TANYA LAGI TENTANG NII ?

Yg terhormat Mas Bahtiar …

Masih berlanjut email penasaran saya mengenai NII … tempo hari :

Boleh saya mengajukan pertanyaan kepada Mas Bahtiar ? Dari sisi manakah NII KW9 itu sesat ? Bukankah kalau bersodakoh itu ada dasarnya dalam Al-Qur’an ? Disebutkan memang kita disuruh bereiman, berhijrah, berjihad dengan harta dan nyawa. Apakah hal itu disebut sesat ?

Adakah hal lain Mas Bahtiar, selain hal di atas ? Secara Mas Bahtiar kan pernah sebelumnya menjadi anggota gerakan ituw ?

Oh ya satu lagi, bagaimana dengan Konsep mendirikan Daulah Islamiyah ? Bagaimana hukumnya. Jika memang fardu ain … berati kan bernegara islam itu suatu kewajiban, jika selain NII kan hanya menyeru ke syariat saja, bukan bernegara.

Terimakasih atas jawaban Mas Bahtiar.

Salam,

========

Baik, saya jawab per kalimat agar fokus :

   Yg terhormat Mas Bahtiar …

Yang terhormat juga Saudara … 🙂

   Masih berlanjut email penasaran saya mengenai NII … tempo hari :

Silahkan … akan saya jawab dengan senang hati … 🙂

   Boleh saya mengajukan pertanyaan kepada Mas Bahtiar ?

Boleh tentu saja …. 🙂

   Dari sisi manakah NII KW9 itu sesat ?

Penjelasan tersebut pernah ditulis panjang lebar di link :
https://niikw9.wordpress.com/2010/07/02/isi-dapur-nii-kw-9-az-zayton/

   Bukankah kalau bersodakoh itu ada dasarnya dalam Al-Qur’an ? Disebutkan memang kita disuruh bereiman, berhijrah, berjihad dengan harta dan nyawa. Apakah    hal itu disebut sesat ?

Apakah saya pernah menyatakan pada Anda bahwa : “bersodakoh berdasar Al-Qur’an, beriman, berhijrah, berjihad dengan harta dan nyawa adalah sesat” ?

   Adakah hal lain Mas Bahtiar, selain hal di atas ? Secara Mas Bahtiar kan pernah sebelumnya menjadi anggota gerakan ituw ?

Ada dan semua telah diurai panjang lebar di https://niikw9.wordpress.com/

   Oh ya satu lagi, bagaimana dengan Konsep mendirikan Daulah Islamiyah ?

Istilah “Daulah” muncul setelah Nabi wafat, saat nabi masih ada beliau menyatakan sebagai kelompok masyarakat yang hidup di Madinah. Itupun Masyarakat Madinah beragam tidak melulu Islam, ada Kristen, Yahudi, Majusi, dan aneka kepercayaan lainnya.

Nabi mengajarkan dengan akhlaq, budi pekerti, norma, tingkah laku, adat istiadat, moral dan perilaku yang baik. Masyarakat tertarik perhatiannya melihat tingkah laku nabi Muhammad & pengikutnya yang jujur dan tulus, sehingga bertanya “ajaran apa yang Nabi ikuti ?” dan tertarik untuk ikut juga

Bukan dengan drama / sandiwara tilawah dikepung 2 sampai 4 orang, digiring diskusi sampai pilihan hijrah atau kafir. Setelah masuk melulu cuman 2 tugasnya “mencari duit” dan “mencari anggota baru”. Tingkah laku tidak diperhatikan, sopan santun tidak diperhatikan, bila perlu menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang infaq dan anggota baru 🙂

    Bagaimana hukumnya. Jika memang fardu ain … berati kan bernegara islam itu suatu kewajiban, jika selain NII kan hanya menyeru ke syariat saja, bukan     bernegara.

NII menyeru bernegara atau bersyariat Islam hanya saat tilawah saja, setelah masuk / hijrah ganti dua tema yaitu : mencari BT (binayah tilawah) dan mencari duit (setoran infak)

     Terimakasih atas jawaban Mas Bahtiar.

     Salam, Seseorang

Sama – sama Saudara,
Bila ada yang kurang boleh email lagi
Saudara boleh juga bercerita tentang pendapat dan pengalaman Saudara dengan NII 🙂

Iklan