SADAR DARI NII ZAYTUN BERKAT SHOLAT ISTIKHARAH

Sembilan bulan saya ada di NII ZAYTUN, waktu itu saya ber-tetitorial ODO Cilandak Selatan. Selama 9 bulan itu sama sekali saya tidak pernah dapat menemukan ketenagan walaupun saya sudah mengajak dua anggota baru (2 nissa).

Sebenarnya ada perasaan senang selama disana saya merasa banyak teman, ada perubahan dalam dunia saya tapi mengapa hati ini tidak pernah tenang. Batin saya tidak pernah kuat, selalu ragu untuk menjalani itu semua. Sholat 5 waktu pun sering saya tinggalkan selama di sana, saya selalu kepikiran amaliyah dan tilawah saja. Saya seperti dikejar-kejar dan didesak dengan aktivitas-aktivitas disana, sedangkan keadaan harta dan diri saya sebenarnya tidak mendukung namun amaliyah dan tilwah adalah hal yang mutlak dan wajib disana jadi saya terus terdorong melakukannya dalam keadaan terpaksa. Kuliah saya hampir kacau 😦

Selalu saya tanamkan ke-ikhlasan setiap menjalankan amaliyah dan aktivitas lainnya tapi kenapa jatuhnya batin saya tersiksa dan menangis ? saya sudah sering punya niat untuk keluar tapi kenapa tidak pernah bisa, gimana caranya saya bisa keluar ?

Walaupun jarang sholat saya selalu berdoa meminta agar terus diberikan jalan yang benar dan diridhoi dan selalu minta dimudahkan dalam melakukan ibadah-ibadah yang dianjurkan disana tapi tetep saja selalu menuai kesulitan.

Saat 7 bulan saya jalanin ternyata sepupu saya, yang juga jamaah NII Zaytun yang mengenalkan saya pada si pembawa (atau umi saya di sana) sudah kaslan, saya kaget kenapa dia seperti itu padahal sebelumnya dia yang memberiku motivasi selama disana. Dilema saya itu sampai saya memutuskan solat ISTIKHARAH, singkat cerita 2 kali saya istikharah trnyata Alloh memberikan jawabannya lewat mimpi yang sudah kaslan bahwa aktivitas-aktivitas yang saya jalankan di tempat itu cuma sia-sia dan NII Zaytun Panji Gumilang adalah jalan yang salah.

Lalu saya menghubungi sepupu saya yang sudah kaslan tersebut dari 2 bulan sebelumnya, ternyata dia juga keluar berkat umi-nya dan Sholat Istikharah dan semakin mantap saja saya untuk keluar dari sana dan finally saya KELUAR dari jalan yngg salah itu dengan sadar diri tanpa ada paksaan atau hasutan dari siapapun, benar-benar dari faktor diri sendiri.

Soo saya meneumukan kembali ketenangan dan sholat 5 waktupun bisa diperbaiki, hingga sekarang Alhamdulillah saya menemukan hidayah kembali, saya telah berhijab secara syar’i … 🙂

Pengalaman Sdri. Tri Yani : http://www.facebook.com/threeyani

Iklan