Cara Deteksi Aliran Sesat

Heboh soal orang hilang karena bergabung Gafatar akhir-akhir ini membuat banyak orang mulai menyadari mengenai adanya aliran sesat & berbagai bahayanya. Namun bagi orang awam, kadang amat sulit untuk mendeteksi, apakai sebuah kelompok pengajian adalah aliran sesat, atau bukan ?

Pada prinsipnya, nyaris semua aliran sesat menggunakan Al-Quran dan Hadits juga. Ini yang jadi makin membingungkan banyak orang. Perbedaan mereka adalah pada #tafsir nya.

Walaupun menggunakan Al Quran dan Hadits yang sama, namun, mereka sangat ngawur dalam menafsirkannya.

Contoh: ayat Quran yang membahas soal #perang, diterapkan di saat #damai. Hasilnya? Kelompok sesat yang doyan terorisme.

Masalahnya, soal tafsir ini bukan hal yang mudah. Bahkan banyak yang (mengaku) ustadz pun keliru dalam menafsirkan suatu ayat atau hadits. Lalu bagaimana cara kita, orang awam, untuk mendeteksi suatu aliran sesat ? Agar kita tidak terjerumus ke dalamnya ?

Dari pengalaman saya bergaul dengan berbagai kelompok & aliran Islam selama beberapa puluh tahun, beberapa hal berikut ini adalah tanda-tandanya.

Jika Anda menemukan salah satu atau beberapa tanda terlampir; segera waspada & konsultasi dengan ahli agama yang Anda percaya.

(1) Bai’at / Sumpah setia kepada pemimpinnya : jika ada kelompok yang mewajibkan kita untuk melakukan bai’at / sumpah setia pada pemimpinnya, tidak usah ragu, keluar saja. Bisa dipastikan ini kelompok sesat, walaupun kadar kesesatannya mungkin berbeda-beda, namun ini adalah tanda bahwa kelompok ini menuntut kita untuk patuh #buta Sedangkan Islam mengajarkan kita untuk selalu berpikir & kritis.

(2) Menganggap muslim lainnya adalah kafir : dalam Islam, tidak mudah / tidak bisa seenaknya mengkafirkan orang lain. Selama seseorang masih bersyahadat, maka masih #bisa dianggap sebagai muslim.

Persaudaraan muslim itu sangat luas & kuat. Tidak bisa dihapuskan hanya karena berbeda cara sholat, beda pakaian, dst.

Berbagai kelompok sesat sangat suka menganggap muslim lainnya sebagai kafir. Ini adalah strategi mereka untuk meyakinkan Anda, bahwa kelompok ini adalah yang paling benar.

(3) Memisahkan kita dari keluarga & teman-teman kita / strategi excommunication : trik ini sangat kotor, namun efektif dalam menjebak orang ke dalam kelompoknya. Perlahan-lahan, Anda didorong untuk menjauhkan diri dari keluarga & teman-teman Anda.

Maka tiba-tiba saja, suatu hari, Anda sudah jauh dari semuanya, kecuali kelompok sesat ini.

Mau keluar dari kelompok itu pun jadi susah – Anda sudah tidak kenal lagi dengan teman-teman Anda. Dan biasanya Anda sudah telanjur menyakiti keluarga Anda sendiri, karena pengaruh kelompok ini.-

Sehingga banyak orang jadi terjebak selama-lamanya di kelompok tersebut.

Jangan mau dijebak seperti ini. Tetap keluar saja.

(4) Fokus pada soal politik / kekuasaan : berbagai kelompok menganggap bahwa kekuasaan & kekerasan adalah kunci kemenangan. Sedangkan Rasulullah saw sudah menunjukkan bahwa Islam itu menyebar dengan dakwah & seruan yang baik. Bahkan perjanjian Hudaibiyah yang sempat diprotes beberapa sahabat, karena pada awalnya terkesan sangat melemahkan umat Islam – akhirnya terbukti justru jadi penyebab berbondong-bondongnya orang masuk Islam.

Kelompok yang fokus pada politik, kekuasaan, dan/atau kekerasan; ini perlu diwaspadai. Biasanya mereka justru banyak menyalahi ajaran-ajaran Islam sendiri.

(5) Percaya pada “silver bullet” : ada banyak kelompok yang percaya bahwa “xxx adalah solusi dari #semua masalah yang ada”. Dimana xxx bisa apa saja, kekuasaan, khilafah, uang, riba, dst.

Ini keliru, Islam tidak pernah menunjukkan silver bullet apapun. Kecuali umat – kunci sukses Islam adalah umat yang sholeh & tercerahkan. Sampai Allah swt menjanjikan pemimpin yang baik jika umat Islam juga baik.

Jika ada kelompok yang menggadang-gadangkan silver bullet lainnya, abaikan saja.

(6) Infaq / sumbangan wajib : dan biasanya jumlahnya cukup besar. Sampai ada yang harus mencuri uang orang lain untuk membayar sumbangan (yang tapi) wajib itu.

(7) Mengajarkan & fokus pada kebencian : Hate / benci adalah salah satu emosi yang paling powerful. Dengan memanfaatkan emosi ini, maka banyak aliran sesat jadi bisa mengecoh & menipu orang.

Jika ada kelompok yang bahasannya banyak menebar kebencian, segera waspada. Bisa jadi ini adalah kelompok sesat dan/atau ekstrimis.

Satu hal yang penting untuk diketahui adalah, kadang watak asli suatu kelompok sesat itu baru muncul belakangan.

Biasanya diawal Anda bergabung, yang dimunculkan adalah hal-hal yang baik saja. Baru belakangan kemudian Anda akan dituntut untuk bai’at, mengkafirkan muslim lainnya, mengucilkan diri dari keluarga kita, dst.

Jadi jangan terkecoh. Selalu waspada.

Cara jitu untuk selamat dari kelompok sesat adalah dengan mengetahui cara berpikir kritis.

Ada terlalu banyak penipu, terlalu banyak kelompok sesat. Artikel singkat ini tidak mungkin bisa membahas semuanya.

Namun jangan khawatir, karena Allah swt sudah membekali kita semua dengan akal & hati.

Selalu kritis. Jangan mudah percaya. Pertanyakan semuanya. Selalu belajar & cari tahu.

Dilengkapi dengan do’a, dan hati yang bersih, terutamanya bebas dari ego & sombong, maka InsyaaAllah kita akan selalu selamat.

Demikian tulisan ringkas ini, semoga bisa bermanfaat untuk Anda & keluarga. Selamatkan mereka dari kelompok-kelompok sesat yang berbahaya.

9 Februari 2016, Masjid Nabawi, Madinah.

Referensi :
https://plus.google.com/+HarrySufehmi/posts/BwT3HxTMhsq

Iklan