Updates from Juni, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Bahtiar 10:57 am on June 30, 2010 Permalink | Balas  

    YUSRIL IHZA MAHENDRA NII, BENARKAH ? 





    Bahtiar, aku pernah punya pengalaman NII KW 9 satu kali, kejadiannya ditahun 1998, di medan, ketika itu ada temanku ketika kuliah di Fak. Hukum – USU diajak oleh orang NII, jadi karena ia tahu aku ada sedikit pengetahuan agama, ia minta aku untuk menilainya, kalau aku cocok, maka kami akan masuk. 

    Lalu aku diajaknya kerumah orang tersebut sekitar jam 8 malam. Setelah sampai disana kamipun berdialog, mula-mula tentang kondisi negara dan perjuangan Islam di Indonesia, dan dia kelihatannya tertarik sama aku karena aku punya pengetahuan luas tentang politik dan ia menilai girah keagamaanku juga cukup besar. 

    Mereka mengaku dari kelompok NII, dan telah mempunyai simpanan emas yang sangat banyak untuk persiapan perang dan saat ini katanya telah siap untuk berperang mendirikan negara Islam karena kondisi Indonesia saat itu sedang lemah. Kata mereka sebagian besar para pemimpin Islam dalam pemerintah adalah anggota mereka yang disusupkan, bahkan mereka bilang Yusril Ihza Mahendra juga anggota mereka, tapi mereka kubantah karena saat itu aku pengurus Partai Bulan Bintang Kota Medan, kukatakan bahwa aku tak percaya. 


    Lalu mereka ajak aku untuk gabung karena NII telah siap untuk perang dan politik tak bisa jadi jalan untuk menegakkan syariat Islam, tapi kujawab bahwa cara politik kepartaian adalah cara yang paling baik karena dengan politik partai, perjuangan bisa secara damai, ku bilang aku benci perang, apalagi perang saudara. Lalu mereka bilang bahwa dengan pendidikan dan kemampuanku, maka jika masuk NII, nanti aku bisa ditempatkan jadi bupati atau walikota, lalu kujawab bahwa aku tidak rakus jabatan dan jabatan nggak bisa membuatku mau bergabung dengan mereka. 



    Kemudian mereka masih mencobaku dengan cara agama, mereka tanya do’a iftitahku dalam sholat, maka kujawab “Allahu akbar kabira…. dst, mereka tanya dari mana aku tahu Islam, ku jawab, mulanya orang tuaku yang ajarkan, lalu aku belajar dari ustadz, dan kusampaikan bahwa pengajaran itu tidak terputus sampai ke rasulullah. Lalu mereka tanya, mana lebih tinggi : Qur’an atau sunnah rasul, kujawab Al Qur’an, lalu mereka tanya tata cara bersholat itu apa sumbernya…. kujawab perintah sholat itu dari Al Qur’an, sedangkan cara shalat itu sumbernya sunnah rasul, karena tak ditemukan dalam al Qur’an, maka harus dari sunnah, dan ada hadist yang mengatakan : “shalatlah seperti aku sholat”. Lalu diambilnya Tafsir Al Qur’an terbidan departemen agama, di bukanya salah satu surat yang bunyinya : “Inna sholati, wanusuki…s/d wa ana awalun muslimun” dibandingkannya dengan do’a iftitah yang bunyinya : ” wa ana minal muslimin” . Lalu ku jawab bahwa ada belasan buku fiqh dan tuntunan sholat yang ku baca, berikut hadist setiap bacaan dan cara sholat, dan tak satupun yang ajarkan seperti kalian…. maka jika kalian mengada ada, berarti itu bid’ah, dan bid’ah itu sesat, jika kalian mengingkarinya maka kalian inkarusunah, dan itu berarti sesat… MAKA BERTOBATLAH !!!, Lalu mereka bilang bahwa Dosen IAIN saja setelah dia ceramahi jadi bergabung dan mengganti iftitahnya… kubilang : Itu salahnya sendiri, itu bodohnya sendiri, percuma jadi dosen IAIN…


    Lalu dia ajak aku untuk menafsirkan al Qur’an, dan gilanya dia, tafsir Al Qur’an yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, dia tafsirkan lagi bahasa Indonesianya dengan mengambil kata kata yang hampir mirip artinya tapi apabila lakukan seperti itu maka jadi bertentangan dan melenceng. Lalu untuk melawannya kutanya : “ Apakah kau ahli bahasa Arab, tahu nahu sharaf.. Apakah kau Ahli Ushul Fiqh… Apakah kau Ahli Hadits… Apakah kau Ahli Al Qur’an,… Apakah kau tahu Nasikh – mansukh,.. Apakah Kau Ahli Asbabun Nuzul… !!!, kalau tidak maka jangan coba-coba menafsirkan Al Qur’an….. Kalau itu yang kalian lakukan, maka kalian sudah sesat…. nggak akan mau aku bergabung dengan kelompok sesat.. !!! MAKA BERTOBATLAH KALIAN !!! Aku ini ORANG AWAM DALAM AGAMA…. Dan tentang Tafsir AlQur’an, aku berpegang pada apa yang ditafsirkan para ulama… Allah mengatakan : Al Ulama warisatul anbiya !!!, maka saat ini siapa lagi yang kita percayai tentang agama Islam kecuali para Ulama… dan karena itu aku ikuti ulama yang terbanyak, makanya aku Ahlussunnah wal Jama’ah…. !!! Ku bilang lagi “Kalau cara ini kalian teruskan maka banyak orang yang kalian sesatkan….. dan itu dosa yang besar…. neraka tempatnya untuk kalian…!!! “

    Temanku pada waktu itu takut juga karena begitu kerasnya debat kami, dan disana kami sampai jam 12 malam…. Tapi sungguh, saat itu sedikitpun aku tak takut….


    Akhirnya aku pulang setelah berdebat keras dengan mereka pada jam 12 malam,… dan bebalnya mereka, mereka masih mengajakku untuk datang ber baiat ….. 


    Kawanku saat sebelumnya sangat tertarik akhirnya berterima kasih sama aku…… karena tidak berhasil disesatkan….. Seminggu setelah itu kami mencoba mendatangi rumah sewa mereka, tapi ternyata mereka sudah pindah… dan tak ada tetangganya yang tahu kemana mereka pindah….. mungkin mereka takut….. 



    Sahabat di facebook (http://www.facebook.com/profile.php?id=100001054082164&v=wall&story_fbid=133021256727801)
    ==========

    Konsultasi Korban NII KW9 dg : Bahtiar Rifai, Mantan NII KW 9, SMS : 08132 8484 289, Email : bahtiar@gmail.com, Web : https://niikw9.wordpress.com, Ilustrasi diambil dari situs [ini]

    Iklan
     
  • Bahtiar 10:24 am on June 28, 2010 Permalink | Balas  

    NII KW 9 CABANG BALI 

    To: bahtiar@gmail.com | Mon, Jun 28, 2010 at 4:53 AM
    assalamu’alaikum ,
    pak, saya mau berbagi sedikit pengalaman saya di NII ini.
     
    saya mahasiswa SENI PTS
      Bali 2005 (sekarang masih mengurus skripsi yang tertunda akibat aktivitas NII) . saya hijrah di NII KW 9 pada 1429 H (sekarang 1431 H) , tepatnya 21 agustus 2008 M lalu.

    pada saat itu, saya diajak jalan ( ke mall ) dengan teman smp saya. sebelum dia mengajak jalan, dia sempat menghubungi saya via telpon. menanyakan saya kuliah dimana, jurusan apa, berapa uang jajan saya sehari, punya sodara yang polisi/tni atau tidak. dan pertanyaan terakhir dia lontarkan dengan alasan “sim gue hilang. kan kalo lo punya sodara polisi/tni gitu jadi gampang ngurusnya” . bodohnya saya tidak menyadari.

    pada saat ketemuan, ketika saya mau pulang, dia menahan saya untuk tidak pulang dengan alasan temannya mau dateng dan mau dikenalkan kepada saya. yaa.. dengan bodohnya lagi saya menurut saja. setelah temannya datang, dan saya sudah dikenalkan, begitu mau pulang, temannya malah menahan saya dengan alasan nunggu temannya yang satu lagi (yang mau tilawahin saya). sesudah itu, saya diajak ngobrol. katanya temannya itu pernah kuliah di Saudi, dan obrolannya pun sangat menarik.. tentang bagaimana indonesia bisa menjadi mercusuar dunia. singkat cerita, kami membahas nya dari jam 6 – 9 malam di Hard Rock Cafe. dan berhubung waktunya ga cukup, dia menyuruh kami (saya lebih tepatnya) untuk datang ke tempat yang disepakati . 3 hari kami membahas ini, saya merasa ada kejanggalan di hati saya. sampai saat di mana proses hijrah. sebenarnya saya tidak mau, tapi 2 orang temannya teman saya ini memaksa secara tidak langsung (2 orang yg ngawal). dan hijrahlah saya.. pada proses H, saya sempat menyerahkan uang 3 juta rupiah (BODOH BANGET !!!)

    dan pada saat di baiat, saya diminta uang untuk infaq perbulan, saya mengazamkan 500rb. kejanggalan masih ada dihati saya, sampai pada saat saya diberi materi “shalat“. orang yang men-tazqiyah saya bilang “shalat itu ga hanya ritual saja, Allah itu ada dimana mana, kiblat ga hanya di mekkah, mekkah kan buruk blablablbablabla…” saya menjadi tambah tidak yakin..

    dan semakin kesini, otak saya semakin di brainwash. sekarang saya menjadi Q2 di tim saya. 1 lagi, setiap saya selesai casting ataupun menyanyi (alhamdulillah, kebetulan saya model dan penyanyi 🙂 ) pasti Q1 saya meminta   hasil bayaran saya dari casting dan menyanyi. yang dia minta bukan 10%. tapi 80%. dan sekitar 300-950 ribuan (tergantung bayaran yang saya terima) . saya hanya dapat 20% dengan iming iming “negara kita lagi butuh dana untuk pembangunan bi,” ,, dan setelah 2 tahun saya disini, prestasi saya menurun, uang saya terkuras,   tenaga saya hampir habis karena kurang tidur. MANA ISLAM YANG KATANYA SELAMAT SEJAHTERA ??????? 

    saya mohon bantuannya agar saya bisa BENAR BENAR TERLEPAS DARI IKATAN MEREKA. BAGAIMANA CARANYA ?? trims sudah mau membaca cerita saya.. karena saya bingung, setiap kali mau keluar, ada aja yang neror.

    wassalam. (mohon maaf, kalau bisa dibalas via email juga yaah, karena saya lebih sering buka email di warnet daripada melalui hape. trims, someone@bali.com)

     ======
    Assalaamu’alaikum Saudaraku di Bali,

    Terima kasih telah percaya untuk berbagi dan bertanya tentang NII pada saya.
    Agar lebih fokus saya jawab alinea per alinea yaa …

    assalamu’alaikum ,
    pak, saya mau berbagi sedikit pengalaman saya di NII ini.
     
    saya mahasiswa SENI PTS 
     Bali 2005 (sekarang masih mengurus skripsi yang tertunda akibat aktivitas NII) . saya hijrah di NII KW 9 pada 1429 H (sekarang 1431 H) , tepatnya 21 agustus 2008 M lalu.

    2008 hingga 2010, tentu banyak pengalaman melihat kenyataan-kenyataan di dalam NII yang sebenarnya.

    pada saat itu, saya diajak jalan ( ke mall ) dengan teman smp saya. sebelum dia mengajak jalan, dia sempat menghubungi saya via telpon. menanyakan saya kuliah dimana, jurusan apa, berapa uang jajan saya sehari, punya sodara yang polisi/tni atau tidak. dan pertanyaan terakhir dia lontarkan dengan alasan “sim gue hilang. kan kalo lo punya sodara polisi/tni gitu jadi gampang ngurusnya” . bodohnya saya tidak menyadari.
    Tidak apa-apa Saudaraku, Saudara tidak bodoh, itu adalah normal, tanggapan akrab Saudara pada seorang kawan lama yang mungkin bisa berbagi dan saling membantu. Kesadaran bahwa itu adalah survey dari pengajak NII tentu didapat setelah masuk dan mempelajari keadaaan
    sebenarnya atau kenyataan-kenyataan di NII. Tidak perlu menyesal, itu adalah pengalaman yang sangat berharga untuk bekal pribadi Saudara di kemudian hari. Hanya orang-orang NII-lah yang menyalah-gunakan niat baik Saudara dalam bertemen.
    pada saat ketemuan, ketika saya mau pulang, dia menahan saya untuk tidak pulang dengan alasan temannya mau dateng dan mau dikenalkan kepada saya. yaa.. dengan bodohnya lagi saya menurut saja. setelah temannya datang, dan saya sudah dikenalkan, begitu mau pulang, temannya malah menahan saya dengan alasan nunggu temannya yang satu lagi (yang mau tilawahin saya). sesudah itu, saya diajak ngobrol. katanya temannya itu pernah kuliah di Saudi, dan obrolannya pun sangat menarik.. tentang bagaimana indonesia bisa menjadi mercusuar dunia. singkat cerita, kami membahas nya dari jam 6 – 9 malam di Hard Rock Cafe. dan berhubung waktunya ga cukup, dia menyuruh kami (saya lebih tepatnya) untuk datang ke tempat yang disepakati . 3 hari kami membahas ini, saya merasa ada kejanggalan di hati saya. sampai saat di mana proses hijrah. sebenarnya saya tidak mau, tapi 2 orang temannya teman saya ini memaksa secara tidak langsung (2 orang yg ngawal). dan hijrahlah saya.. pada proses H, saya sempat menyerahkan uang 3 juta rupiah (BODOH BANGET !!!)
    Tenang Saudaraku, memang demikian skenario yang digunakan oleh orang-orang NII dalam menjerat korbannya. Biasanya orang NII menghubungi teman-teman lamannya, temen SD, temen SMP, temen SMA, temen Kuliah, temen bekerja atau teman bermain. Dia hanya sebagai penghubung, sekaligus dan pengawal, telah ketemu akan dikenalkan dengan temennya yang lain yang sebenarnya adalah pimpinannya di NII. Kemudian calon korban diajak diskusi tentang kondisi sekitar, tentang ketimpangan-2 di masyarakat, hingga dibelokkan berbicara pada Negara Islam. Sang korban dikondisikan dan dipaksa merasa tidak selamat atau kafir bila tidak
    bersedia pindah atau hijrah ke Negara Islam tersebut. Itupun dengan disertai penyerahan uang sadaqah hijrah yang tidak kecil jumlahnya.
    dan pada saat di baiat, saya diminta uang untuk infaq perbulan, saya mengazamkan 500rb. kejanggalan masih ada dihati saya, sampai pada saat saya diberi materi “shalat“. orang yang men-tazqiyah saya bilang “shalat itu ga hanya ritual saja, Allah itu ada dimana mana, kiblat ga hanya di mekkah, mekkah kan buruk blablablbablabla…” saya menjadi tambah tidak yakin..
    Betul sekali, setelah masuk Negara Islam masih dipaksa membayar sejumlah uang untuk diserahkan tiap bulan yang mereka sebut dengan istilah infaq, dan didoktrin bahwa sholat yang utama bagi warga Negara Islam adalah mencari anggota baru untuk diajak masuk ke NII dan menyerahkan uang tiap bulan. Bila tidak memenuhi akan dihujat dan dicaci maki oleh
    pimpinan di NII.
    dan semakin kesini, otak saya semakin di brainwash. sekarang saya menjadi Q2 di tim saya. 1 lagi, setiap saya selesai casting ataupun menyanyi (alhamdulillah, kebetulan saya model dan penyanyi 🙂 ) pasti Q1 saya meminta hasil bayaran saya dari casting dan menyanyi. yang dia minta bukan 10%. tapi 80%. dan sekitar 300-950 ribuan (tergantung bayaran yang saya terima) . saya hanya dapat 20% dengan iming iming “negara kita lagi butuh dana untuk pembangunan bi,” ,, dan setelah 2 tahun saya disini, prestasi saya menurun, uang saya terkuras, tenaga saya hampir habis karena kurang tidur. MANA ISLAM YANG KATANYA SELAMAT SEJAHTERA ??????? 
    Begitulah kenyataan NII yang sebenarnya, mereka menggunakan kedok Negara Agama Islam untuk mengeruk dan menguras habis dari sedikit demi sedikit uang Saudara, hasil bekerja Saudara, pikiran Saudara, tenaga Saudara, waktu Saudara, bahkan jatah kuliah Saudara. Orang NII tidak rela bila warganya punya uang tapi tidak disetor pada pimpinannya. Mereka
    menggunakan macam2 dalil paksaan untuk bisa memeras uang tersebut.

    saya mohon bantuannya agar saya bisa BENAR BENAR TERLEPAS DARI IKATAN MEREKA. BAGAIMANA CARANYA ?? trims sudah mau membaca cerita saya.. karena saya bingung, setiap kali mau keluar, ada aja yang neror.

    Caranya adalah :

    Pertama, berdoa’ dan berlindung pada Allah SWT dengan memperbanyak amalan amalan wajib maupun amalan sunnah Nabi Muhammad SAW. Bila pikiran, hati dan batin kita dekat dengan Allah tentu akan tenang mengatasi masalah NII ini 🙂

    Kedua, perbanyak wawasan Saudara tentang NII dari aneka sudut pandang. Jangan hanya menerima pengertian dari pimpinan NII melulu, karena isi dari tazkiyah (pemberian materi) hanyalah doktrin, perintah, dan pemaksaan untuk mencari anggota baru dan menyetor uang
    infaq per bulan. Bila tidak dipenuhi akan ditekan habis-habisan. Untuk mendapatkan aneka sudut pandang tentang NII, gunakan internet, klik dan buka situs http://www.google.com masukkan kata kunci pencarian yaitu NII atau KW 9 atau Az Zaytun atau AL Zaytun atau AL Kahfi. Maka saudara akan mendapat aneka macam tulisan-tulisan atau artikel-artikel tentang NII dari segala sumber bacaan. Baca dan telaah dengan seksama tulisan-tulisan dan pengalaman-pengalaman Mantan NII KW 9 Al Zaytun tersebut. Rangkum dan resapi dalam pikiran, hati, jiwa, dan asa semangat Saudara.

    Ketiga, ceritakan masalah ini dengan teman-teman Saudara yang terpercaya, dengan sanak kadang famili, dengan orang tua, dengan adik kakak, atau dengan siapa saja yang Saudara percayai. Jangan pendam sendiri masalah ini, bisa pusing menghadapinya ! Ketika ditilawah dan ditazkiyah oleh orang NII selalu dipesan agar tidak bercerita pada orang lain tentang NII ini, dengan harapan mereka agar Saudara seperti katak dalam tempurung, merasa benar sendiri, diluar NII kafir dan tidak selamat, tapi kalau stress atau ditekan tidak bisa sharing /
    berbagi dengan orang-orang luar NII. Bila tidak berani bercerita tentang beban di NII, maka orang2 NII-lah yang merasa diuntungkan dengan kondisi tersebut.

    Keempat, setelah bekal memahami NII dan berbagi masalah dengan teman2 terpercaya telah cukup, maka cari, temui dan hadapi orang-orang NII tersebut, katakanlah bahwa saudara telah keluar dari NII. Bila mereka bertanya mengapa alasan Saudara keluar dari NII, jawablah dari ilmu yang Saudara dapatkan dari mengumpulkan data-data tentang NII tersebut. Bila mereka kemudian menghujat atau menghina Saudara dengan kata-kata kafir, tidak selamat bila keluar dari NII, maka biarkanlah, karena mereka sebenarnya takut kehilangan Saudara, takut kehilangan sumber uang dari Suadara, takut setoran uang pada pimpinan lebih tinggi jadi berkurang, dan takut kehilangan peluang mendapat anggota baru dari temen-temen Saudara. Bila mereka meneror dengan fisik, maka hadapilah teror fisik tersebut, bila perlu pukul wajah mereka, dan ambil foto wajah-wajah mereka dengan kamera HP saudara, dan kirim ke email saya (bahtiar@gmail.com) untuk saya tampilkan wajah-wajah orang2 NII tersebut di internet, bisa juga anda laporkan pada polisi. Bila perlu ajak teman-temen yang Saudara percayai tersebut untuk bersama-sama menghadapi orang-orang NII. Jangan pernah menghindari dari NII, hadapilah dengan kesatria dan semangat jihad ! bila menghindar, Saudara akan dikejar-kejar terus, di kost, depan rumah, di kampus, atau ditempat kerja Saudara akan ditunggui oleh orang NII tersebut. Sebenarnya nyali orang-orang NII adalah kecil sekali, tidak lebih dari
    seorang pengecut yang menggunakan kedok Agama atau Negara Islam untuk menguras dan mengeruk habis waktu, tenaga, pikiran, uang, dan teman-temen dekat Saudara. 

    wassalam. (mohon maaf, kalau bisa dibalas via email juga yaah, karena saya lebih sering buka email di warnet daripada melalui hape. Trims, someone@bali.com)
    Baiklah Saudaraku, telah saya jawab via email, bila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut silahkan bertanya dan kirim email lagi. 

    Demikian tanggapan saya, semoga bisa membantu Saudara melepas jerat NII KW 9 As Zayton Sesat tersebut …

    Salam kenal,
    bahtiar
    08132 8484 289 – bahtiar@gmail.com – Serpong Tangerang Banten

    =====

    Konsultasi Korban NII KW9 dg : Bahtiar Rifai, Mantan NII KW 9, SMS : 08132 8484 289, Email : bahtiar@gmail.com, Web : https://niikw9.wordpress.com

     
  • Bahtiar 3:38 pm on June 25, 2010 Permalink | Balas  

    SMS CALON KORBAN NII KW 9 

    Baru saja saya mendapat sms yang isinya sebagai berikut :

    Pak Bahtiar, saya Hilda mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta di Jogjakarta. Saya telah diajarkan tentang Hijrah ke Negara Islam oleh seseorang yang baru saya kenal dari teman, apakah itu aliran sesat ? 

    Gimana nie solusinya ? Trus saya diminta uang  3 juta untuk hijrah tersebut, mohon dibalas .. penting !

    Saudari Hilda di Jogjakarta,
    Saudari tidak perlu bingung dan resah, saudari sudah benar dengan menanyakan hal tersebut ke forum ini.

    Apa yang disampaikan oleh seseorang tersebut adalah sesuatu yang menyesatkan. Saudari diajak berdialog membicarakan tentang kondisi sosial di sekitar, kemudian dibelokkan menjadi diskusi Negara Islam. Saudari disudutkan sebagai orang yang tidak selamat bila tidak hijrah atau berpindah ke Negara Islam tersebut.

    Untuk hijrah-pun dipaksa menyerahkan sejumlah uang yang tidak kecil. Bila Saudari bersedia, maka setelah masuk akan disuruh mencari anggota baru untuk diajak masuk ke Negara Islam dan dipaksa rutin menyerahkan sejumlah uang tiap bulan.

    Solusinya adalah :

    1. Perbanyak pengetahuan Saudari tentang Negara Islam dengan cara membaca-baca artikel di  internet, buka http://www.google.com, masukkan kata pencarian NII atau KW 9 atau AL Zaytun atau Az Zaytun. Baca dan serap semua artikel yang berkaitan dengan Negara Islam tersebut. Insya Allah hati dan pikiran Saudari akan terbuka dan mendapat banyak masukan tentang modus operasi apakah dibalik ajakan Hijrah ke Negara Islam tersebut.
    2. Temui orang yang mengajak hijrah tersebut dan katakan TIDAK … Bila saudari menghindar maka akan dikejar terus, ditungguin tempat kos atau rumah saudari. Bila orang tersebut menanyakan apa alasan Saudari berkata tidak, jawablah sesuai pemahaman Saudari tentang Negara Islam dari yang Saudari dapatkan dari Internet.
    3. Ceritakan masalah ini dengan sahabat Saudarai, dengan teman yang Saudari percayai, dengan Keluarga saudari tentunya. Jangan pendam sendiri masalah ini, bisa pusing karena tidak mendapat masukan dari sudut pandang yang lain. Saat diajak diskusi oleh orang tersebut memang dipesan agar tidak cerita-cerita masalah ini pada orang lain. Sengaja dibuat demikian agar kita bagai katak di dalam tempurung.
    Demikian tiga langkah untuk menangkal ajakan Negara Islam yang menyesatkan tersebut. Bila ada yang belum jelas, silahkan sms kembali ke nomer 08132 8484 289.

    ==========

    Konsultasi Korban NII KW9 dg : Bahtiar Rifai, Mantan NII KW 9, SMS : 08132 8484 289, Email : bahtiar@gmail.com, Web : https://niikw9.wordpress.com, Ilustrasi diambil dari situs [ini]

     
  • Bahtiar 10:48 am on June 25, 2010 Permalink | Balas  

    AJAKAN SADAR DARI NII KW 9 

    Sambungan dari : http://niikw9.blogspot.com/2010/06/penyelewengan-ajaran-nii.html

    Setelah kejadian itu saya pindah rumah ke Pangalengan karena di tempat ini masih banyak sekali umat dan meminta saya untuk tinggal di sana sambil bekerja, pengajianpun terus saya laksanakan, dari tempat inilah sebagai awal bagi saya aktif kembali nantinya di NII KW 7.
    Selama di NII KW 9 saya hanya sedikit mendengar Al Zaytun dan Panji Gumilangnya, kalau tidak salah waktu masih aktif Al-Zaytun masih berkedudukan di Subang lengkap dengan akta Notarisnya belum sebesar seperti sekarang, banyak desas desus bahwa awal berdirinya AlZaytun di danai oleh infaq dari umat tetapi untuk membesarkan Al Zaytun seperti sekarang mereka banyak menerima bantuan dari luar negeri dan dari pemerintah RI sendiri (walaahu’alam saya tidak bisa bicara banyak tentang Al zaytun karena minimnya informasi dan munculnya nama Alzaytun beriringan dengan saat-saat bubarnya KW 9 waktu itu).
    Ikhwan itulah secuil pengalaman di NII KW 9 begitu banyak yang ingin saya ceritakan tapi untuk mengingat kembali masa-masa sulit itu ternyata tidak mudah, Insya Allah cerita ini saya sambung dalam bagian ke berikutnya tentang aktifitas saya di NII KW 7 yang lebih sistematis gerakannya karena saya masuk dalam Struktur Teritorial Atau Komandemen NII KW 7.
    Wasalamualaikum Wr Wb.
    TTD
    NAndang Wahyudin /  Fakhrudhin
    Nb.
    Untuk mantan-mantan umat yang pernah kami bina mohon maaf atas segala kekhilafan selama kami membodohi ikhwan semua atas nama Agama, pihak-pihak yang pernah dirugikan selama saya aktif di NII KW 9 saya pun mohon maaf, untuk ikhwan-ikhwan yang masih ada di KW 9 mari kita kembali memuliakan Islam sesuai apa yang pernah dibawa oleh Baginda Rasulullah SAW  tanpa didomplengi oleh Politik dan kepentingan apapun……..
     
    • Taufik Damhuri 3:32 pm on Mei 13, 2011 Permalink | Balas

      berani apa anggun? sukses ? sukses apanya? nulis aja masih kayak anak kecil, dah sekolah dulu yg bener biar nggak mau di bodo bodoin

    • Anggun Pratiwi 9:25 am on Mei 11, 2011 Permalink | Balas

      yang mntan anggota NII beda level YA ma kAMi yg SANTRI KLIan sndiri aj YG mau DI BEGO BEGOIN buktinya KITA enggk kita SUKSes KRNA G bego kya klian

      Guwe Alumni SMA Al Zaitun Angkatan2000
      Kota Asal : Blitar
      Kota Sekarang : Jakarta
      Perguruan Tinggi: Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) ’07
      Jurusan : Pendidikan Bahasa Inggris
      http://id-id.facebook.com/people/Anggun-Pratiwi/100001938889124

      Ayo ! kalau kalian berani

  • Bahtiar 10:41 am on June 25, 2010 Permalink | Balas  

    PENYELEWENGAN AJARAN NII 

    Sambungan dari : http://niikw9.blogspot.com/2010/06/boleh-merampas-harta-orang-lain.html

    Selain Fa’i begitu banyak ajaran yang diselewengkan oleh mereka termasuk Puasa, dan Sholat dalam pemikikiran kami waktu itu kita belum saatnya untuk mengerjakan ritual Puasa dan ritual Sholat, karena aktifitas di NII itulah hakikat dari Puasa dan Sholat, untuk pengaturan ritual Sholat dan ritual  Puasa akan di atur nanti di Madinah Indonesia ketika sudah tegak, lagi-lagi semua ini berdasarkan dalil agama dan dalil sejarah Mekah dan MadinahNya Rasulullah belasan abad yang lalu hhhhhhhh…maka setiap bulan Ramadhan banyak sekali warga NII yang tidak puasa, ritul Sholatpun dilakukan asal-asalan, bahkan karena ada Dalil bahwa Allah ada di mana menghadap Sholatpun ke mana aja karena Ka’bah disanapun hari ini gak pantas untuk menjadi kiblatnya umat Islam ( Masya Allah…)Dalam keadaan semangat yang membabi buta, umat begitu banyak dengan segudang masalahnya terdengar kabar bahwa pucuk pimpinan tertinggi KW 9 tertangkap, maka kami pun diperintahkan untuk membumi hanguskan semua data dan materi pembinaan dan semua kegiatan di berhentikan……Semua sibuk dan cukup mencekam (saya lupa lagi waktu itu tahun berapa kurang lebih tahun 1992,kalau tidak salah) hanya para ketua yang boleh koordinasi dengan para ketua binaan(saya waktu itu menjadi ketua Team), waktu itu masih ingat rumah saya di Banjaran dan malam-malam saya didatangi oleh utusan lembaga untuk secepatnya membakar data-data, dan malam itupun semua data saya bakar dalam rumah, tapi saya bandel satu buku tidak saya bakar,yang isinya materi penting dan nama—nama beserta alamat rumah umat (sayang sekarang sudah hilang entah kemana) dan mulai malam itu saya pun bergerilya untuk memberitahukan ke seluruh umat binaan saya…….
    Kekacauan terjadi dimana-mana disaat umat sedang memerlukan pengayoman kami pun bingung, dan anehnya semua atasan kami setelah mendengar kabar bahwa banyak para aparat NII yang tertangkap kebanyakan semua menghilang dan aparat atasan langsungpun menghilang dan tidak mau bertanggung jawab terhadap umatnya, team kami mencoba untuk bertahan dalam kondisi yang tidak menentu akan tetapi karena kekuatan kami pun terbatas umatpun tidak terkontrol dan mulai bercerai berai hanya beberapa team yang senior yang terus kami pantau dan kami bina walaupun instruksi terakhir tidak boleh ada kegiatan tetapi kami merasa sangat berdosa meninggalkan umat begitu saja jadi terpaksa kami bina semampu kami.

    Setelah lama ditinggalkan secara pribadi saya terus mencari Aktifis NII yang masih mau bertanggung jawab, tetapi saya malah pernah disodorkan Surat Pernyataan untuk kembali ke Pangkuan RI oleh beberapa senior saya, jelas saya menolak karena waktu itu saya anggap senior saya berkhianat terhadap NII, dengan dibantu oleh salah satu Ikhwan dari Bandung Selatan saya diajak untuk bertemu dengan salah satu orang tua mantan orang terdekat dengan Imam SMK di daerah Tasik Malaya untuk berkonsultasi, berbekal alamat yang tidak akurat maka kamipun pergi ke Tasikmalaya untuk mencari, setelah dengan susah payah akhirnya kami pun dapat menemukan tempat kediamannya, singkat kata dari pertemuan itu kami disarankan untuk non aktif dulu sambil menunggu perkembangan, karena saya mengganggap beliau adalah orang yang tahu seluk beluk pergerakan NII maka saya mengikuti sarannya dan pulang ke Bandung untuk memberikan instruksi ke umat untuk sementara tidak ada kegiatan dan kamipun mundur teratur.

    Bersambung ke : http://niikw9.blogspot.com/2010/06/ajakan-sadar-dari-nii-kw-9.html

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal