Updates from September, 2011 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Bahtiar 8:44 am on September 18, 2011 Permalink | Balas  

    Antara Komar, MIM, NII, Zaytun, dan Panji Gumilang 

    Judul Asli : Panji Kena Kasus, Jamaah NII Kena Sasus

    Sumber : http://faceindonesia.com/admin/blog/update-nii-crisis-center-panji-kena-kasus…

    Selama 15 tahun mengukuhkan dirinya sebagai Imam NII, baru kali ini Panji Gumilang bisa dibikin semaput. Tak tanggung-tanggung, para mantan punggawa terdekatnya kini menjadi lawannya di mata hukum Republik yang selama ini dianggapnya kafir. Dari kasus pemalsuan dokumen hingga pasal makar akan terus mengikutinya hingga pintu sel kelak. Seharusnya, ini merupakan momen yang tepat bagi Panji untuk menunjukkan “kenegarawanan”nya kepada para jamaahnya untuk bersikap jantan. Sayangnya, alih-alih menunjukkan rasa tanggung jawab, justru malah lempar tanggung jawab dan cari selamat sendiri. Hasilnya, dirinya tertekan, NII tidak jelas arahnya, MIM bergerak lambat dan jamaahnya mulai dicaplok oleh jamaah serupa, yaitu Komunitas Millah Abraham (KOMAR) yang dikomandani oleh mantan petinggi NII, Hilmy Mubasyir alias Ahmad Mushaddiq yang pernah dan masih menjadi nabi itu.

    Kasus pemalsuan dokumen yang menderanya, telah memakan korban. Adalah Abdul Halim, salah satu orang terdekatnya yang kini meringkuk di sel tahanan Polres Indramayu. Kasusnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan akan segera disidangkan. Sementara itu, di Semarang, enam orang petinggi wilayah NII Jawa Tengah yang tertangkap pun akan segera masuk meja hijau. Pasal yang didakwakan adalah makar. Untuk kasus yang satu ini, Panji Gumilang ketar-ketir. Itulah kemudian dia menyewa pembela dari law firm-nya Yusril Ihza Mahendra. Ada sedikit hal yang menggelitik bagi saya bila seorang aktifis Islam harus bersusah payah membayar pengacara mahal untuk membela kasusnya. Kemana Tim Pembela Muslim (TPM)?. Usut punya usut, ternyata semua orang kecuali jamaahnya Panji sudah memiliki “kesepakatan” bersama bahwa Panji Gumilang bukanlah seorang aktifis Islam yang pantas untuk dibela.

    Menghadapi dua kasus itu, konon Panji selalu meradang. Sumber terpercaya NCC mengatakan bahwa Panji kini seperti orang ketakutan. Takut untuk ditangkap, takut hartanya diambil orang terdekatnya juga ketakutan ditinggal pengikutnya dan setoran yang menyertainya. Untuk mengamankan posisinya yang serba sulit, tugas harian Imam diserahkan kepada Menteri Keuangan, Syaefullah. Yang justru membuat semakin rumit adalah ketika kas keuangan NII dipegang erat-erat Panji. Tak ada sesenpun dikeluarkannya untuk operasional gerakan. Akibatnya, Syaefullah kebingungan mencari dana talangan untuk menghidupi para santri serta membayar gaji para pejabat NII. Memenuhi kebutuhan itu, operasional NII dilapangan sekarang difokuskan pada pencarian dana saja. Sedangkan MIM yang menjadi terusan perjuangan NII masih belum memiliki arah kerja yang jelas. Bahkan hingga hari ini Panji juga belum memiliki maklumat tentang mau dibawa kemana hubungan NII dan MIM kelak.

    Berbeda dengan kalangan atas NII yang sedang bingung. Kalangan bawah NII dalam wadah MIM terus bergerak walaupun tanpa arahan yang jelas selain penggalangan dana. Namun, dengan kebebasan yang ada kini lantaran putusnya rantai komando untuk sementara waktu, semua jaringan NII mampu berimprovisasi dan menembus batas jaringan lamanya hingga bisa membangun jaringan baru di masyarakat. di Jawa Tengah misalnya, hampir di semua kota mereka membuat lembaga pendidikan, lembaga kajian, lembaga pelatihan, koperasi, bank keliling hingga bisnis transportasi layaknya travel yang mengurusi jalur angkutan antar kota. Semua segmen masyarakat dimasukinya, semuanya pun legal. Belum lagi pembentukan kelompok-kelompok pelatihan da’I dan d’iyah yang juga terus digulirkan oleh para anggota NII yang sekaligus alumni pesantren Al Zaytun.

    Disisi lain dari berkembangnya MIM, kebebasan berimprovisasi yang muncul dari ketidak adaannya batasan dan komando sang Imam, membuat jamaahnya menjadi goyah. Beberapa ribu diantaranya ada yang hengkang, terutama kalangan pejabat NII yang tidak lagi mendapat gaji. Sebut saja Muadhof atau tenaga pembangunan di Ma’had Al Zaytun. Jumlahnya kini kurang dari seribu personil saja dari empat ribu personil pada awalnya. Belum lagi para aparat NII di lapangan yang terlunta-lunta tanpa pekerjaan dan program yang jelas hingga mematikan setoran. Akibatnya mereka harus turun ke jalan untuk mencari makan saja. Dari sisi pendidikan, Ma’had Al Zaytun sudah dalam tahap kritis. Penerimaan santri baru hanya berhasil merekrut 200 orang saja yang mayoritas anak dari kalangan mereka sendiri.

    Tapi yang tak kalah pentingnya, kegamangan para jamaah ini justru menjadi bola muntahan yang menguntungkan beberapa kelompok. Dua yang paling diminati adalah Syi’ah dan KOMAR. Syi’ah dipilih karena memiliki sistem keimamahan. Sementara KOMAR adalah saudara muda NII KW9 yang memiliki dasar ajaran yang sama serta para petingginya yang berasal dari NII KW9 pula.

    Bagaimana dengan sisa jamaah NII yang masih konsis?. Tak ada yang tau pasti. Yang jelas masing-masing cari selamat dan berpikir kantong masing-masing. Ada yang terus merekrut dan menggalang dana dengan semangat. Ada yang santai berleha-leha serta ada juga yang terus semangat membentuk jaringan bisnis, tapi bukan untuk NII, namun buat diri dan kelompoknya. Wallahu ‘alam.

    Sumber :http://faceindonesia.com/admin/blog/update-nii-crisis-center-panji-kena-kasus-jamaah-nii-kena-sasus/

     
    • nyaris 12:59 pm on Oktober 1, 2011 Permalink | Balas

      Ass.ww baru kemarin saya ketahui aliran yang saya ikuti adalah KOMAR ( komunitas Milah Abraham),apakah itu sesat,saya takut saya salah melangkah.saya baca diinternet apa yang diajarkan emang sama,bahwa yahudi adalah cikal bakal kristen dan kristen cikal bakal islam,jadi gak da perbedaannya,semua menyembah yang sama yaitu rohul kudus.yang lebih diutamakan bukan sholat 5waktu,tapi BAM(bangun aktifitas malam) yg meliputi sholat dua rakaat,gak tau sholat apa tahajud atau apa? Trus baca alqur’an,menghafalnya dan memahami artinya,kalo itu saya sependapat,tapi kalo sholat 5waktu gak wajib masa katanya kita sekarang dijaman yang masih menunggu datangnya nabi setelah nabi muhammad,dan diindonesia islam akan bangkit dan datangnya rosul dari bumi indonesia,dengan didasari klo suatu daerah/negara yang telah sering tertimpa bencana,berarti negara itu dah rusak dan buat ngebenerinnya pasti nanti turun rosul/nabi.terus kita gak boleh makan hewan yang disembelih bukan dari komunitas kita,contoh kita gak boleh makan daging hasil beli di pasar,makan sate dari tukang sate yg bukan dari komar.itu yang jadi kejanggalan saya.yang saya sayangkan,yang dulunya mertua laki2 saya rajin banget sholatnya,sekarang hanya sholat malam aja 2 rekaat,abs tu baca quran,hafalin,terus memahami terjemahannya,kelihatannya mertua laki2 saya sudah masuk agak jauh ke komunitas itu.tolong bagaimana kalo emang komunitas itu salah/sesat,bagaimana memberitahu mereka,dan kalo memang gak sesat berarti itu jalan yang bagus.tapi saya cari informasi di internet ini aliran sesat,merupakan aliran dari ahmad musaddek,yg sekarang di LP.soal pernah saya curi2 lihat buku bacaan yg wajib dibaca/referensi komar,kebetulan buku itu disampulin kertas koran,saya jadi penasaran siapa pengarangnya ternyata ahmad musadek,saya cari info diinternet,dia yang mengaku nabi berasal dari bogor,aliran dia al qiyadah,yg sekarang menjelma jadi milah abraham/milah ibrahim yg artinya jalan ibrahim.apakah itu benar? Tolong carikan informasinya.makasih banyak atas perhatiannya
      Wass.ww

      • PANJI 11:14 pm on April 13, 2013 Permalink | Balas

        yang hanya bisa mengatakan sesat seseorang adalah Allah semata, maka bacalah Al Qur’an, jika kamu hanya mendengar berita dari orang lain, maka sama juga bohong.

        Qur’an Surat : Al Hujuroot [49] ayat 6 :
        Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

    • Anonim 2:15 pm on September 18, 2011 Permalink | Balas

      sangat menarik … terus saudara sekarang ikut kemana?

  • Bahtiar 8:44 am on September 18, 2011 Permalink | Balas  

    Antara Komar, MIM, NII, Zaytun, dan Panji Gumilang 

    Judul Asli : Panji Kena Kasus, Jamaah NII Kena Sasus

    Sumber : http://faceindonesia.com/admin/blog/update-nii-crisis-center-panji-kena-kasus…

    Selama 15 tahun mengukuhkan dirinya sebagai Imam NII, baru kali ini Panji Gumilang bisa dibikin semaput. Tak tanggung-tanggung, para mantan punggawa terdekatnya kini menjadi lawannya di mata hukum Republik yang selama ini dianggapnya kafir. Dari kasus pemalsuan dokumen hingga pasal makar akan terus mengikutinya hingga pintu sel kelak. Seharusnya, ini merupakan momen yang tepat bagi Panji untuk menunjukkan “kenegarawanan”nya kepada para jamaahnya untuk bersikap jantan. Sayangnya, alih-alih menunjukkan rasa tanggung jawab, justru malah lempar tanggung jawab dan cari selamat sendiri. Hasilnya, dirinya tertekan, NII tidak jelas arahnya, MIM bergerak lambat dan jamaahnya mulai dicaplok oleh jamaah serupa, yaitu Komunitas Millah Abraham (KOMAR) yang dikomandani oleh mantan petinggi NII, Hilmy Mubasyir alias Ahmad Mushaddiq yang pernah dan masih menjadi nabi itu.

    Kasus pemalsuan dokumen yang menderanya, telah memakan korban. Adalah Abdul Halim, salah satu orang terdekatnya yang kini meringkuk di sel tahanan Polres Indramayu. Kasusnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan akan segera disidangkan. Sementara itu, di Semarang, enam orang petinggi wilayah NII Jawa Tengah yang tertangkap pun akan segera masuk meja hijau. Pasal yang didakwakan adalah makar. Untuk kasus yang satu ini, Panji Gumilang ketar-ketir. Itulah kemudian dia menyewa pembela dari law firm-nya Yusril Ihza Mahendra. Ada sedikit hal yang menggelitik bagi saya bila seorang aktifis Islam harus bersusah payah membayar pengacara mahal untuk membela kasusnya. Kemana Tim Pembela Muslim (TPM)?. Usut punya usut, ternyata semua orang kecuali jamaahnya Panji sudah memiliki “kesepakatan” bersama bahwa Panji Gumilang bukanlah seorang aktifis Islam yang pantas untuk dibela.

    Menghadapi dua kasus itu, konon Panji selalu meradang. Sumber terpercaya NCC mengatakan bahwa Panji kini seperti orang ketakutan. Takut untuk ditangkap, takut hartanya diambil orang terdekatnya juga ketakutan ditinggal pengikutnya dan setoran yang menyertainya. Untuk mengamankan posisinya yang serba sulit, tugas harian Imam diserahkan kepada Menteri Keuangan, Syaefullah. Yang justru membuat semakin rumit adalah ketika kas keuangan NII dipegang erat-erat Panji. Tak ada sesenpun dikeluarkannya untuk operasional gerakan. Akibatnya, Syaefullah kebingungan mencari dana talangan untuk menghidupi para santri serta membayar gaji para pejabat NII. Memenuhi kebutuhan itu, operasional NII dilapangan sekarang difokuskan pada pencarian dana saja. Sedangkan MIM yang menjadi terusan perjuangan NII masih belum memiliki arah kerja yang jelas. Bahkan hingga hari ini Panji juga belum memiliki maklumat tentang mau dibawa kemana hubungan NII dan MIM kelak.

    Berbeda dengan kalangan atas NII yang sedang bingung. Kalangan bawah NII dalam wadah MIM terus bergerak walaupun tanpa arahan yang jelas selain penggalangan dana. Namun, dengan kebebasan yang ada kini lantaran putusnya rantai komando untuk sementara waktu, semua jaringan NII mampu berimprovisasi dan menembus batas jaringan lamanya hingga bisa membangun jaringan baru di masyarakat. di Jawa Tengah misalnya, hampir di semua kota mereka membuat lembaga pendidikan, lembaga kajian, lembaga pelatihan, koperasi, bank keliling hingga bisnis transportasi layaknya travel yang mengurusi jalur angkutan antar kota. Semua segmen masyarakat dimasukinya, semuanya pun legal. Belum lagi pembentukan kelompok-kelompok pelatihan da’I dan d’iyah yang juga terus digulirkan oleh para anggota NII yang sekaligus alumni pesantren Al Zaytun.

    Disisi lain dari berkembangnya MIM, kebebasan berimprovisasi yang muncul dari ketidak adaannya batasan dan komando sang Imam, membuat jamaahnya menjadi goyah. Beberapa ribu diantaranya ada yang hengkang, terutama kalangan pejabat NII yang tidak lagi mendapat gaji. Sebut saja Muadhof atau tenaga pembangunan di Ma’had Al Zaytun. Jumlahnya kini kurang dari seribu personil saja dari empat ribu personil pada awalnya. Belum lagi para aparat NII di lapangan yang terlunta-lunta tanpa pekerjaan dan program yang jelas hingga mematikan setoran. Akibatnya mereka harus turun ke jalan untuk mencari makan saja. Dari sisi pendidikan, Ma’had Al Zaytun sudah dalam tahap kritis. Penerimaan santri baru hanya berhasil merekrut 200 orang saja yang mayoritas anak dari kalangan mereka sendiri.

    Tapi yang tak kalah pentingnya, kegamangan para jamaah ini justru menjadi bola muntahan yang menguntungkan beberapa kelompok. Dua yang paling diminati adalah Syi’ah dan KOMAR. Syi’ah dipilih karena memiliki sistem keimamahan. Sementara KOMAR adalah saudara muda NII KW9 yang memiliki dasar ajaran yang sama serta para petingginya yang berasal dari NII KW9 pula.

    Bagaimana dengan sisa jamaah NII yang masih konsis?. Tak ada yang tau pasti. Yang jelas masing-masing cari selamat dan berpikir kantong masing-masing. Ada yang terus merekrut dan menggalang dana dengan semangat. Ada yang santai berleha-leha serta ada juga yang terus semangat membentuk jaringan bisnis, tapi bukan untuk NII, namun buat diri dan kelompoknya. Wallahu ‘alam.

    Sumber :http://faceindonesia.com/admin/blog/update-nii-crisis-center-panji-kena-kasus-jamaah-nii-kena-sasus/

     
  • Bahtiar 6:10 am on September 10, 2011 Permalink | Balas  

    KESADARAN MANTAN NII JAWA BARAT 

    Pada hari ini Rabu Tujuh September Dua Ribu Sebelas (7 September 2011) yang bertempat di Komp. Permata Biru Blok C No. 21 Ds. Cinunuk Kec. Cileunyi – Bandung telah di laksanakan rapat pembentukan pengurus mantan aktivis NII KW 7 Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung yang di hadiri oleh 104 orang mantan pejabat dan Ahlul Bait NII KW 7 yang berada di Kecamatan Cileunyi .

     

    Berdasarkan hasil rapat yaitu menyetujui pembentukan pengurus mantan aktivis NII KW 7 yang berada di Kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung untuk membantu pemerintah dan pihak Kepolisian dalam memberantas /mempersempit gerakan NII KW 7 khususnya di Kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung dan hasil musyawarah tersebut telah di sepakati kepengurusan mantan aktivis NII KW 7 yang berada di Kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung
     

    (Jabar Selatan) sebagai berikut :
     

    Ketua : Asep Muhargono/Mantan Laznah 1 NII KW7 (JABARSEL)
     

    Sekertaris : Dede Suryana/Mantan Camat NII KW7
     

    Bendahara : Nur Salam/Mantan Petinggi Desa NII KW7
     

    Pengurus yang telah terbentuk telah siap bekerja keras untuk mengkordinir mantan Anggota NII dan siap menerima pengaduan dari masyarakat yang berkaitan dengan gerakan NII khususnya yang berada diwilayah Kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung (Jabar Selatan).
     

    Demikian berita acara kami buat dengan sebenar benarnya,
     

    Bandung, 7 September 2011
     

    Ketua, Sekretaris,
     

    Asep Muhargono, Dede Suryana
     

    Mengetahui,
     

    Camat Cileunyi , Kepala Desa Cinunuk
     
    • lalalili 10:15 am on Desember 12, 2011 Permalink | Balas

      dahsyat sekali, innallaha ma’ana..

    • Muhaimin 9:12 pm on Oktober 11, 2011 Permalink | Balas

      info ini menyemangati kami untuk keluar dan melawan NII Zaytun

  • Bahtiar 6:10 am on September 10, 2011 Permalink | Balas  

    KESADARAN MANTAN NII JAWA BARAT 

    Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=162794710469413&refid=48

    Pada hari ini Rabu Tujuh September Dua Ribu Sebelas (7 September 2011) yang bertempat di Komp. Permata Biru Blok C No. 21 Ds. Cinunuk Kec. Cileunyi – Bandung telah di laksanakan rapat pembentukan pengurus mantan aktivis NII KW 7 Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung yang di hadiri oleh 104 orang mantan pejabat dan Ahlul Bait NII KW 7 yang berada di Kecamatan Cileunyi.

    Berdasarkan hasil rapat yaitu menyetujui pembentukan pengurus mantan aktivis NII KW 7 yang berada di Kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung untuk membantu pemerintah dan pihak Kepolisian dalam memberantas /mempersempit gerakan NII KW 7 khususnya di Kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung dan hasil musyawarah tersebut telah di sepakati kepengurusan mantan aktivis NII KW 7 yang berada di Kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung

    (Jabar Selatan) sebagai berikut :

    Ketua : Asep Muhargono/Mantan Laznah 1 NII KW7 (JABARSEL)

    Sekertaris : Dede Suryana/Mantan Camat NII KW7

    Bendahara : Nur Salam/Mantan Petinggi Desa NII KW7

    Pengurus yang telah terbentuk telah siap bekerja keras untuk mengkordinir mantan Anggota NII dan siap menerima pengaduan dari masyarakat yang berkaitan dengan gerakan NII khususnya yang berada diwilayah Kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung (Jabar Selatan).

    Demikian berita acara kami buat dengan sebenar benarnya,

    Bandung, 7 September 2011

    Ketua, Sekretaris,

    Asep Muhargono, Dede Suryana

    Mengetahui,

    Camat Cileunyi , Kepala Desa Cinunuk

    Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=162794710469413&refid=48

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal