HABIBIE PUN DIBODOHI PANJI GUMILANG

Senin, 02/05/2011 15:49 WIB
Misteri Antara Al Zaytun-NII KW 9(3)
Habibie Pun Merasa Dikibuli Panji Gumilang Iin Yumiyanti,Hery Winarno – detikNews

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/05/02/154910/1630580/159/habibie-pun-meras…

Jakarta – Presiden BJ Habibie merupakan orang yang meresmikan Pondok Pesantren Al Zaytun. Pondok Pesantren yang dipimpin Panji Gumilang ini kini dikait-kaitkan dengan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 yang akhir-akhir ini meresahkan terkait gerakan cuci otak untuk pengumpulan uang.

Mengapa Habibie bersedia meresmikan Al Zaytun? Awalnya, Habibie menduga Al Zaytun merupakan proyek satu paket dengan masjid At Tin milik mantan Presiden Soeharto. Namun ternyata kedua bangunan itu merupakan proyek yang berbeda.

“Dulu itu kan ada Al Zaytun, ada At Tin-nya Pak Harto.Jadi kita anggap itu satu paket, ternyata lain,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiqqie kepada detikcom.

Jimly ikut mendampingi Habibie saat meresmikan Al Zaytun pada 27 Agustus 1999. Saat itu Jimly masih aktif di ICMI yang didirikan Habibie. Turut dalam peresmian itu juga Menteri Agama kala itu Malik Fajar.

Rombongan Habibie datang dengan naik KA dari Stasiun Gambir ke Stasiun Haurgeulis (HG). Habibie melanjutkan perjalanan menuju Al-Zaytun dengan naik mobil. Warga berbaris di sepanjang jalan menyambut kedatangan Habibie.

Habibie meresmikan Al Zaytun dengan mengucap Basmalah dan membubuhkan tandatangan di sebuah prasasti. Kini prasasti itu terpajang di tepi kolam arah kiblat Masjid al-Hayat.

Jimly memiliki kenangan menarik soal peresmian Al Zaytun. Habibie sempat bertanya soal dana pembangunan Al Zaytun yang begitu megah. Tapi pemimpin Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang tidak memberikan jawaban transparan.

“Pak Habibie tanya ini uang pembangunan dari mana? Pak Panji jawab dari sapi. Dapatnya dari penggemukan sapi,” cerita Jimly.

Dalam perjalanan pulang usai meresmikan Al Zaytun, Habibie menggerutu akan jawaban Panji. Bagi Habibie yang terkenal jenius itu, jawaban bila dana pembangunan Al Zaytun berasal dari bisnis penggemukan sapi tidaklah masuk akal.

“Pak Habibie itu kan pintar bukan bodoh. Sepanjang pulang dia ngomel-ngomel. Ini orang bohong. Jadi kita merasa dibohongi oleh Panji. Kalau bangunan semegah itu hanya dari bisnis penggemukan sapi itu tidak masuk akal,” kisah Jimly.

Habibie sendiri masih belum bisa dimintai konfirmasi. “Bapak sangat sibuk. Kalau cerita Pak Jimly seperti itu silakan saja seperti itu,” kata Direktur Habibie Center, Watik Pratiknya. Watik juga ikut mendampingi Habibie saat meresmikan Al Zaytun.

Dana pembangunan Al Zaytun itu hingga kini terus menjadi kasak-kusuk. Panji pun tidak mau transparan. Ia hanya menyebut dana itu berasal dari umat Islam.”Itu ya dari sumbangan semua umat muslim. Jangan terlalu meremehkan umat muslim, kita bisa kok membuat 1.000 Al-Zaytun, tetapi kenapa tidak bisa karena tidak ada kemauan,” ujar Panji pada detikcom.

Namun mantan anggota NII memberi kesaksian dana Al Zaytun merupakan hasil pengumpulan anggota NII yang dilakukan dengan menghalalkan segala cara. Mantan Menteri Peningkatan Produksi NII KW 9 Tahun 1997-2003 Imam Supriyanto mengaku bila NII memiliki rekening ratusan miliar di Bank Century. Tapi Panji membantah ia memiliki uang di Bank Century. “Itu tidak benar, kalau benar telusuri saja kan gampang,” jawab Panji.

Panji juga membantah menjadi pemimpin NII KW 9. “Katanya saya ini dia, Abu Toto, tapi tidak. Nama saya Abussalam Rasyidi Panji Gumilang. Saya tidak kenal Abu Toto walaupun nama saya sering disebut-sebut sebagai dia,” bantahnya.

Panji meyakini NII yang selama ini dikaitkan dengan dirinya dan Al-Zaytun sudah lama tiada. Menurutnya NII bubar saat ditangkapnya Kartosuwiryo pada 1962. “Kami tidak yakin ada (NII KW 9) karena itu sudah mati pada 1962,” terang Panji.
Beberapa siswa Al Zaytun pun seolah tidak terpengaruh dengan kabar yang menyebut pesantren mereka terlibat dalam gerakan NII KW 9.

“Itukan belum tentu benar, dan saya di sini hanya belajar tidak tahu hal seperti itu. Di sini kita baik-baik,” ujar seorang siswa SMA, Ahmad.

Al Zaytun menegaskan lembaga ini sebatas institusi pendidikan tidak ada materi tentang konsep negara Islam. Al Zaytun selama ini menggunakan kurikulum dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Nasional. “Tidak ada yang menyimpang, silakan di cek,” ujar Wakil Dewan Guru Al Zaytun, Ali.

Ali pun meminta Ponpes Al Zaytun tidak dikait-kaitkan dengan NII. Pemberitaan adanya hubungan antara NII KW 9 dengan Al Zaytun maupun Panji Gumilang dinilai bisa membuat siswa tidak nyaman untuk menuntut ilmu.

Kementerian Pendidikan Nasional menyerahkan kepada Kementerian Agama untuk memutuskan kasus Al Zaytun. Kementerian Agama sendiri akan melakukan penyelidikan atas Zaytun.

“Itu kan pesantren jadi Kementerian Agama yang berwenang. Kami menunggu saja,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal.

(iy/diks)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/05/02/154910/1630580/159/habibie-pun-meras…