaku ikut NII KW 9 kepada temen2 saya ….

Lambat laun saya mengerti pemikiran NII KW 9, beberapa pemikiran mereka tidak sesuai dengan hati nurani saya …

Segala hal yang situs ini sampaikan sama persis dengan yang saya rasakan … saya jadi dilema dan ragu, apa yang NII KW 9 janjikan saat tilawah ternyata bohong semua, hidup saya jadi kacau, kuliah saya amburadul, pekerjaan saya ikut terbengkalai, hubungan saya dengan orang tua jadi renggang, saya dijauhi temen2 yang dulu saya tilawah tapi tidak ikut masuk NII KW 9, saya harus berbohong pada orang tua untuk mendapatkan uang demi pemenuhan infaq, rasa percaya diri saya hilang … apakah Islam seperti ini yang Nabi tanamkan pada umatnya …. ???

Saya butuh teman untuk berbagi, semoga saya mendapatkan temen di situs ini, maukah kita sama2 berbagi pengalaman dan mengayomi teman2 kita yang masih berada didalamnya ?

Apakah anda sudah berhasil meminta maaf ke orang2 terdekat anda ? saya, belum punya keberanian untuk itu, saya butuh kekuatan hati nurani lagi … saya malu, apakah pembaca merasakan hal yang sama ?

Saya membutuhkan nomer2 telpon/HP yang bisa dihubungi, saya harap bisa membagi ini semua, terlalu berat hidup saya menanggung ini semua, saya butuh terapi penyembuhan, saya tunggu dimana bisa menghubungi pembaca semua yang mengalami saya seperti saya, saya mendapat pencerahan dengan membaca situs ini, persis sekali dengan yang saya alami.

Please tolong saya ….”

Zakiyah : azkiya_05@yahoo.com

Ini adalah tulisan yang saya temukan. Anehnya, tulisan ini kok hampir sama dengan comment saya buat tulisan Vita alias Aldi ya? (gak ta niy Aldi beneran or ga, yang jelas itu no.HP Aldi). Coba cocokkan, yang saya Bold itu adalah tulisan yang sama persis, tetapi untuk yang tulisan terakhir diatas, ada penambahan sedikit. Salah satu contoh kalau saya tuliskan bahwa: “ Saya terlalu tidak memilki hati nurani lagi saat menyakiti mereka.”, Tulisan diatas bilang : “Saya Butuh Kekuatan Hati Nurani Lagi….”

Kalau tidak ada kalimat saya yang seperti di copy-paste-kan saja dari pertanyaan saya untuk Aldi sebulan kemarin, saya tidak akan berpikir orang itu kemungkinan Aldi. Meskipun dari curhatan dia, mirip dengan kisah Aldi. Terlalu banyak kemungkinan sebenarnya. Kemudian dibawahnya ada emailnya pula azkiya_05@yahoo.com. Tapi aneh lagi, itu bukan emailnya, dan lagian itu email nama wanita. Bisa jadi memang dia sengaja. Saya merasa cukup terharu waktu itu, kalau memang dia nggak punya muka. Lagian sebenarnya saya sudah lama tidak mengingat lagi bagaimana dia memperlakukan saya dan memfitnah saya. Itu hal yang wajar jika di NII. Yang terpenting sekarang, tak peduli itu Aldi atau bukan meskipun saya waktu itu diatas 50% yakin itu Aldi, tak peduli juga dia menghubungi saya lagi atau nggak, bagaimana dia menilai saya, atau pikirannya pada saya apakah saya masih bersama orang NII atau dia sudah tau bahwa saya berpura-pura, nggak pernah penting lagi, karena memang yang paling penting bagi saya Aldi sudah keluar. Dia sudah merdeka dari NII.

Bersambung ke [SELALU KRITIS TERHADAP DOKTRIN NII KW 9]

Ditulis ulang oleh :
Bahtiar Rifai
Mantan NII KW 9
HP. 08132 8484 289
Email : bahtiar@gmail.com
Ilustrasi diambil dari situs [ini]

Iklan