Setelah Ber-Islam, Jadi Berani Melawan Keluarga ?

1

Assalamualikum wr,wb
Saya asli Jabar dan kerja di Jateng, Saya bertemu keluarga seminggu atau dua minggu sekali, Saya punya 3 anak,Saya seorang Tenaga Medis dan Istri saya juga, singkat cerita istri saya mengelola Klinik dan diakhir 2011 dia mau mengembangkan usaha baru , dan sebagai sarana promosi di pakai face book, dan pada akhirnya ada teman kuliah nya yg merespon dan bertanya belajar dari mana ?

dan akhirnya mereka sering telepon dan sms dan anak saya menemukan sesuatu yg aneh krn biasanya HP mama bebas dipinjam tp awal januari HP memakai pass word sehingga tidak ada seorang pun bisa membuka. Saya sebagai suami tiap minngu pulang dan menemukan kondisi phisik istri saya spt kurang tidur dan yg lebih aneh lagi dia pakai jilbab sekalipun di kamar bersama saya dan anak .Sehingga pada akhir januari dia bicara dengan saya bahwa dia mendapat hidayah dan katanya sudah belajar ilmu Tauhid. dia  bilang didalam nya ada 10 yg membatalkan kita jadi umat Muslim ,

    

Dari 10 itu saya 9 sepakat krn menyangkut yg umum umum saja, tp di no 10 dia membahas masalah percaya dengan hukum diluar hukum Islam yg tercantum dalam Al Qur;an , termasuk menyangkut Pancasila dan UUD 1945  sehingga akhirnya melarang anak 2 bersekolah di sekolah umum krn mendidik jadi kafir. Jelas saya bingung dengan pendapt istri saya tersebut dan akhirnya terjadi perdebatan sampai istri saya bilang bahwa saya bukan lagi suaminya secara agama krn saya sudah dianggap kafir dan dia akan memulai hidup baru .

     

Perdebatan iitu terjadi sebelum saya berangkat lagi ke JAteng untuk bekerja , Jam 10 malam saya berangkat , jam jam 4 pagi istri saya dengan membawa anak anak akhirnya meninggalkan rumah . semua HP dia dan anak 2 mati dan akhirnya kami mencari dan lapor polisi dan setelah lapor polisi dan saya melakukan invertigasi sendiri saya akhirnya tahu siapa dan dimana orang yg selama ini sering bicara dengan istri saya di Jatim . Karena saya membawa polisi dan TNI istrinya ketakutan sehari sebelumnya suami dia katanya mengantar istri dan anak saya ke Banten yg katanya mau memasukan anak2 ke pondok krn info dari istrinya ada polisi ke rumah akhirnya istri saya disuruh pulang kan pulang ke rumah ibunya di Jatim dan sudah memakai cadar.
       Yang saya akan tanyakan :
1. Sama tidak ajaran yg diterima istri saya dengan NII ? krn meng kafirkan sesama muslim termasuk saya dan mengganggap Pancasila dan UUD sebagai taugut
2. Saya melihat ayat ayat yg dipakai juga sama . setelah kembali ke keluarganya kami bingung bagaimana pemulihan kembali baik phisik maupun mentalnya krn dia juga jadi tertutup dan tidak keluar rumah kecuali beli seseuatu

Mohon dengan sangat bapak bisa membantu saya,Terima Kasih 

=====

Wa’alaikum salam Pak .

Membaca tulisan Bapak, kesimpulan SEMENTARA saya bahwa Istri bapak terkena ajaran Milah Ibrahim :

karena :

  1. Istri bapak tidak meminta uang dalam jumlah yang banyak.
  2. Istri bapak menggunakan cadar dan menjaga jarak dengan Bapak.
Kalau NII biasanya akan berusaha terlihat baik dihadapan Bapak yang penting uang bisa disedot.

Untuk menyadarkan Istri, Bapak harus :

  1. Terus menyelidiki untuk memastikan nama ajaran yang diterima istri bapak, apakah itu pasti Millah Ibrahim, Komar, Al Qiyadah Al Islamiyah, Syiah, NII, LDII, atau Ahmadiyah.
  2. Setelah tahu nama ajarannya, Bapak bisa baca-baca referensi / literatur di Internet. Bila terkena NII, bapak bisa terus komunikasi dengan saya, karena saya Mantan Pengikut NII.
  3. Terus jalin komunikasi & kerjasama dengan anggota keluarga lain (Bapak, Ibu kandung, Mertua, Paman, Bibi, Kakek, Nenek dan Anak-anak) agar semua ikut menasehati dan mengawasi Istri Bapak.
  4. Di Jogja Bapak bisa datang ke Kantor Pusat Muhammadiyah, Pesantren Krapyak, di Jateng Pesantren Assalam Pabelan, Kampus2 Islam, Pengurus Masjid, di Jatim bisa ke Pesantren Gontor, Lirboyo, dan di Jabar bisa ke AA Gym, Jakarta bisa ke Kantor NU, MUI Pusat, dan beberapa lembaga dakwah di sekitar Bapak untuk menimba ilmu cara-cara menyadarkan pengaruh ajaran sesat.
Demikian Pak, semoga bisa membantu.
Wassalaamu’alaikum

Rgd,
Bahtiar | 08132 8484 289