TAFSIR AMAL DILIPAT GANDAKAN 700 KALI MODEL TERORIS NII KW 9

Bersambung dari [DETIK-DETIK HIJRAH NII KW 9]

Senin, 19 November 2007

Kami dibangunin jam 3, kamar tempat kami tidur digedor2 seperti ada gempa, tak ada aturannya. Setelah sholat shubuh, sambil tunggu jemputan saya memperhatikan, bapak2 itu malah tidur nggak satupun ada yang sholat. Pas jemputan datang dengan sopir yang nggak ramah sama sekali, kita jemput satu orang lagi, namanya Bunga, dia dari bandung, dan kaget melihat kami berempat semalam nginep bareng, karena dia bilang semalam dia nginepnya sendiri, yang lain cowok semua (Islam gimana tuh?). Sampai dimarkas, kita di kasih makan, daging sapi,mie dan nasi, dan orang yang nyediain gak henti2nya merengut, sama skali nggak ramah. Saat makan, kita berlima saling tukar cerita kenapa bisa ada disini, dan akhirnya saya sedikit ngebocorin, sedikit memprovokasi gitu. Saya bilang ” Kok aneh yah? Bapak2 yang tadi nggak solat? ” dan disitu timbul banyak kejanggalan versi mereka sendiri. Akhirnya kita tukeran nomer HP (walaupun dilarang keras tukeran no hp). Kita sepakat kalo ada keanehan lagi jangan lupa saling kasih tau. Karena setelah bertukar cerita, aneh2nya keluar semua. Belum berapa lama, datang sekitar 5 orang lagi, yang kalo saya tebak kemungkinan dari kelas menengah ke bawah . Ada yang sudah tante2, ada yang sudah ibu2. Mereka diperlakukan sama. Masa, baru aja mulai makan langsung disuruh makan cepet2. Karena saya sebel dan kasihan sama ibu2 itu, saya teriakin aja ” Orang baru datang juga,disuruh buru2!” tapi tentu saja pas abinya jauh.

Setelah itu, kita dibawa ke ruangan hijrah, disana baru saya tau, ibu dan tante2 tadi itu adalah janda, yang ibu2 adalah penjual jamu gendongan yang bikin saya tersayat karena dia dari kota tempat saya kuliah dan juga ternyata satu kereta sama saya. Sedangkan yang tante2 adalah penjual mie rebus dari Bekasi (apa yang mereka harapkan memeras janda2 ini?). Di kelas itu, mereka juga mewawancarai kita satu per satu, disuruh kasih KTP, saya ngaku KTP saya ketinggalan di tempat umi, jadi tulis identitas di kertas dengan alamat palsu.. Dikelas, mereka suka menanyai saya, karena jawaban saya selalu tepat, ( bagaimana nggak, tiap hari saya baca ilmu kalian dan mereka sudah mengulang2nya hampir seribukali hari itu tentang materinya). Alhasil, saat sumpah melepaskan kewarganegaraan RI, saya disuruh jadi pemimpin barisannya. Saya yang diminta memimpin untuk mengikrarkan. (Ya Allah, maafkan saya). Abi2 itu, yang mengaku saksi dan utusan ALLAh dengan nama Malik dan Ridwan, mereka menanyai kita semua kenapa ada disini, saya cerita apa adanya, tentang Aldi, dan tentang keinginan saya yang ngejatuhin tapi malah kejebak dan ingin masuk (tentu saja ini pura-pura) dan mereka bilang saya dapet hidayah sampai saya ada disini. Cerita saya mendapat sambutan dari para abi itu, Malik dan Ridwan beserta jajarannya.. Entah kenapa, wajah2 abi itu, sepertinya udah nggak asing, anak2 lain juga bilang begitu, wajah mereka seperti sering kali kami lihat.

Setelah acara pelepasan kewarganegaraan selesai, kami sholat berjamaah. Saat sholat jamaah, mereka bilang karena kita lagi hijrah, jadi sholatnya di jamak takdim, pada saat dzuhur, sholat yang harusnya 4 rakaat, langung di jamak, 2 rakaat dzuhur, 2 rakaat ashar, jadi 2 kali salam.?????. Aneh banget. Kan masih waktu dzuhur. Kami kan tidak melakukan perjalanan jauh. Saya tuker pandang dengan wajah heran dengan Bunga. Bunga Cuma bilang ” Whatever, yang penting gw lagi ga sholat walaupun aneh sih”, sedangkan yang lain nggak ada yang brani protes. Andai saya pun nggak tau ttg busuk2nya NII saya juga pasti tetap merasa heran. Walaupun mereka sudah membanding2kan isi proklamasi RI dengan NII dan emang smua benar dan masuk akal, bahkan saya sedikit sempat termakan , tetapi mengingat mereka hanya aliran sempalan yang berkedok islam serta diikuti cara2 mereka yang aneh bin ajaib yang membuat saya bertahan “ini jelas salah!”. Pulang dari situ, di daerah Jatimakmur Kemang saya dijemput seorang Abi yang katanya alumni kampus saya. Orangnya baik sekali. Saya dibawa lagi ke tempat Abi I di ITC fatmawati. Sampai disana, saya ketemu sama Barak, umi A (saya lupa), dan abi Izat, serta umi S. Mereka menamakan itu adalah acara penyambutan. Sebenarnya saya mau pulang sore itu juga, tapi ternyata saya ketinggalan kereta, karena udah sore banget, jadi akhirnya pulangnya ditunda besok. Setelah tuker2 cerita, ttg umi S, yang ninggalin tunangannya karena nggak mau hijrah, Izat yang juga kyak gitu, Barak yang nggak ada cerita berarti, dan umi A, yang beberapa kali nyolong emas ibunya buat hijrah, dan katanya tiap curi emas, pasti ada lagi emas yang baru kayak ga ada habis2nya, dia menganggap itulah yang disebut Allah membalas 700 kali lipat, karena nggak ada habisnya.

Setelah giliran saya, saya cerita untuk kesekian kalinya, “…jadi waktu itu saya diajakin ketemu umi S yang juga anak kedokteran dan waktu itu dia baru pulang dari Malaysia ya umi? ” (Disini wajah Barak menganga dan melihat umi S dengan heran, dan saya sengaja ngomongin itu untuk liat reaksi mereka, dan umi S segera main mata dengan abi barak agar biasa2 saja” ..”ooh.. trus gmn? ” ya lanjut lah cerita saya, ” jadi sekarang saya minta tolong sama abi2 dan umi untuk tolong Aldi supaya kembali ke barisan kita…” mereka bilang pasti Aldi balik. Beberapa kali saya menangkap mata umi S main mata dengan umi A saat saya bahas Aldi, saat saya menyayangkan keputusan Aldi untuk kaslan (keluar dari NII). Tentu aja saya berlagak seolah gak dibego2in.

Umi S tanya, shadaqah kamu dulu berapa? (dulu saya pernah bilang, di jalan Allah mau kasih 50 juta, tapi saya mundurin jadi 20 juta, wktu itu Aldi lebih di bawah dari saya, tentu aja Aldi udah tau itu pasti akan direalisasikan), saya bilang ” 20 juta umi,,,” . “ya udah, sekarang kamu gak umi ajarin teknisan, tapi kamu harus tiap bulan cicilnya, kirim yah sekitar 400an lah, pelan2 aja,, ( ha-ha-ha)..” Kemudian saya ditinggal ke ruangan sebelah, saya istirahat, dan samar2 saya dengar umi S bilang ” gak pa-pa Raihan (nama kanan Aldi) dijadiin sekretaris desa?”

Oooh, jadi Aldi sudah sekretaris desa 10 to?. Dan saya ngeliat ada HP umi S, saya pengen tau dan buka inboxnya, dan hello,,, saya baca ada yang namannya Raihan, dan itu nomer Aldi, saya Cuma baca sekilas , isinya ” kayaknya gw gk bisa umi, gw tadi gak jadi ujian,,, ” entah apa, lupa, saya gak sempat baca2 lagi karena umi keburu datang dan saya langsung keluar dari inbox dan pura2 ndeso berlagak suka banget sama HPnya. Setelah itu umi S gak mau lepasin HP nya lagi.

Malemnya saya dibawa ke rumah umi Fadlun, anak TNI polri untuk nginep disana. Rumahnya di perumahan TNI juga, masih Jakarta Timur kayaknya. Saat disana, dia bilang pernah liat saya sama Aldi dan umi S di MC.D PI, dan saat saya tanya “kamu udah lama kenal Aldi?”. Dia bilang “udah, sekitar setahunan kurang lah, saat saya bilang jadi emang udah kenal Aldi sebelum liat saya sama Aldi, Dia langsung gagap ” nggak kok, bersamaan kamu waktu itu,”, Saya coba ngelurusin “Tapi kejadian itu kan baru 4 bulan lalu?” dia diem dan bilang “wah, gw pikir udah lama, gw lupa waktunya yang jelas bareng kamu waktu itu, gw cuma ditunjukkin itu anak baru.” Tuh kan, ketahuan semakin dikejar semakin gagap bo’ongnya.

Tengah malam, saya nggak sengaja, dengar dia nelpon sama Abi H (Abi tampan yang sempat saya tertawain waktu itu). Berani taruhan, bagi yang pernah masuk ataupun masih didalam, di NII nggak boleh pacaran kan? Tapi saya nggak sengaja mendengar obrolan Umi Fadlun dan Abi H seperti layaknya orang pacaran. See?

Bersambung ke [TEKNIS MEREKRUT ANAK BUAH NII KW 9]

Ditulis ulang oleh :
Bahtiar Rifai
Mantan NII KW 9
HP. 08132 8484 289
Email : bahtiar@gmail.com
Ilustrasi diambil dari situs [ini]

Iklan