Updates from Februari, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Bahtiar 8:35 am on February 26, 2010 Permalink | Balas  

    POLISI SUDAH DI-NII-KAN ? 

    Tadi malam, saya ditelpon oleh seseorang yang resah gundah gulana karena ikut NII Al Zaytun.

    “Mas, saya pengen keluar dari NII, apakah uang yang pernah kita setor bisa balik ?”

    Saya jawab : kalau masih punya kwitansi setoran uang tersebut bisa dijadikan barang bukti laporan pada Polisi atas kasus pencemaran dan penodaan agama, sehingga Polisi dapat memproses sesuai tugas dan kewenangannya.

    “Tapi Mas, kata Abi dan Umi saya di NII, semua Polisi sudah di-NII-kan, sehingga semua laporan pengaduan kita tidak akan dilayani”

    Sayapun langsung tertawa geli … Gitu yaa, agar para korban-korban makin takut dan trauma sehingga tidak berani melapor kenyataan yang sebenarnya.

    Demikian sedikit percakapan tentang korban NII, apakah anda, pembaca yang budiman punya pengalaman yang sama ? mari kita berbagi, agar banyak yang lebih berhati-hati dari pengalaman sekitar kita akan bahaya kesesatan NII Al Sayton (Zaytun).

    Ditulis ulang oleh :
    Bahtiar Rifai
    Mantan NII KW 9
    HP. 08132 8484 289
    Email : bahtiar@gmail.com
    Ilustrasi diambil dari situs [ini]

    Iklan
     
    • Angker Js 9:27 am on April 26, 2012 Permalink | Balas

      aku salah satunya tp skrng dh gk lg,, yg benar hanya ALLAH melalui AL QUR’AN dan SUNNAH RARUL KW9 faksi panji gumilang alias abu toto itu penghancuran umat islam…kasian islam yg abangan otaknya mudah didoktrin ,siapa sih yg berani nolak kl dihadapan ALQUR’AN,, mereka menjual ayat ayat ALLAH , sgguh penyesatan yg luar biasa tp ALLAH MAHA TAU…

      http://facebook.com/profile.php?id=100002992569867

    • bahtiar 4:38 pm on April 30, 2010 Permalink | Balas

      Terima kasih tanggapannya Sdri. Ellin.

      Semoga penguatan dari Sdri. Ellin, bisa mencerahkan sahabat-sahabat yang masih tersesat dalam lingkaran tipuan pemerasan uang oleh NII KW 9 untuk kembali sekolah, kembali kuliah, dan kembali pada keluarga masing-masing.

      Regard,
      bahtiar
      https://niikw9.wordpress.com

    • Ellin 11:58 am on April 30, 2010 Permalink | Balas

      saya juga pernah ikut NII th 2000 an , alhamdulillah lsg keluar setelah di baiat. walaupun diancam ini itu.memang sangat menyesatkan ajarannya,semua bisa dibeli dengan uang. dosapun bisa ditebus dengan uang. mudah2an teman2 bisa terhindar dari ajakan yg menyesatkan

    • bahtiar 5:30 pm on April 3, 2010 Permalink | Balas

      Terima kasih Saudara Agus atas sharing pengalaman selama ikut NII.

      Saya sampaikan selamat Saudara telah menentukan sikap untuk keluar dari NII. Semoga kebohongan selama ikut NII tidak menjadikan Saudara trauma dan sakit hati.

      Kembali belajar, kembali bekerja, adalah jalan terbaik untuk menunjukan budi dan bakti Saudara pada Ibu dan Bapak yang secara tidak langsung menjadi korban pemerasan selama di NII.

      Jangan lupa kunjungi teman-teman lama Saudara yang mengasingkan Saudara setelah menolak Saudara tilawah untuk ikut Hijrah masuk NII. Sampaikan maaf pada teman-teman Saudara, bila bertanya jawablah dengan tulus dan jujur atas kekhilafan dan tekanan di NII, dan sampaikan pula bahwa Saudara membutuhkan keakraban seperti dulu lagi.

      Insya Allah pengalaman Saudara dapat bermanfaat bagi teman-teman di sekitar Saudara agar terhindar dari kesesatan setan NII.

      Soo, jangan putus asa – banyak jalan untuk pulih dan bermasyarakat seperti sedia kala …

      Salam, jabat erat
      bahtiar
      mantan nii kw 9
      http://niikw9.dagdigdug.com

    • agus 1:37 pm on April 3, 2010 Permalink | Balas

      saya kluar dri grakan karena bayak kluarin dana , bnyak bohongin ortu..!! tuk cari uang..!! makanya.. lma2 saya jga ksihan ma ibu saya..!!! akhirnya kluarlah…!! tmen saya jga gtu…!! kluar jga..!!! sya pkir2 emank itu gerakan politik…!! yang bernaungkan agama..!!!

    • bahtiar 12:02 am on Maret 12, 2010 Permalink | Balas

      Yth. Sdri Mita

      Terima kasih telah percaya dan berbagi cerita dengan kita semua.

      Pertama, saya sampaikan selamat karena telah menentukan langkah keluar dari lingkaran setan sesat nii kw 9, semakin di dalam tentu hanya akan semakin tertekan dan gila saja.

      Kedua, jangan bingung dan jangan takut. Sebenarnya mereka lebih takut daripada Anda bila keberadaan mereka diketahui aparat dan masyarakat luas.

      Untuk menyelamatkan teman-temen sekelas dari incaran nii kw9, Sdri dapat berkoordinasi dengan organisasi kerohanian di kampus, ceritakan apa yang pernah Sdri alami, agar teman-teman semua lebih waspada dan berhati-hati terhadap oknum yang menebar ajaran setan sesat nii kw 9.

      Silahkan copy-paste artikel-artikel di situs ini, kemudian tempel di dinding pengumuman kampus (mading). Dan kalau Saudari berani, foto wajah orang-orang nii kw 9 tersebut dengan kamera hape kemudian kirim ke bahtiar@gmail.com untuk saya tempel di situs ini.

      Semoga menjadi jera, mereka-mereka yang menjual ayat-ayat demi sadaqah / infaq.

      Salam,
      bahtiar

    • mita 1:49 pm on Maret 11, 2010 Permalink | Balas

      saya lg bgg. Saya mantan nii kw9. Saya keluar jg dgn cra melarikan diri dari orang-orang yang pernah ngajak saya. Saya g thn ma doktrin2 mreka, n muka dua mereka, yg pura2 sgt baik n care sama saya, tpi aslinya sangat bertolak belakang..

      Saya msh kuliah semstr 4.
      Dulu saya dibawa sama tmn sekelas sya, dya cwe jg. Nah, belakangan ini, ternyata saya tau, klo dia lgy ngincer naq2 klz saya yg lain jg, masa dibiarin githu aj?, krena saya sdh pernh ngerasa’in tertekannya klo tetep brda disna. Kra2 saya harus bersikp bgmn?, sya dah mengetahuinya, dan ingin mencegh, tpi sya takut kebawa lagi ma mreka, apalagi sampai dibawa n ktemu ma pemimpin mreka lagi. Bsa tolong kasih saran??, please, secptnya, agar tmn2 sya tdk menjadi korbn nii.

    • bahtiar 12:33 pm on Maret 1, 2010 Permalink | Balas

      Yth. Sdr. Seyulieang,Terima kasih atas tambahan infomasinya, semoga menambah kefahaman kita semua akan "sandiwara sesat" yang diperankan oleh NIIZ.Salam,bahtiar

    • seyulieang 7:56 pm on Februari 27, 2010 Permalink | Balas

      kita tahu bahwa anak2 Polisi dan TNI tak termasuk dalam daftar sasaran operasi dijadikan anggota. Alasannya kita2 ya sudah tahu. Tapi cerita ini adalah kesengajaan umum yang dilakukan anak-anak NIIZ. Anak2 Polisi-pun tidak luput dari sasaran, dengan sebelumnya dimasukkan pendekatan diplomasi sehingga kapan ditanya oleh atasan bilangnya bukan anak polisi. Nyari yang bukan anak polisi sulit, ngapain anak polisi ditinggalkan. Jadi sampai sekarang di tingkat bawahan, anak polisi, anak TNI, semua dijadikan sasaran. Rahasia umum.Ceritanya, seorang polisi aktif dari daerah yang menengarai bahwa anaknya terlibat dengan keanggotaan NIIZ. Buru2 ambil cuti, terus mengejar anaknya yang sudah hampir tak dapat dihubungi. Singkat cerita anaknya telah diketemukan dan dibawah bimbingan seorang ulama Muhammadiyah dengan bantuan buku yang berjudul Islam sesat di Indonesia, anak ini sekarang telah bekerja setelah sebelumnya menyelesaikan kuliahnya. Senior2 NIIZ yang masih aktif tentu masih ingat dengan pelepasan anak secara dramatis 2003-2005. Anak seorang Polisi aktif.Jadi kalo ada issu Polisi sudah di NII-kan itu 100% bohong. Hanya NIIZ mengurangi resiko dan rasa takut dikemudian hari makanya anak2 mereka jangan dikerjai karena takut ngamuknya.

  • Bahtiar 10:18 pm on February 24, 2010 Permalink | Balas  

    Bom Bunuh Diri Membela Agama? 

    Artikel ini saya ambil dari situs : http://indonesiawaspada.com/, semoga berguna untuk kita semua yang pernah tersangkut ajaran NII KW 9.

    Mendengar berita, bahwa pelaku bom bunuh diri di Kawasan Kuningan Jakarta adalah seorang pemuda belia yang taat beribadah, ikut kerohanian agama di tempat ibadah maupun di kampus, jadi mengingatkan saya saat awal umur 20 tahunan yang lalu.

    Kebetulah saya lahir dari keluarga yang fanatik terhadapa agama. Masih terekam di ingatan saya, bila di televisi ada acara mimbar agama selain agama keyakinan kami, buru-buru orang tua memerintahkan untuk mematikannya, karena saat itu hanya ada satu chanel tersebut. Bila ada tetangga yang beragama lain sedang mengadakan hajatan, maka makanan dari hajatan itu dilarang untuk dimakan, kalau perlu segera dibuang ke tempat sampah. Bila ada bangunan ibadah baru atau sekolah baru yang berafiliasi dengan agama tertentu, misal agama alpha, maka disebutlah sedang ada program alphanisasi terhadap lingkungan tersebut.

    Begitu juga bila berteman atau bergaul, harus berteman dengan yang memiliki agama keyakinan yang sama, bila ada teman yang berbeda agama harus jaga jarak, karena dia orang kafir, berbahaya, bisa menyeret kita pada api neraka. Dalam sekolahpun, saya disekolahkan di sekolah dengan afiliasi agama yang sesuai dengan agama keluarga saya, SD hingga SMA.

    Pada saat SMP, saya disekolahkan di Pesantren. Pengasuh pesantren mungkin tidak bermaksud mengajarkan wacana tertentu pada anak didik santrinya, tapi kebetulan waktu itu wacana yang berkembang di kalangan santri adalah semangat menegakkan khalifah Islamiyah. Suatu sistem negara yang menjadikan AL Quran dan As Sunah sebagai hukum tertinggi dan bersifat internasional. Jadilah semua tahapan dan usaha untuk mewujudkan Khilafah itu masuk ke benak saya, dan tertanam sebagai suatu idealism yang harus saya wujudkan.

    Wacana tersebut terus bersemayam di kepala saya hingga kuliah. Hingga suatu saat saya bertemu dengan organisasi yang menginginkan berdirinya Negara Islam di Indonesia ini. Waktu itu saya merasa inilah yang saya cari selama ini, bukan hanya wacana pengajian semata. Tapi ada pergerakan yang jelas.

    Setelah masuk … ternyata … otak saya dicuci habis. Saya diajari meninggalkan sholat, katanya saat nabi mau menegakkan Islam di Makkah tidak wajib sholat, kalaupun sholat harus sembunyi-sembunyi, ada yang lebih penting dari sholat kata pemimpin saya, yaitu mencari anggota baru dan setor uang agar organisasi ini tetap berjalan. Saya diajari mencuri, karena harta yang di tangan orang luar organisasi kita halal diambil, anggap saja itu harta rampasan perang. Kuliah atau sekolah juga tidak penting, karena itu program pendidikan negara Jahiliyah yang harus kita tumpas.

    Pencucian otak itu dibarengi dengan dalil-dalil atau ayat-ayat sehingga terdoktrin dibenak saya. Sampai saya berandai-andai saat itu, bila pimpinan menyuruh saya untuk melakukan harakiri / serangan musuh dengan mengorban diri saya tentu akan saya lakukan.

    Ditulis ulang oleh :
    Bahtiar Rifai
    Mantan NII KW 9
    HP. 08132 8484 289
    Email : bahtiar@gmail.com
    Ilustrasi diambil dari situs [ini]

     
    • Wenny 3:25 pm on Januari 17, 2012 Permalink | Balas

      Saya dokter di RS Pare-Pare
      Terimakasih atas situs ini.
      Persis saya alami 12 tahun yang lalu saat saya masih mahasiswa di Jakarta Indonesia

      Semoga generasi muda di manapun tidak ada lagi yang tertipu ajaran tersebut

    • 083817351977 12:38 pm on Mei 24, 2011 Permalink | Balas

      Hai kafir murtad, kunyuk lu !

    • BULENTIN 3:54 pm on Februari 27, 2010 Permalink | Balas

      Waw kalau masalah kayak gt saya tdk berani komen, tp yg jelas, hati2 dgn sesuatu yg mengatas namakan agama tp punya tujuan yg terselubung, misalkan memiliki barang orang dgn merampas jelas itu tdk dibenarkan oleh agama manapun.
      Maaf kalau saya salah.
      Selamat sore selamat bermalam minggu.
      Salam kompak dari BULENTIN.

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal