Updates from Maret, 2018 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Bahtiar 6:58 am on March 29, 2018 Permalink | Balas  

    Cara Deteksi Aliran Sesat 

    Heboh soal orang hilang karena bergabung Gafatar akhir-akhir ini membuat banyak orang mulai menyadari mengenai adanya aliran sesat & berbagai bahayanya. Namun bagi orang awam, kadang amat sulit untuk mendeteksi, apakai sebuah kelompok pengajian adalah aliran sesat, atau bukan ?

    Pada prinsipnya, nyaris semua aliran sesat menggunakan Al-Quran dan Hadits juga. Ini yang jadi makin membingungkan banyak orang. Perbedaan mereka adalah pada #tafsir nya.

    Walaupun menggunakan Al Quran dan Hadits yang sama, namun, mereka sangat ngawur dalam menafsirkannya.

    Contoh: ayat Quran yang membahas soal #perang, diterapkan di saat #damai. Hasilnya? Kelompok sesat yang doyan terorisme.

    Masalahnya, soal tafsir ini bukan hal yang mudah. Bahkan banyak yang (mengaku) ustadz pun keliru dalam menafsirkan suatu ayat atau hadits. Lalu bagaimana cara kita, orang awam, untuk mendeteksi suatu aliran sesat ? Agar kita tidak terjerumus ke dalamnya ?

    Dari pengalaman saya bergaul dengan berbagai kelompok & aliran Islam selama beberapa puluh tahun, beberapa hal berikut ini adalah tanda-tandanya.

    Jika Anda menemukan salah satu atau beberapa tanda terlampir; segera waspada & konsultasi dengan ahli agama yang Anda percaya.

    (1) Bai’at / Sumpah setia kepada pemimpinnya : jika ada kelompok yang mewajibkan kita untuk melakukan bai’at / sumpah setia pada pemimpinnya, tidak usah ragu, keluar saja. Bisa dipastikan ini kelompok sesat, walaupun kadar kesesatannya mungkin berbeda-beda, namun ini adalah tanda bahwa kelompok ini menuntut kita untuk patuh #buta Sedangkan Islam mengajarkan kita untuk selalu berpikir & kritis.

    (2) Menganggap muslim lainnya adalah kafir : dalam Islam, tidak mudah / tidak bisa seenaknya mengkafirkan orang lain. Selama seseorang masih bersyahadat, maka masih #bisa dianggap sebagai muslim.

    Persaudaraan muslim itu sangat luas & kuat. Tidak bisa dihapuskan hanya karena berbeda cara sholat, beda pakaian, dst.

    Berbagai kelompok sesat sangat suka menganggap muslim lainnya sebagai kafir. Ini adalah strategi mereka untuk meyakinkan Anda, bahwa kelompok ini adalah yang paling benar.

    (3) Memisahkan kita dari keluarga & teman-teman kita / strategi excommunication : trik ini sangat kotor, namun efektif dalam menjebak orang ke dalam kelompoknya. Perlahan-lahan, Anda didorong untuk menjauhkan diri dari keluarga & teman-teman Anda.

    Maka tiba-tiba saja, suatu hari, Anda sudah jauh dari semuanya, kecuali kelompok sesat ini.

    Mau keluar dari kelompok itu pun jadi susah – Anda sudah tidak kenal lagi dengan teman-teman Anda. Dan biasanya Anda sudah telanjur menyakiti keluarga Anda sendiri, karena pengaruh kelompok ini.-

    Sehingga banyak orang jadi terjebak selama-lamanya di kelompok tersebut.

    Jangan mau dijebak seperti ini. Tetap keluar saja.

    (4) Fokus pada soal politik / kekuasaan : berbagai kelompok menganggap bahwa kekuasaan & kekerasan adalah kunci kemenangan. Sedangkan Rasulullah saw sudah menunjukkan bahwa Islam itu menyebar dengan dakwah & seruan yang baik. Bahkan perjanjian Hudaibiyah yang sempat diprotes beberapa sahabat, karena pada awalnya terkesan sangat melemahkan umat Islam – akhirnya terbukti justru jadi penyebab berbondong-bondongnya orang masuk Islam.

    Kelompok yang fokus pada politik, kekuasaan, dan/atau kekerasan; ini perlu diwaspadai. Biasanya mereka justru banyak menyalahi ajaran-ajaran Islam sendiri.

    (5) Percaya pada “silver bullet” : ada banyak kelompok yang percaya bahwa “xxx adalah solusi dari #semua masalah yang ada”. Dimana xxx bisa apa saja, kekuasaan, khilafah, uang, riba, dst.

    Ini keliru, Islam tidak pernah menunjukkan silver bullet apapun. Kecuali umat – kunci sukses Islam adalah umat yang sholeh & tercerahkan. Sampai Allah swt menjanjikan pemimpin yang baik jika umat Islam juga baik.

    Jika ada kelompok yang menggadang-gadangkan silver bullet lainnya, abaikan saja.

    (6) Infaq / sumbangan wajib : dan biasanya jumlahnya cukup besar. Sampai ada yang harus mencuri uang orang lain untuk membayar sumbangan (yang tapi) wajib itu.

    (7) Mengajarkan & fokus pada kebencian : Hate / benci adalah salah satu emosi yang paling powerful. Dengan memanfaatkan emosi ini, maka banyak aliran sesat jadi bisa mengecoh & menipu orang.

    Jika ada kelompok yang bahasannya banyak menebar kebencian, segera waspada. Bisa jadi ini adalah kelompok sesat dan/atau ekstrimis.

    Satu hal yang penting untuk diketahui adalah, kadang watak asli suatu kelompok sesat itu baru muncul belakangan.

    Biasanya diawal Anda bergabung, yang dimunculkan adalah hal-hal yang baik saja. Baru belakangan kemudian Anda akan dituntut untuk bai’at, mengkafirkan muslim lainnya, mengucilkan diri dari keluarga kita, dst.

    Jadi jangan terkecoh. Selalu waspada.

    Cara jitu untuk selamat dari kelompok sesat adalah dengan mengetahui cara berpikir kritis.

    Ada terlalu banyak penipu, terlalu banyak kelompok sesat. Artikel singkat ini tidak mungkin bisa membahas semuanya.

    Namun jangan khawatir, karena Allah swt sudah membekali kita semua dengan akal & hati.

    Selalu kritis. Jangan mudah percaya. Pertanyakan semuanya. Selalu belajar & cari tahu.

    Dilengkapi dengan do’a, dan hati yang bersih, terutamanya bebas dari ego & sombong, maka InsyaaAllah kita akan selalu selamat.

    Demikian tulisan ringkas ini, semoga bisa bermanfaat untuk Anda & keluarga. Selamatkan mereka dari kelompok-kelompok sesat yang berbahaya.

    9 Februari 2016, Masjid Nabawi, Madinah.

    Referensi :
    https://plus.google.com/+HarrySufehmi/posts/BwT3HxTMhsq

    Iklan
     
  • Bahtiar 1:44 pm on March 8, 2018 Permalink | Balas  

    NII Zaytun Ungaran Semarang Jawa Tengah 

    Yth Bapak Bahtiar, tolong nomor HP saya dirahasiakan. Saya tahu nomor dan email Bapak dari internet.

    Saya mantan NII KW 9 Zaytun wilayah 22, kode untuk wilayah Jawa Tengah, idariah Semarang,  yang hampir kebanyakan malja atau kos di seputaran Ungaran. Termasuk malja gubernur TDH/MS yang ditangkap polisi ada di Ungaran.

    Saya sudah keluar dari NII Zaytun sekitar 8 tahun yang lalu, tapi masih saja membekas ingatan tentang NII Zaytun, secara saya lebih dari setahun menjadi warga NII Zaytun. “Tersiksa” itulah gambaran perasaan selama lebih dari setahun di sana. Keseharian cuma cari duit buat setoran dengan jalan meminta-minta sumbangan di dekat pintu-pintu ATM, jalan keliling membawa kotak infaq ke lesehan-lesehan kaki lima, kalau tidak dapat sesuai target maka  digertak oleh atasan atau mas’ul.

    Demi setoran bulanan, saya bersama kepala bagian keuangan atau kabag maliyah yang lain pernah invasi keluar kota, seperti Jakarta, Surabaya, Banten, Medan . . .  eh jauh-jauh cuma minta sumbangan buat eksistensi mahad atau pesantren dan menggaji guru-guru atau asaatidz Al Zaitun.

    Untuk Maliyah wilayah Semarang biasanya pake proposal pembangunan pondok pesantren lokal dari Mranggen, Demak – lupa nama ponpes lokal nya. Untuk yang Surabaya pake YBAB, Yayasan Bakti Anak Bangsa. Untuk Jakarta dan kota-kota lain pake PKAB, Perhimpunan Karya Anak Bangsa.
    Jadi siapapun di antara Anda yang bertemu peminta-minta sumbangan dengan amplop, kotak kardus bertulisan tiga yayasan tersebut bisa dipastikan itu orang NII Zaytun wilayah 22.

    Kalau sekarang belum pindah saya juga masih ingat malja atau markas  yang buat Taftis atau persiapan untuk menjadi mas’ul atau aparat atau pejabat di lingkungan NII Zaytun. Kalau tidak proposal atau cari sumbangan, seharian cari kenalan atau tilawah biasanya ke kampus, Unes, Undip, Ngudi Waluyo, IKIP, di masjid Baiturahman Simpang Lima.

    Apapun cita-cita Panji Gumilang d Al Zaytun mungkin masih bisa dinalar semua demi kemajuan ajaran Islam versi dia, tapi eh tapi warga NII yang di daerah, sangat riskan beresiko berurusan dengan pihak berwenang, warga jadi kambing hitam, sapi perahan. Pemimpin macam apa, yang memperlakukan warganya semena-mena, berbohong . . .  Negara macam apa, yang mewajibkan warganya cuma setoran, setoran dan setoran melulu.

    Makin lama saya muak dengan perilaku mas’ul-nya yang arogan, katanya Negara Islam kok perilaku aparat kok kayak macam sales, kalau tidak dapat sesuai target dapat gertakan-gertakan kata kasar. Katanya Negara Islam lah Islam gak dipelajari, kalaupun baca Al Quran diterjemahkan  se ‘enak wudele dewe’, untuk kepentingan golonganya.

    Shalat malah tidak dijaga, Dhuhur Ashar, Maghrib, Isya selalu dijamak,
    tiap jam shalat, diminta laporan Maliyah atau keuangan, laporan tilawah, tidak pernah mas’ul aparat pejabat atau atasan tanya sudah shalat atau belum . . . ?

    Semoga sedikit pengalaman di atas membuat anggota aktif NII Zaytun Panji Gumilang menjadi sadar dan keluar. Adik-adik generasi muda makin kritis dan tidak mudah tertipu ajaran sesat atas nama agama Islam

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal