Updates from Februari, 2017 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Bahtiar 12:42 pm on February 28, 2017 Permalink | Balas  

    Ma’had yg diperjuangkan . . 

    screenshot_2017-02-28-12-13-55_1_1

     
  • Bahtiar 11:22 am on February 28, 2017 Permalink | Balas  

    Jammas & Masjid Rahmatan Lil Alamin 

    Surat dari kordinator kpd kita :
    Ada sahabat kita kordinator ma’had , 17 tahun tinggal di kontrakan , yang di jadikan posko setingkat daeroh,,,
    2 tahun lalu wafat, Ia meninggalkan dua anak.
    Sebelum meninggal dalam keadaan sakit kronis, ia tetap bersemangat mengkawal program jammas, walau kadang sesampainya di tempat tujuan harus terbaring kelelahan , karna penyakit , diabet , gagal ginjal, dan batu empedu, usianya 45 tahun tinnggal di tanggerang,
    Bersama team jamas sering sampai larut malam sampai jam 12’malam.
    Keluarganya sering cemas, khawatir dan gelisah karena kalau sedang “‘kumat”‘ ia bisa sampai hilang ingatannya, dan dokter sudah mengingatkan ia tidak boleh beraktifitas yang melelahkan, namun karna posisinya sebagai ketua kelompok ia merasa punya tanggung jawab utk mensukseskan program jamas, karena sakit berat istri dan anaknya sering mengingatkan agar ia jangan mengikuti kegiatan jamas, namun ia tidak hiraukan, karna ada beban target di kelompoknya yang harus ia kawal.
    Pernah sampai jam 2 pagi ia baru sampai di rumah , dan ketika ditanya kenapa sampai larut malam, rupanya di dalam angkot ia hilang ingatan dan akhirnya nyasar entah kemana, anak perempuan dan istrinya sering menangis sedih melihat kondisi suaminya tersebut,
    Ko teganya kawan -kawan di teamnya membiarkan ia pulang sendiri dari tempat acara pertemuan kordinasi jamas tersebut, padahal menurut istrinya para kordinator lainnya tahu kalau suaminya sudah lemah dan penyakitnya sudah kronis, tapi masih saja di mintakan tanggung jawab yang di luar batas kemampuannya.
    Dari hari kehari penyakit sahabat tersebut semakin kronis, dan akhirnya Allah memanggilnya.
    Pas hari beliau meninggal istrinya lagi-lagi merasakan kesedihan selain di tinggal tulang punggung keluarga ia pun merasa heran, kemana para kordinator yang lain, yg hampir 17 tahun selalu bersama siang malam. ..bahkan sampai pagi lagi berkumpul, untuk mengumpulkan setoran jamas ….
    tapi ketika ia di rundung musibah kawan – kawan dan para pimpinannya tidak perduli , bahkan sekedar mnyatakan empatipun tidak.
    Untungnya ketua lingkungan dan para tetangga di sekitar perduli. Dari mulai memandikan , sampai menghantrkan ke liang lahat di jawa tengah. Para tetangganyalah yang kompak menolong keluarga sahabat kita tersebut.
    Sementara dari pimpinan kordinator tangerang sendiri tidak ada kontribusi untuk membantu kepada keluarga kami, keluh ibu itu

    Reff

    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1319922824717918&id=100001006389251&refid=7&ref=m_notif&notif_t=like&_ft_=qid.6392007438640160497:mf_story_key.-7776111125450288240:top_level_post_id.1319922824717918&__tn__=%2As

    Dan setelah suaminya meninggal untuk biaya hidup sehari – hari Ibu itu kerja nyuci pakaian dari beberapa tetangga yang empati kepada keluarga tersebut.
    Tapi seakan – akan sudah mati rasa, di tengah ia berjuang membiyai kebutuhan sekolah anaknya dan biaya hidup sehar2. Ibu tsb masih diminta juga pengorbanan harta untuk membangun masjid Rahmatan Lil Alamin. kata ibu tsb sambil sedih.

    Untungnya ada sahabat yang sudah tidak tega melihat ibu tersebut diminta iuran jamas tiap bulannya.
    Ketika bertemu kami ia langsung minta kalau ibu tersebut tolong di silah….
    Sahabat kita tersebut team jammas kordes (kordinator desa) sama dengan almarhum suami ibu tersebut, dan ia sendiri sudah tidak mau lagi di jadikan ketua kelompok, karna tidak tega melihat kondisi kawan-kawan yang dibebani dengan target yang tidak jelas dasar perhitungannya dari mana.

    Ini persoalan yang terjadi di kordinator dan banyak lagi persoalan di lapangan. Namun ketika ada persoalan bukan diselesaikan. Hanya dikatakan ini resiko perjuangan, dan bahkan yang paling ampuh kalau ada sahabat kita yang di tindas lalu ia “‘tidak aktip” dikatakan sunatullah sedang berlaku. Inilah penyaringan orang – orang yang berkualitas katanya.
    Dan ini juga berlaku kepada nasib ibu tersebut, ia yang dulu selalu memfasilitasi kegiatan di posko , dan tidak kenal lelah dari pagi siang sore hingga malam untuk membantu penggalangan dana ke ma’had, sekarang seperti sampah “habis manis sepah di buang”

    Ia sekarang harus berjuang untuk membiayai hidup kedua anaknya, dengan jasa mencuci pakaian, dan mengontrak di sebuah petakan di lingkungan sekitar, karna setelah suaminya meninggal ia tidak lagi mengisi posko yang memang sudah tidak di perpanjang kontraknya.

    Sementara yg lain, tidak mau tahu kondisi yang seperti ini, karna prinsip yang ada, tugasnya ialah mencari duit duit dan duit … itu yang di tugaskan kepada para kordinator jammas

     

     
  • Bahtiar 6:38 am on February 27, 2017 Permalink | Balas  

    Antara Gontor + Zaytun 

    Kesaksian pak kyai Sukron Makmun terhadap mulut kotor “asu edan” dari seorang Pemimpin pesantren terbesar se Asia.

    Pemimpin pesantren terbesar se Asia itu sering bercerita di depan santri2nya:
    Ketika sekolah di Gontor, “Syaykhmu pernah ditempeleng oleh seorang ust karena tidak qunut”.

    Setelah mencari sumber sejarah, ust tersebut ternyata pak Kyai Sukron Makmun, menempeleng bukan karena alasan tidak qunut, tapi karena ucapannya yg tidak layak diungkapkan, ketika ditanya “kenapa kamu tidak melaksanakan qunut? Dengan membusungkan dadanya, sang pemimpin pesantren terbesar se Asia itu memjawab ” Tuhan sudah bosan dengan qunutmu” dengan refleks ust tersebut menempelengnya.

    Hal ini tidak disampaikan oleh pak kyai Sukron Makmun, ketika ditanya oleh pak kyai Syukri Zarkasyi (pemimpin Gontor) untuk menyelamatkan si pemimpin pesantren terbesar se Asia itu dari pengusiran, karena pak kyai Sukron Makmun kasihan jika dia diusir dari Gontor.

    Ternyata mulut itu mengeluarkan kata-kata kotor bukan karena keceplosan, tapi karena sudah terbiasa

    Kata orang bijak “bisa karena terbiasa”
    APALAGI YANG MASIH KAMU RAGUKAN?

    #mulutmuasuedanmu
    #saveakhlaq

     

    Reff :

    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=270652066702876&id=100012742535943&refid=17&ref=m_notif&notif_t=like&_ft_=top_level_post_id.270652066702876:tl_objid.270652066702876:throwback_story_fbid.1318326591544208:thid.100001006389251:306061129499414:75:0:1488355199:-9195808168911549505

     
  • Bahtiar 6:26 am on February 27, 2017 Permalink | Balas  

    Relasi Santri, Ibu & Sie Keamanan 

    Kami berdiskusi mengapa keamanan sampai tega mengusir santri yg mau bertemu ibunya, padahal ibunya sudah ada di depannya. inilah pengakuan keamanan yg sudah insaf :
    Doktrin utk keamanan:
    1. Setiap orang harus dicurigai & diwaspadai.
    2. Jangan pernah merasa aman
    2. Jika keaman tidak bisa mengamankan lebih baik memelihara anjing dari pada memelihara keamanan (doktrin dari dia sambil melotot menyampaikannya) bersambung…
    Semoga yg lain cepat insaf, bahwa santri dan ibu itu harus dilindungi… mereka amanah Allah ..

    Reff :

    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1318866751490192&id=100001006389251&refid=7&ref=m_notif&notif_t=like&_ft_=qid.6391560641634282965:mf_story_key.-36410531353452198:top_level_post_id.1318866751490192

     
  • Bahtiar 5:49 pm on February 24, 2017 Permalink | Balas  

    Penampilan NII Zaytun Tahun 2017 

    Nama atau identitas disamarkan, sedang proses pemulihan diri

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal