OBROLAN SANTAI SESAMA MANTAN NII GADUNGAN

Seseorang : Assalaamu’alaikum Mas Bahtiar, bagaimana perkembangan pemberantasan NII Zaytun, NII Panji Gumilang, NII KW 9, atau NII Gadungan ? Tampaknya makin semrawut dan bias saja.

Bahtiar : Wa’alaikum salam Saudara. Wewenang tugas memberantas ada di tangan aparat pemerintah. Kewajiban kita yang pernah ikut kegiatan tersebut adalah berbagi, mengabarkan atau mensosialisasikan pada masyarakat luas, agar para orang tua dan adik-adik generasi muda makin hati-hati dan menjauhinya.

Seseorang : Kira-kira apa efektif ? karena dari dulu seperti jadi bahan permainan dan saling memanfaatkan.

Bahtiar : Tentu efektif. Mirip Peredaran Narkotika. Kalau tiap generasi muda diberi pengertian atau pemahaman tentang akibat-akibat buruk dari Narkotik, tentu akan berfikir ulang sebelum mengkonsumsinya. Demikian juga, bila diberi pemahaman tentang Ajaran-Ajaran yang menyimpang.

Seseorang : Pengedar Narkotika juga dari dulu tidak pernah bisa diberantas habis !

Bahtiar : Betul sekali, ketika aparat pemerintah dan media massa sedang gencar-gencarnya memberitakannya, para penyebar Ajaran Sesat tersebut tiarap atau sembunyi sejenak. Nanti, setelah lengah dari pemberitaan akan muncul lagi dengan Nama, Bentuk, atau Kemasan yang berbeda, tapi …. ujung-ujungnya sama …. yaitu Pemerasan Anggotanya dan Meng-kafir-kan orang tua atau keluarganya sendiri. Nah ! kita yang pernah ikut ajaran tersebut dan sekarang menjadi MANTAN … mendapat ladang amal sholeh / JIHAD untuk terus memberitahu Bahaya NII Gadungan ini pada masyarakat luas.

Seseorang : Ladang jihad gimana maksud loe Broo ? kita kan tidak berbaris di-jama’ah yang Alloh SWT kehendaki !

Bahtiar : Wee la dalah … berbagi informasi agar masyarakat atau generasi muda tidak lagi tertipu oleh Ajaran NII Gadungan, apa bukan termasuk ladang amal kebaikan ? Saya dan Antum dulu bisa masuk ikut ajaran gadungan tersebut tentu awalnya karena berprasangka baik / khusnu’udzan mengira dengan ikut ajaran tersebut akan tambah baik ke-Islam-an diri kita, ternyata malah kebalikannya🙂. Tentu kita tidak ingin, bila adik-adik atau anak turun kita kelak tertipu atau terjebak lagi dengan ajaran seperti itu.