NII KW 9 CABANG BALI

To: bahtiar@gmail.com | Mon, Jun 28, 2010 at 4:53 AM
assalamu’alaikum ,
pak, saya mau berbagi sedikit pengalaman saya di NII ini.
 
saya mahasiswa SENI PTS
  Bali 2005 (sekarang masih mengurus skripsi yang tertunda akibat aktivitas NII) . saya hijrah di NII KW 9 pada 1429 H (sekarang 1431 H) , tepatnya 21 agustus 2008 M lalu.

pada saat itu, saya diajak jalan ( ke mall ) dengan teman smp saya. sebelum dia mengajak jalan, dia sempat menghubungi saya via telpon. menanyakan saya kuliah dimana, jurusan apa, berapa uang jajan saya sehari, punya sodara yang polisi/tni atau tidak. dan pertanyaan terakhir dia lontarkan dengan alasan “sim gue hilang. kan kalo lo punya sodara polisi/tni gitu jadi gampang ngurusnya” . bodohnya saya tidak menyadari.

pada saat ketemuan, ketika saya mau pulang, dia menahan saya untuk tidak pulang dengan alasan temannya mau dateng dan mau dikenalkan kepada saya. yaa.. dengan bodohnya lagi saya menurut saja. setelah temannya datang, dan saya sudah dikenalkan, begitu mau pulang, temannya malah menahan saya dengan alasan nunggu temannya yang satu lagi (yang mau tilawahin saya). sesudah itu, saya diajak ngobrol. katanya temannya itu pernah kuliah di Saudi, dan obrolannya pun sangat menarik.. tentang bagaimana indonesia bisa menjadi mercusuar dunia. singkat cerita, kami membahas nya dari jam 6 – 9 malam di Hard Rock Cafe. dan berhubung waktunya ga cukup, dia menyuruh kami (saya lebih tepatnya) untuk datang ke tempat yang disepakati . 3 hari kami membahas ini, saya merasa ada kejanggalan di hati saya. sampai saat di mana proses hijrah. sebenarnya saya tidak mau, tapi 2 orang temannya teman saya ini memaksa secara tidak langsung (2 orang yg ngawal). dan hijrahlah saya.. pada proses H, saya sempat menyerahkan uang 3 juta rupiah (BODOH BANGET !!!)

dan pada saat di baiat, saya diminta uang untuk infaq perbulan, saya mengazamkan 500rb. kejanggalan masih ada dihati saya, sampai pada saat saya diberi materi “shalat“. orang yang men-tazqiyah saya bilang “shalat itu ga hanya ritual saja, Allah itu ada dimana mana, kiblat ga hanya di mekkah, mekkah kan buruk blablablbablabla…” saya menjadi tambah tidak yakin..

dan semakin kesini, otak saya semakin di brainwash. sekarang saya menjadi Q2 di tim saya. 1 lagi, setiap saya selesai casting ataupun menyanyi (alhamdulillah, kebetulan saya model dan penyanyi 🙂 ) pasti Q1 saya meminta   hasil bayaran saya dari casting dan menyanyi. yang dia minta bukan 10%. tapi 80%. dan sekitar 300-950 ribuan (tergantung bayaran yang saya terima) . saya hanya dapat 20% dengan iming iming “negara kita lagi butuh dana untuk pembangunan bi,” ,, dan setelah 2 tahun saya disini, prestasi saya menurun, uang saya terkuras,   tenaga saya hampir habis karena kurang tidur. MANA ISLAM YANG KATANYA SELAMAT SEJAHTERA ??????? 

saya mohon bantuannya agar saya bisa BENAR BENAR TERLEPAS DARI IKATAN MEREKA. BAGAIMANA CARANYA ?? trims sudah mau membaca cerita saya.. karena saya bingung, setiap kali mau keluar, ada aja yang neror.

wassalam. (mohon maaf, kalau bisa dibalas via email juga yaah, karena saya lebih sering buka email di warnet daripada melalui hape. trims, someone@bali.com)

 ======
Assalaamu’alaikum Saudaraku di Bali,

Terima kasih telah percaya untuk berbagi dan bertanya tentang NII pada saya.
Agar lebih fokus saya jawab alinea per alinea yaa …

assalamu’alaikum ,
pak, saya mau berbagi sedikit pengalaman saya di NII ini.
 
saya mahasiswa SENI PTS 
 Bali 2005 (sekarang masih mengurus skripsi yang tertunda akibat aktivitas NII) . saya hijrah di NII KW 9 pada 1429 H (sekarang 1431 H) , tepatnya 21 agustus 2008 M lalu.

2008 hingga 2010, tentu banyak pengalaman melihat kenyataan-kenyataan di dalam NII yang sebenarnya.

pada saat itu, saya diajak jalan ( ke mall ) dengan teman smp saya. sebelum dia mengajak jalan, dia sempat menghubungi saya via telpon. menanyakan saya kuliah dimana, jurusan apa, berapa uang jajan saya sehari, punya sodara yang polisi/tni atau tidak. dan pertanyaan terakhir dia lontarkan dengan alasan “sim gue hilang. kan kalo lo punya sodara polisi/tni gitu jadi gampang ngurusnya” . bodohnya saya tidak menyadari.
Tidak apa-apa Saudaraku, Saudara tidak bodoh, itu adalah normal, tanggapan akrab Saudara pada seorang kawan lama yang mungkin bisa berbagi dan saling membantu. Kesadaran bahwa itu adalah survey dari pengajak NII tentu didapat setelah masuk dan mempelajari keadaaan
sebenarnya atau kenyataan-kenyataan di NII. Tidak perlu menyesal, itu adalah pengalaman yang sangat berharga untuk bekal pribadi Saudara di kemudian hari. Hanya orang-orang NII-lah yang menyalah-gunakan niat baik Saudara dalam bertemen.
pada saat ketemuan, ketika saya mau pulang, dia menahan saya untuk tidak pulang dengan alasan temannya mau dateng dan mau dikenalkan kepada saya. yaa.. dengan bodohnya lagi saya menurut saja. setelah temannya datang, dan saya sudah dikenalkan, begitu mau pulang, temannya malah menahan saya dengan alasan nunggu temannya yang satu lagi (yang mau tilawahin saya). sesudah itu, saya diajak ngobrol. katanya temannya itu pernah kuliah di Saudi, dan obrolannya pun sangat menarik.. tentang bagaimana indonesia bisa menjadi mercusuar dunia. singkat cerita, kami membahas nya dari jam 6 – 9 malam di Hard Rock Cafe. dan berhubung waktunya ga cukup, dia menyuruh kami (saya lebih tepatnya) untuk datang ke tempat yang disepakati . 3 hari kami membahas ini, saya merasa ada kejanggalan di hati saya. sampai saat di mana proses hijrah. sebenarnya saya tidak mau, tapi 2 orang temannya teman saya ini memaksa secara tidak langsung (2 orang yg ngawal). dan hijrahlah saya.. pada proses H, saya sempat menyerahkan uang 3 juta rupiah (BODOH BANGET !!!)
Tenang Saudaraku, memang demikian skenario yang digunakan oleh orang-orang NII dalam menjerat korbannya. Biasanya orang NII menghubungi teman-teman lamannya, temen SD, temen SMP, temen SMA, temen Kuliah, temen bekerja atau teman bermain. Dia hanya sebagai penghubung, sekaligus dan pengawal, telah ketemu akan dikenalkan dengan temennya yang lain yang sebenarnya adalah pimpinannya di NII. Kemudian calon korban diajak diskusi tentang kondisi sekitar, tentang ketimpangan-2 di masyarakat, hingga dibelokkan berbicara pada Negara Islam. Sang korban dikondisikan dan dipaksa merasa tidak selamat atau kafir bila tidak
bersedia pindah atau hijrah ke Negara Islam tersebut. Itupun dengan disertai penyerahan uang sadaqah hijrah yang tidak kecil jumlahnya.
dan pada saat di baiat, saya diminta uang untuk infaq perbulan, saya mengazamkan 500rb. kejanggalan masih ada dihati saya, sampai pada saat saya diberi materi “shalat“. orang yang men-tazqiyah saya bilang “shalat itu ga hanya ritual saja, Allah itu ada dimana mana, kiblat ga hanya di mekkah, mekkah kan buruk blablablbablabla…” saya menjadi tambah tidak yakin..
Betul sekali, setelah masuk Negara Islam masih dipaksa membayar sejumlah uang untuk diserahkan tiap bulan yang mereka sebut dengan istilah infaq, dan didoktrin bahwa sholat yang utama bagi warga Negara Islam adalah mencari anggota baru untuk diajak masuk ke NII dan menyerahkan uang tiap bulan. Bila tidak memenuhi akan dihujat dan dicaci maki oleh
pimpinan di NII.
dan semakin kesini, otak saya semakin di brainwash. sekarang saya menjadi Q2 di tim saya. 1 lagi, setiap saya selesai casting ataupun menyanyi (alhamdulillah, kebetulan saya model dan penyanyi 🙂 ) pasti Q1 saya meminta hasil bayaran saya dari casting dan menyanyi. yang dia minta bukan 10%. tapi 80%. dan sekitar 300-950 ribuan (tergantung bayaran yang saya terima) . saya hanya dapat 20% dengan iming iming “negara kita lagi butuh dana untuk pembangunan bi,” ,, dan setelah 2 tahun saya disini, prestasi saya menurun, uang saya terkuras, tenaga saya hampir habis karena kurang tidur. MANA ISLAM YANG KATANYA SELAMAT SEJAHTERA ??????? 
Begitulah kenyataan NII yang sebenarnya, mereka menggunakan kedok Negara Agama Islam untuk mengeruk dan menguras habis dari sedikit demi sedikit uang Saudara, hasil bekerja Saudara, pikiran Saudara, tenaga Saudara, waktu Saudara, bahkan jatah kuliah Saudara. Orang NII tidak rela bila warganya punya uang tapi tidak disetor pada pimpinannya. Mereka
menggunakan macam2 dalil paksaan untuk bisa memeras uang tersebut.

saya mohon bantuannya agar saya bisa BENAR BENAR TERLEPAS DARI IKATAN MEREKA. BAGAIMANA CARANYA ?? trims sudah mau membaca cerita saya.. karena saya bingung, setiap kali mau keluar, ada aja yang neror.

Caranya adalah :

Pertama, berdoa’ dan berlindung pada Allah SWT dengan memperbanyak amalan amalan wajib maupun amalan sunnah Nabi Muhammad SAW. Bila pikiran, hati dan batin kita dekat dengan Allah tentu akan tenang mengatasi masalah NII ini 🙂

Kedua, perbanyak wawasan Saudara tentang NII dari aneka sudut pandang. Jangan hanya menerima pengertian dari pimpinan NII melulu, karena isi dari tazkiyah (pemberian materi) hanyalah doktrin, perintah, dan pemaksaan untuk mencari anggota baru dan menyetor uang
infaq per bulan. Bila tidak dipenuhi akan ditekan habis-habisan. Untuk mendapatkan aneka sudut pandang tentang NII, gunakan internet, klik dan buka situs http://www.google.com masukkan kata kunci pencarian yaitu NII atau KW 9 atau Az Zaytun atau AL Zaytun atau AL Kahfi. Maka saudara akan mendapat aneka macam tulisan-tulisan atau artikel-artikel tentang NII dari segala sumber bacaan. Baca dan telaah dengan seksama tulisan-tulisan dan pengalaman-pengalaman Mantan NII KW 9 Al Zaytun tersebut. Rangkum dan resapi dalam pikiran, hati, jiwa, dan asa semangat Saudara.

Ketiga, ceritakan masalah ini dengan teman-teman Saudara yang terpercaya, dengan sanak kadang famili, dengan orang tua, dengan adik kakak, atau dengan siapa saja yang Saudara percayai. Jangan pendam sendiri masalah ini, bisa pusing menghadapinya ! Ketika ditilawah dan ditazkiyah oleh orang NII selalu dipesan agar tidak bercerita pada orang lain tentang NII ini, dengan harapan mereka agar Saudara seperti katak dalam tempurung, merasa benar sendiri, diluar NII kafir dan tidak selamat, tapi kalau stress atau ditekan tidak bisa sharing /
berbagi dengan orang-orang luar NII. Bila tidak berani bercerita tentang beban di NII, maka orang2 NII-lah yang merasa diuntungkan dengan kondisi tersebut.

Keempat, setelah bekal memahami NII dan berbagi masalah dengan teman2 terpercaya telah cukup, maka cari, temui dan hadapi orang-orang NII tersebut, katakanlah bahwa saudara telah keluar dari NII. Bila mereka bertanya mengapa alasan Saudara keluar dari NII, jawablah dari ilmu yang Saudara dapatkan dari mengumpulkan data-data tentang NII tersebut. Bila mereka kemudian menghujat atau menghina Saudara dengan kata-kata kafir, tidak selamat bila keluar dari NII, maka biarkanlah, karena mereka sebenarnya takut kehilangan Saudara, takut kehilangan sumber uang dari Suadara, takut setoran uang pada pimpinan lebih tinggi jadi berkurang, dan takut kehilangan peluang mendapat anggota baru dari temen-temen Saudara. Bila mereka meneror dengan fisik, maka hadapilah teror fisik tersebut, bila perlu pukul wajah mereka, dan ambil foto wajah-wajah mereka dengan kamera HP saudara, dan kirim ke email saya (bahtiar@gmail.com) untuk saya tampilkan wajah-wajah orang2 NII tersebut di internet, bisa juga anda laporkan pada polisi. Bila perlu ajak teman-temen yang Saudara percayai tersebut untuk bersama-sama menghadapi orang-orang NII. Jangan pernah menghindari dari NII, hadapilah dengan kesatria dan semangat jihad ! bila menghindar, Saudara akan dikejar-kejar terus, di kost, depan rumah, di kampus, atau ditempat kerja Saudara akan ditunggui oleh orang NII tersebut. Sebenarnya nyali orang-orang NII adalah kecil sekali, tidak lebih dari
seorang pengecut yang menggunakan kedok Agama atau Negara Islam untuk menguras dan mengeruk habis waktu, tenaga, pikiran, uang, dan teman-temen dekat Saudara. 

wassalam. (mohon maaf, kalau bisa dibalas via email juga yaah, karena saya lebih sering buka email di warnet daripada melalui hape. Trims, someone@bali.com)
Baiklah Saudaraku, telah saya jawab via email, bila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut silahkan bertanya dan kirim email lagi. 

Demikian tanggapan saya, semoga bisa membantu Saudara melepas jerat NII KW 9 As Zayton Sesat tersebut …

Salam kenal,
bahtiar
08132 8484 289 – bahtiar@gmail.com – Serpong Tangerang Banten

=====

Konsultasi Korban NII KW9 dg : Bahtiar Rifai, Mantan NII KW 9, SMS : 08132 8484 289, Email : bahtiar@gmail.com, Web : https://niikw9.wordpress.com

Iklan