TIGA (3) LANGKAH UTAMA MENYADARKAN ANAK-ANAK KORBAN NII GADUNGAN

Pertanyaan :

From : seseorang@xxxx.com
Wed, Apr 27, 2011 at 10:30 AM
To: bahtiar@gmail.com

Assalammu’alaikum wr.wb.

Pak Bahtiar, salam kenal sebelumnya, saya seorang Bapak yang tinggal di sebuah kota di Pulau Jawa. Mohon maaf bila saya tidak bisa menjelaskan identitas saya semuanya.

Saya mau konsultasi berkaitan dengan anak saya. Dia mahasiswa semester 6, laki2, nilai2 kuliahnya semester 1-3 lumayan bagus, tapi baru saja ketahuan kalo selama semester 4-6 dia hampir nggak pernah masuk kuliah, ujian juga tidak datang. Alhasil nilai IPK dia hancur. Selama ini dia selalu pamit kalo kuliah, pulang selalu malam hari dengan alasan mengerjakan tugas bersama teman-temannya. Dia seringkali minta duit untuk beli buku dst. Sering mencuri uang dan perhiasan punya ibunya.

Setiap kali kita tanya kenapa dia nggak pernah kuliah dan ikut ujian, tidak pernah dijawabnya, dia selalu berjanji mau kuliah lagi tp kenyataannya dia berbohong. Yang ingin saya tanyakan apakah dia sudah dipengaruhi oleh NII yang sedang marak saat ini, sehingga tidak ada rasa kasihan sama sekali pada orang tuanya dan tidak pernah merasa bersalah kalo selama ini dia sudah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan orang tuanya. Trus bagaimana caranya menyadarkan dia yang sudah terlanjur spt itu ?

Terima kasih sebelumnya. Mohon masukan dari Pak Bahtiar.

Wassalammu’alaikum wr wb

=====

Jawaban :

Wa’alaikum salam Bapak di suatu kota di Pulau Jawa.

Sekilas dari yang Bapak ceritakan di atas, memang modus dan cara-caranya mirip dengan Ajaran NII Gadungan. Ajaran tersebut merubah seorang anak yang baik menjadi tertutup dan berani pada orang tuanya.

Bila dia sering pulang malam itu karena aktitivas koordinasi (tazkiyah) dengan kelompoknya atau sedang merekrut (tilawah) anggota baru.
Suka meminta bahkan mencuri uang dari siapapun termasuk tega pada orang tuanya sendiri untuk disetor pada kelompoknya.

Untuk menyadarkan anak Bapak, caranya :

1. Kumpulkan semua bukti-bukti perubahan tingkah laku selama ini, semenjak masih semester satu hingga sekarang. Sejak masih sebagai anak yang baik kemudian berubah menjadi anak yang tertutup, suka meminta uang, bohong, bersandiwara, bahkan melawan orang tuanya.

2. Buat pertemuan keluarga inti yang melibatkan : Ayah, Ibu, Kakek, Nenek, semua Paman, Tante, dan Saudara-saudara kandungnnya untuk menasehati dia.

3. Bila belum sadar juga, sita semua alat komunikasinya, paksa dan bawa ke pondok pesantren terdekat. Ceritakan masalah ini pada pimpinan pondok pesantren, Insya Allah anak Bapak akan dirukyat (hipnoterapi) kemudian diberi dasar-dasar pemahaman agama dari awal oleh pimpinan pondok pesantren tersebut.

Demikian Pak, bila ada yang ditanyakan silahkan kirim email lagi.

Hormat saya,
Bahtiar
HP. 08132 8484 289
Eks Pengikut NII Zaytun