Pengalaman Aktifis NII (Negara Islam Indonesia) 1989

pacamat.com

Oleh : 

Nandang Wahyudin (

nandang_sumedang@yahoo.co.id)



Bismillahirahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ikhwatul Iman, ijinkan saya berbagi cerita,pengalaman,perasaan,sumbang saran sebagai mantan aktivis NII (Negara Islam Indonesia), Semoga tulisan ini bisa berguna untuk semua pihak dan semoga atas IjinNya pula.Perkenankan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama saya Nandang Wahyudin dikenal di Lembaga dengan nama Fakhrudhin, aktif di NII sejak Tahun 1989 pertama masuk di NII Komandemen Wilayah 9 dibawah Thoifatul Ula (Bandung-Priangan),kemudian berpindah-pindah ke berbagai aliansi termasuk KW 7, di bawah nanti akan saya ceritakan lebih dalam.
Begitu sulit saya untuk memulai tulisan ini, kenangan pahit selama belasan tahun harus saya buka kembali, begitu banyak hal yang akan membawa pikiran saya ke masa-masa sulit dalam hidup ini,Semoga yang Maha Rahman memberikan kekuatan untuk bisa kuat membuka lembaran-lembaran hidup di masa lalu.Tulisan ini bisa dianggap pengkhinatan oleh mereka yang masih aktif di Nii tapi juga bisa dijadikan berkah oleh mereka yang sudah lepas dari ikatan NII, apapun itu tulisan ini tetap sebuah tulisan.
Saya dilahirkan dari kalangan NU (Nahdatul  Ulama), terdidik agama oleh para guru dari kalangan PERSIS (Persatuan Islam) dan setelah dewasa lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman dari kalangan Muhammadiyah.di usia remaja saya lebih banyak menghabiskan waktu di Mesjid dan menjadi pengurus DAMAS (Pemuda Mesjid) di tempat itulah saya banyak memperdalam Agama.
Setelah memasuki usia dewasa saya sudah mulai bosan dengan aktifitas keagamaan, pada waktu itu sangat terasa sekali perbedaan paham antara bebagai Ormas Islam semua merasa bahwa golongannya merasa paling benar sementara saya merasakan bahwa Islam tidak mengalami kemajuan semua sibuk dengan golongannya masing-masing (maaf itu pemikiran masa lalu) sementara itu Islam dalam banyak hal mengalami kemunduran terlintas dalam pikiran waktu itu untuk membuat banyak perubahan termasuk dengan pemikiran ingin mengadakan Revolusi terutama dalam hal Aqidah,saya mulai banyak berbicara keras tanpa arah karena tidak adanya wadah yang bisa menampung aspirasi.
Pada saat seperti itulah saya berkenalan dengan seseorang yang menawarkan Perjuangan Menegakan Islam dengan cara underground (gerakan bawah tanah) dengan nama Darul Arqom,itulah nama lembaga yang pertama mereka tawarkan kepada saya, lama sekali saya mengkaji metoda gerakan mereka dan saya merasa cocok dengan gerakan mereka, mulailah saya banyak menghabiskan waktu memperdalam,menerima materi Da’wah dari para Tutor mereka dan setelah dianggap bersih oleh mereka saya mulai masuk dalam kelompok kecil mereka dengan nama kelompok Imfhasya.




Bersambung ke : http://niikw9.blogspot.com/2010/06/makkah-madinah-versi-nii.html

Iklan